penyakit tagged posts

Pectus Excavatum, Gangguan Apakah Itu?

Mungkin istilah pectus excavatum tidak familier bagi semua orang. Secara sederhana, kondisi ini merupakan gangguan medis di mana tulang dada “tenggelam” ke dalam tubuh. Jadi, bagian dada penderita akan terlihat cekung.

Kondisi pectus excavatum sudah dapat terlihat sejak bayi. Seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut akan semakin kentara, terutama saat penderita memasuki usia remaja.

Mengenal penyebab pectus excavatum

Kuatnya pertumbuhan jaringan ikat yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada menjadi pemicu utama pectus excavatum. Akibatnya, tulang dada pun tumbuh ke dalam.

Namun, apa yang menyebabkan kuatnya pertumbuhan jaringan ikat tersebut? Belum diketahui secara pasti. Para ahli menduga, faktor keturunan mungkin berpengaruh.

Pectus excavatum dapat terjadi sebelum bayi lahir atau masih berada di dalam kandung. Namun, pada kasus lain, kondisi ini baru berkembang setelah bayi dilahirkan. Dan lebih sering menimpa pria dibanding wanita.

Meski belum diketahui secara pasti penyebabnya, kondisi pectus excavatum ini kerap muncul pada beberapa orang dengan gangguan medis tertentu, antara lain:

  • Sindrom marfan, yaitu suatu kelainan bawaan yang memengaruhi jaringan ikat.
  • Sindrom Ehler-Danlos, kelainan bawaan yang memengaruhi kulit, sendi, serta pembuluh darah.
  • Osteogenesis imperfecta, kelainan bawaan yang membuat tulang rapuh.
  • Sindrom Noonan, kelainan ini membuat penderitanya memiliki bentuk wajah yang tidak biasa, berperawakan pendek, ada kelainan jantung bawaan, serta pertumbuhan rusuk yang tidak normal.
  • Sindrom turner, suatu kelainan bawaan di mana bayi perempuan hanya terlahir dengan satu kromosom X.

Tanda dan gejala pectus excavatum

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, tentu saja gejala utama dari gangguan medis ini adalah masuknya tulang dada ke dalam tubuh. Adapun dalamnya cekungan tulang tersebut, sangat bervariasi. Umumnya, akan bertambah dalam seiring dengan bertambahnya usia.

Pada kondisi yang cukup parah, cekungan tulang dada tersebut dapat menekan paru-paru dan jantung. Akibatnya, penderita merasakan jantung yang berdetak lebih cepat, mengalami infeksi paru yang berulang, murmur jantung, batuk, kelelahan, dan performa saat beraktivitas berat seperti olahraga, akan menurun.

Pengobatan pectus excavatum

Penderita pectus excavatum yang mengalami gejala-gejala di atas tentu perlu berkonsultasi dengan dokter, untuk memperoleh cara yang paling tepat mengatasi kondisi tersebut.

Pada kondisi yang parah, dokter akan menyarankan orang dengan pectus excavatum untuk menjalani operasi. Kadang, operasi yang dilakukan perlu beberapa kali.

Untuk memperbaiki struktur tulang dada ini, terdapat dua jenis prosedur operasi yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Operasi nuss

Operasi nuss termasuk operasi perbaikan yang sifat invasifnya minimal. Pada prosedur ini, dokter bedah akan membuat sayatan kecil pada bagian dada. Selanjutnya, melalui sayatan kecil tersebut, dimasukkan sebuah logam lengkung yang dipasang di bawah tulang dada. Nantinya logam tersebut dapat mengangkat tulang dada kembali ke posisi normal.

Pada kasus tertentu, diperlukan lebih dari satu buah logam untuk memperbaiki kondisi tulang dada akibat pectus excavatum ini.

Logam tersebut akan diangkat dari dada pasien setelah 2 atau 3 tahun.

2. Operasi ravitch

Berbeda dengan operasi nuss, operasi ravitch merupakan operasi perbaikan terbuka. Dokter bedah akan membuat sayatan besar hingga tulang dada terlihat dengan jelas. Kemudian, beberapa tulang rawan akan diangkat dan diganti dengan logam.

Seperti halnya logam pada operasi nuss, logam pada operasi ravitch juga akan diangkat kembali dari dada pasien. Bedanya, dalam waktu yang lebih singkat, yaitu 6-12 bulan, logam tersebut sudah diangkat dari dada pasien.

Agar memperoleh hasil optimal, prosedur operasi sebaiknya dilakukan saat pasien pectus excavatum masih berusia remaja.

