gangguan mental tagged posts

Bermacam Gangguan Kepribadian, Dari Gangguan Skizotipal Hingga Paranoid

Kepribadian membuat masing-masing diri kita berbeda-beda. Gaya kita bertingkah laku, bagaimana kita bereaksi, pandangan umum, pikiran, perasaan, dan bagaimana kita berinteraksi dalam suatu hubungan adalah semua bagian yang membentuk kepribadian kita. Memiliki pribadi yang sehat membuat seseorang untuk dapat berfungsi setiap harinya. Tentu saja, setiap orang pernah mengalami stres. Namun, pribadi yang sehat membantu kita untuk menghadapi stres dan tantangan-tantangan lain, membuat kita dapat terus bergerak maju. Bagi mereka yang memiliki gangguan kepribadian, hal-hal yang banyak orang lakukan setiap harinya tanpa ada masalah berarti menjadi sebuah tantangan. Ada banyak macam gangguan kepribadian, mulai dari gangguan skizotipal, paranoid, skizoid, dan lain-lain. Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

Macam-macam gangguan kepribadian

Saat seseorang memiliki gangguan kepribadian, sulit baginya untuk merespon perubahan dan kebutuhan hidup, serta membentuk dan menjaga sebuah hubungan dengan orang lain. Pengalaman tersebut dapat membuat seseorang merasa stres dan meningkatkan risiko depresi dan gangguan kesehatan mental lain. Beberapa macam gangguan kepribadian tersebut di antaranya adalah:

  • Paranoid

Seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid akan sulit untuk percaya kepada orang lain. Ia akan berpikir bahwa orang-orang di sekitarnya sedang berbohong atau memanipulasi dirinya, meskipun tidak ada bukti hal tersebut sedang terjadi. Selain itu, orang-orang dengan gangguan kepribadian paranoid akan merasa takut, cemas (akan orang-orang memanfaatkan dirinya), mudah marah, dan khawatir terhadap motif tersembunyi seseorang. Ketidakmampuan untuk percaya dengan orang lain dapat membuat hubungan kekerabatan mudah rusak.

  • Skizotipal

Orang-orang dengan gangguan skizotipal dapat memiliki beberapa hubugan yang dekat di luar lingkungan keluarga mereka sendiri. Ini terjadi karena biasanya mereka memiliki kesulitan dalam memahami bagaimana sebuah hubungan berkembang dan bagaimana tingkah laku mereka memengaruhi orang lain. Mereka dengan gangguan skizotipa juga kadang sulit memahami atau mempercayai orang lain. Sebagai bentuk diagnosa, orang-orang dengan gangguan skizotipal biasanya akan memiliki gejala seperti ide referensi (saat hal-hal kecil terjadi, mereka percaya adanya hubungan penting dengan diri mereka); kepercayaan aneh adanya kemampuan mistis yang memengaruhi tingkah laku seperti perrcaya adanya telepati, fantasi yang aneh, dan pikiran takhayul; pengalaman perseptual yang tidak biasa; tanda-tanda kecurigaan dan pikiran paranoid; tingkah laku yang eksentrik atau aneh; dan kecemasan sosial berlebihan. Seseorang dengan gangguan kepribadian ini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita schizophrenia di masa depan.

  • Skizoid

Orang-orang dengan gangguan kepribadian skizoid akan merasa tidak nyaman saat mereka berhubungan dengan orang lain. Gangguan kepribadian ini memengaruhi kurang dari 1% populasi. Biasanya, orang-orang akan melihat penderita skizoid sebagai  seseorang yang dingin dan penyendiri. Orang-orang dengan skizoid biasanya akan menghindari kedekatan kontak dengan orang lain, memiliki kesulitan dalam membentuk sebuah hubungan pribadi, bereaksi terhadap situasi tertentu dengan cara yang dianggap orang lain sebagai tidak pantas, dan tampak terisolasi.

Seseorang dengan skizoid mungkin akan lebih tertarik untuk berdekatan dengan hewan atau mainan alih-alih menjalin hubungan dengan manusia lain. Mereka dengan gangguan skizoid mungkin memiliki saudara yang menderita schizophrenia dan gangguan skizotipal.

 Suatu gangguan kepribadian biasanya akan menunjukkan gejala atau tanda-tanda yang sama dengan gangguan kepribadian lain. Dan terkadang, untuk membedakannya akan sedikit sulit dilakukan. Biasanya, orang-orang dengan gangguan kepribadian seperti gangguan skizotipal atau paranoid tidak akan merasa ada sesuatu yang salah dengan diri mereka.

Read More