manfaat asi tagged posts

Seberapa Amankah Aktivitas Donor ASI?

Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, salah satunya dengan memberikan asupan ASI secara intensif sejak si kecil lahir. Namun, produksi ASI setiap ibu berbeda-beda dengan berbagai faktor yang mendasarinya. Donor ASI mungkin jadi satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut.

Donor ASI dilakukan oleh ibu menyusui yang mengalami kelebihan persedian ASI. Pemberian Donor ASI harus melalui beberapa prosedur mengingat memiliki risiko terjadinya penyebaran penyakit. Dengan demikian sistem donor ASI harus melalui informasi, keterampilan dan konseling untuk memberikan bantuan praktis.

Keamanan Donor ASI bagi Si Kecil

Pada dasarnya, pemberian donor air susu ibu untuk bayi terbilang aman. Dengan catatan, pemberian donor tersebut telah melalui serangkaian proses pemeriksaan (screening) untuk memastikan kebersihan dan keamanannya. ASI yang telah didonorkan biasanya juga dipasteurisasi untuk menghilangkan organisme penyebab infeksi yang bisa hadir di dalamnya.

Ibu menyusui yang memberikan donor ASI  biasanya akan melewati tahap tes penyakit terlebih dahulu. Donor ASI bisa dikatakan aman ketika sudah melalui serangkaian proses pemeriksaan. Sementara untuk donor ASI yang tidak melalui tahap pemeriksaan alias diberikan langsung begitu saja tidak dianjurkan oleh Food and Drug Administration (FDA). Ini karena ASI yang didapatkan langsung tanpa melalui pemeriksaan memiliki risiko kesehatan bagi bayi yang menerimanya.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memberikan Donor ASI

Bagi orang tua yang sedang mencari pendonor ASI, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian:

  • Pertimbangkan kemungkinan risiko kesehatan

Ingatlah bahwa praktik berbagi ASI juga memiliki risiko bagi kesehatan bayi, tergantung pada siapa pendonor ASI dan bagaimana mekanisme donor itu dilakukan. Risiko kesehatan untuk bayi yang mendapatkan donor ASI antara lain:

  • Terpapar penyakit menular, termasuk HIV; dan/atau
  • Terkontaminasi zat-zat kimia dari obat-obatan yang dikonsumsi oleh ibu pendonor.

ASI yang tidak disimpan dengan benar dapat terkontaminasi dan tidak aman untuk diminum oleh bayi. Jadi, pastikan ASI yang didonorkan kepada Anda juga disimpan dengan baik. Saat akan memberikannya kepada bayi, perhatikan dan pastikan kondisi ASI tersebut, seperti basi atau tidak, dan sebagainya.

Perlu dicatat bahwa kebutuhan gizi tiap bayi berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh usia dan kondisi kesehatannya. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk memberi donor ASI kepada bayi.

  • Pastikan Pendonor ASI telah Menjalani Tes Kesehatan

Apabila keputusan untuk memberikan donor ASI kepada buah hati Anda sudah bulat, pastikan pendonor sudah melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui keamanan susunya.

Siapa Saja yang Berhak Menerima Donasi ASI?

Penerima ASI hasil donor adalah bayi yang mengalami kondisi seperti:

  • Bayi yang mengalami kelainan metabolisme bawaan dengan kata lain menderita galaktosemi, penyakit urip sirup mapel dan fenikotenouria.;
  • Bayi yang lahir dengan berat badan yang sangat rendah kurang dari 1500 gram atau bayi yang lahir prematur di bawah usia kehamilan 32 minggu;
  • Bayi yang mengalami gangguan peningkatan kebutuhan glukosa sehingga berisiko mengalami hipoglikemia, apabila kadar gula darah mengalami respon pemberian ASI;
  • Bayi yang sedang mengalami hilangnya cairan akut sehingga membutuhkan ASI yang lebih banyak;
  • Bayi mengalami penurunan berat badan 7-10% setelah 3-5 hari karena mengalami laktogenesis II ketika bayi yang berupa mekonium di hari ke 5 setelah persalinan.

Atau karena alasan si bayi tak bisa mendapatkan ASI secara eksklusif lantaran ibunya mengalami kondisi:

  • Ibu dengan HIV positif;
  • Ibu mengalami sakit berat sehingga terjadi gangguan psikologis dan juga adanya infeksi virus herpes dan/atau infeksi varicella zoster sebelum dan sesudah melahirkan;
  • Ibu yang mendapat sitostatika dan/atau ibu yang sedang mengkonsumsi jenis obat antitirois selain daro propylthiouracil.
  • Ibu yang mengalami kelainan pada jaringan payudara sehingga tidak berkembang dan mengalami kelainan pada payudara. Dengan demikian pemberian ASI menjadi terhambat dan membuat bayi membutuhkan donasi ASI.

Donor ASI dapat sangat membantu para bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI dari ibunya. Manfaat ASI dari donor sama saja dengan ASI dari ibu kandung. Apabila berniat memberikan donor ASI kepada bayi Anda, akan lebih mudah jika Anda bergabung dengan komunitas-komunitas pemerhati donor ASI, untuk mendapatkan informasi yang lerngkap dan bermanfaat.

Read More