prostat tagged posts

Penyebab Prostatitis Jadi Pembeda Masing-Masing Jenis

Penyebab prostatitis dapat berupa infeksi bakteri

Prostat adalah sesuatu yang penting dalam tubuh manusia. Keberadaanya mampu menjamin seorang pria bisa bereproduksi dengan baik. Namun, ada banyak masalah yang bisa menyerang prostat, termasuk prostatitis. Kenali penyebab prostatitis agar pria bisa menghindari kondisi tersebut.

Prostatitis adalah kondisi yang terjadi ketika kelenjar prostat mengalami peradangan. Andai kondisi itu terjadi, banyak masalah yang akan dihadapi pria terkait dengan organ seksualnya. Sebab kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Posisinya berdekatan dengan kandung kemih dan penis. Tak heran jika terjadi prostatitis, pria akan mengalami sakit saat buang air kecil, sering atau malah sulit buang air kecil, hingga perdarahan pada urine.

Prostatitis dapat terjadi pada semua pria dari segala usia. Namun umumnya, kondisi ini terjadi pada pria di bawah usia 50 tahun. Berbeda dengan kanker prostat atau pembesaran kelenjar prostat yang cenderung dialami oleh pria berusia lanjut.

Secara garis besar ada tiga jenis prostatitis yang bisa dialami oleh pria. Jenis tersebut dibagi berdasarkan penyebab terjadinya kondisi. Dengan begitu dapat dipahami juga jika ada tiga penyebab prostatitis yang umum terjadi, di antaranya:

  • Prostatitis Bakteri Akut

Meski tak selalu, tetapi kebanyakan penyebab prostatitis ini terjadi karena infeksi bakteri E. coli dan Pseudomonas. Gejala prostatitis yang terjadi akibat bakteri akut ini biasanya berat. Selain gejala-gejala umum, pengidap biasanya akan mengalami demam, mual, dan menggigil. 

Pengidap prostatitis bakteri akut biasanya memerlukan perawatan lebih lanjut. Jika tidak, gejala yang muncul akan semakin parah seperti, abses pada prostat, infeksi saluran kemih, dan penutupan aliran urine.

  • Prostatitis Bakteri Kronis

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi saluran kemih yang kambuh dan infeksi tersebut telah memasuki kelenjar prostat. Gejalanya masih sama dengan prostatitis bakteri akut. Namun, gejala pada prostatitis jenis ini lebih ringan dan dapat berubah-ubah intensitasnya. Perbedaan lain antara prostatitis bakteri akut dan bakteri kronis adalah proses terjadinya. Jika prostatitis bakteri aku terjadi secara tiba-tiba, prostatitis bakteri kronis terjadi secara perlahan.

  • Prostatitis Non-Bakteri atau Sindrom Nyeri Panggul

Prostatitis jenis ini adalah yang paling sering dijumpai, dengan 90 persen kasus. Hanya 5 dari 10 persen kasus prostatitis yang disebabkan oleh bakteri infeksi. Gejalanya berupa sakit pada kemih dan genital selama tiga sampai enam bulan. 

Karena belum jelas penyebab dari kondisi ini, gejala yang ditimbulkan pun pada akhirnya hanya membuat pengidapnya menjadi sedikit bingung. Jika tidak diperiksakan langsung ke tenaga medis yang kompeten, mereka tak dapat memastikan apakah prostatitis yang dideritanya masuk ke dalam jenis non-bakteri atau karena peradangan kronis yang terjadi pada kandung kemih.

***

Penyebab prostatitis itu nantinya akan mempengaruhi proses dan prosedur penyembuhan yang dilakukan tenaga medis. Sebab tenaga medis harus mencari akar masalah sebelum menuntaskannya.

Prostatitis yang terjadi lantaran infeksi bakteri pasti akan diatasi dengan pemberian antibiotik. Adapun jenis antibiotik yang diberikan bakal disesuaikan dengan bakteri penginfeksinya. Metode pemberian antibiotiknya pun beragam, tergantung kondisi pasien.

Apabila pasien menunjukkan gejala prostatitis yang parah, antibiotik dapat diberikan secara intravena. Pasien juga akan mengonsumsi antibiotik oral selama 4-6 minggu. Namun, untuk kasus prostatitis kronis atau yang terus-menerus kambuh, konsumsi antibiotik dapat lebih lama.

Mengenali penyebab prostatitis menjadi penting dalam kondisi ini. Aktivitas itu berfungsi sejak jauh sebelum terjadinya masalah hingga ketika masalah itu terjadi dan harus diobati. Oleh karenanya, mungkin artikel ini bisa bermanfaat karena menyajikan beberapa kemungkinan penyebab prostatitis.

Read More