kanker tagged posts

Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Kanker Laring

Kanker laring adalah satu jenis kanker langka di mana sel-sel ganas tumbuh di laring atau kotak suara. Merokok dan minum alkohol merupakan faktor risiko utama penyakit kanker laring. Menurut Lembaga Kanker Amerika, diperkirakan ada sekitar lebih dari 12 ribu kasus kanker laring baru dengan 3500 kematian. Mereka juga menyatakan bahwa jumlah orang yang menderita kanker laring kian menurun sekitar 2 hingga 3 persen setiap tahunnya karena jumlah orang yang merokok juga turut menurun. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang perlu Anda ketahui seputar kanker laring.

Apa itu kanker laring dan apa saja gejalanya?

Kanker laring terjadi di laring atau kotak suara. Laring merupakan sebuah lorong segitiga pendek yang terletak di bawah faring di leher. Laring memiliki lebar sekitar 5 cm. Laring memiliki tiga bagian utama, yaitu:

  • Glotis, bagian di tengah laring yang berisi pita suara
  • Supraglotis, jaringan di atas glottis
  • Subglostis, jaringan di bawah glottis yang tersambung dengan trakea, yang berfungsi membawa udara ke paru-paru

Kanker dapat terbentuk di bagian manapun di laring. Namun, umumnya kanker akan berawal di glottis. Apabila kanker laring menyebar, kondisi ini dapat memengaruhi kelenjar getah bening di dekatnya, terutama di bagian leher. Sel-sel kanker tersebut juga dapat menyebar ke bagian belakang lidah, bagian tenggorokan dan leher lain, paru-paru, dan bagain manapun di tubuh. Saat hal ini terjadi, dan tumor tumbuh di daerah baru, tumor tersebut akan mengandung sel tidak normal yang sama dengan tumor asal di laring. Dokter akan mendiagnosa kondisi tersebut sebagai kanker laring metastatik.

Anda perlu mewaspadai kemungkinan adanya kanker laring apabila Anda memiliki gejala seperti batuk yang tidak kunjung reda, tenggorokan yang meradang, suara serak, benjolan tidak normal di leher atau tenggorokan, kesulitan atau adanya rasa sakit saat menelan, sering tersedak makanan, kesulitan bernapas, rasa sakit pada telinga dan sensasi tidak biasa pada daerah sekitar telinga, turunnya berat badan secara drastis, dan bau mulut yang tidak sedap.

Faktor risiko kanker laring

Merokok merupakan faktor risiko utama terjadinya kanker laring. Kematian akibat kanker laring lebih sering dijumpai pada orang-orang yang merokok dibandingkan dengan yang tidak. Para perokok pasif juga memiliki faktor riisko yang tinggi menderita kanker laring. Selain itu, konsumsi alkohol dalam jumlah yang sedang atau tinggi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Lembaga Kanker Amerika menyatakan bahwa mereka yang minum satu atau lebih alkohol setiap harinya, terutama apabila mereka juga turut merokok, memiliki risiko yang lebih tinggi dalam menderita kanker jenis ini. Faktor risiko lain termasuk kurangnya asupan nutrisi tertentu dan defisiensi vitamin, virus HPV, berusia lebih dari 40 tahun, riwayat kesehatan dengan kanker leher atau kepala, sistem kekebalan tubuh yang lemah, paparan terhadap zat-zat kimia tertentu, dan berjenis kelamin laki-laki (laki-laki empat kali lebih berisiko untuk menderita kanker laring dibandingkan dengan wanita).

Faktor genetik juga memiliki peran tertentu dalam perkembangan kanker laring. Apabila salah satu anggota keluarga memiliki kanker laring, Anda juga memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita penyakit serupa. Mereka yang memiliki anemia Fanconi, yang mana merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan gangguan darah pada anak-anak, dan dyskeratosis congenita, sebuah sindrom yang memengaruhi kulit, kuku, dan darah, memmiliki risiko lebih tinggi untuk menderita berbagai jenis kanker leher dan kepala.

Read More