Read More

Rambut Rontok? Cara Alami Untuk Menumbuhkannya Kembali

Ada banyak alasan mengapa rambut rontok. Pada wanita, rambut rontok dapat disebabkan karena perubahan hormon, misalnya pada masa hamil dan menopause ataupun karena stres. Kerontokan akibat hormon tersebut terkadang tidak membutuhkan perawatan. Kerontokan akan berhenti dengan sendirinya saat tubuh mulai beradaptasi. Kerontokan rambut akibat kekurangan nutrisi dapat diatasi dengan diet yang sehat, menggunakan suplemen tertentu, dan mendapatkan panduan dari dokter ataupun ahli nutrisi. Setelah kerontokan berhasil dihentikan, langkah selanjutnya adalah dengan menumbuhkan rambut Anda kembali. Ada beberapa cara alami yang dapat Anda lakukan yang dapat menstimulasi pertumbuhan rambut dan menguatkan rambut. Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

Melakukan pijatan pada kulit kepala

Setelah rambut rontok berhenti, untuk dapat menumbuhkan rambut kembali, lakukan pijat di kulit kepala Anda. Memijat kulit kepala dapat mengembalikan pertumbuhan rambut. Pijatan ini juga dapat digunakan bersama minyak rambut dan masker untuk menstimulasi kulit kepala dan membuat rambut menjadi lebih lebat. Selain fungsinya sebagai penumbuh rambut, memijat kulit kepala dapat menghilangkan stres dan tegangan di kepala. Kekuatan peregangan pada saat memijat kulit kepala dipercaya dapat meningkatkan pertumbuhan rambut serta ketebalan rambut di sel-sel papilla dermal.

Lidah buaya (aloe vera)

Lidah buaya sudah lama digunakan untuk merawat kerontokan rambut. Selain itu, lidah buaya memiliki efek menenangkan kulit kepala dan melembapkan rambut. Lidah buaya dapat mengurangi ketombe sehingga mampu menghilangkan ketombe dan minyak berlebih yang menyumbat folikel rambut. Anda dapat mengoleskan gel lidah buaya murni pada kulit kepala dan rambut beberapa kali setiap minggunya. Gunakan pula sampo dan conditioner yang mengandung lidah buaya.

Minyak kelapa

Minyak kelapa mengandung asam lemak yang dapat menembus ke dalam batang rambut dan mengurangi kehilangan protein pada rambut. Minyak kelapa dapat digunakan sebeum atau sesudah Anda mencuci rambut, tergantung pada tipe rambut yang Anda miliki. Apabila Anda memiliki rambut berminyak, Anda bisa mengoleskan minyak kelapa pada rambut dan membiarkannya semalaman sebelum mencucinya. Pijat minyak kelapa pada kulit kepala dan semua bagian rambut. Penelitian lanjutan terhadap fungsi minyak kelapa untuk menumbuhkan rambut masih diperlukan. Namun, minyak kelapa sudah terbukti dapat meningkatkan serta menyuburkan rambut dan telah digunakan selama berabad-abad.

Minyak ikan

Mengonsumsi asam lemak omega dapat menumbuhkan serta meningkatkan kesehatan rambut dari dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena minyak ikan kaya akan kandungan nutrisi dan protein. Mengonsumsi suplemen omega bersamaan dengan antioksidan dapat meningkatkan kelebatan rambut dan ukuran batang rambut. Minyak ikan juga terbukti mampu mengurangi kerontokan rambut. Selain itu, asam lemak omega membantu sel-sel tubuh untuk bekerja dengan baik dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini akan meningkatkan kesehatan dan menghindarkan tubuh dari risiko penyakit-penyakit tertentu.

Ginseng

Mengonsumsi suplemen ginseng dapat menstimulasi pertumbuhan rambut dan folikel rambut. Ginsenoside merupakan komponen aktif yang ada pada ginseng dan dipercaya memiliki peran penting dalam pertumbuhan rambut. Selalu konsumsi ginseng sesuai dengan dosis yang dianjurkan dan waspada terhadap efek samping apapun yang dapat ditimbulkan.

Apabila Anda ingin memilliki rambut yang lebat setelah menderita rambut rontok, buat rencana dan konsisten dalam melakukan perawatan. Perawatan ini mungkin akan membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum menunjukkan hasil yang memuaskan. Apabila Anda ingin mengonsumsi suplemen tertentu, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter Anda untuk mengetahui kemungkinan adanya alergi ataupun efek samping.

Read More