Dispareunia tagged posts

Treatment untuk Penderita Dispareunia

Anda sering merasa nyeri ketika sedang berhubungan seksual dengan suami? Mungkin saja Anda mengalami dispareunia. Kondisi ini mengakibatkan Anda mengalami rasa nyeri yang luar biasa di sekitar area vagina baik sebelum, selama, atau sesudah melakukan hubungan seksual.

Dispareunia dapat terjadi baik pada wanita maupun pria, namun kondisi seperti ini lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria dengan area yang terasa sakit meliputi labia, klitoris, dan vagina. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor medis atau psikologis. Lalu, bagiamana cara agar kita terhindar dari dispareunia?

Pengobatan Dispareunia

Apabila hasil diagnosa dokter positif bahwa penderita menderita dispareunia, langkah selanjutnya dokter akan memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi yang mendasari. Pengobatan dispareunia dapat dilakukan dengan mengatasi penyebabnya. Beberapa treatment yang dapat diberikan dokter, antara lain:

  • Jika pemicu nyeri saat berhubungan intim adalah kurangnya pelumas akibat rendahnya hormon estrogen, dokter memberikan obat-obatan yang berfungsi untuk meningkatkan produksi hormon estrogen dalam tubuh.
  • Dokter juga akan memberikan obat antijamur, antibiotik, dan krim steroid untuk mengobati area yang terinfeksi

Selain obat-obatan, prosedur operasi dan terapi mungkin dilakukan untuk mengobati dispareunia, di antaranya:

  • Ketika obat sudah tidak mampu untuk mengobati dispareunia maka melakukan operasi adalah hal yang tepat. Operasi ini merupakan langkah yang paling tepat bagi pasien yang memiliki kondisi rahim terbalik atau jaringan parut, begitu juga sebagai pengangkat massa di panggul.
  • Terapi atau konseling seks. Tujuannya membicarakan pengalaman emosional yang menjadi pemicu rasa sakit saat berhubungan intim. Terapi ini untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan mengembalikan intimasi seksual antar pengidap dispareunia dengan pasangannya.
  • Terapi perilaku kognitif untuk membantu mengubah pola perilaku dan pikiran negatif.
  • Terapi desensitisasi untuk mengurangi rasa sakit. Caranya dengan mempelajari teknik relaksasi vagina dan latihan khusus tulang panggul atau kegel.

Pengidap dispareunia dan pasangan bisa mengubah beberapa rutinitas seksual untuk mengurangi rasa sakit ketika berhubungan intim untuk mendukung terapi yang dilakukan, di antaranya dengan:

  • Membuka diri dalam membicarakan perasaan masing-masing saat berhubungan intim. Misalnya posisi apa yang cocok dengan kondisi kamu dan pasangan.
  • Tidak terburu-buru saat berhubungan intim. Cara ini bisa merangsang produksi pelumas alami dan gairah yang berperan dalam mengurangi rasa sakit ketika penetrasi.
  • Pilih merek pelumas yang cocok agar tetap nyaman dan tidak menyakitkan saat berhubungan intim.

Penanganan untuk Mencegah Dispareunia

Berikut cara mencegah dispareunia yang bisa dicoba:

  • Gunakan pelumas untuk mencegah vagina kering. Anda juga bisa melakukan tindakan pengobatan lain jika keringnya vagina disebabkan oleh kondisi atrophic vaginitis.
  • Seka area kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air untuk mencegah infeksi saluran kemih. Pastikan juga untuk selalu berkemih setelah berhubungan intim.
  • Hindari seks bebas dan berganti-ganti pasangan seksual. Bagi pria, pastikan selalu gunakan kondom tiap berhubungan intim.
  • Kenakan pakaian berbahan katun dan tidak terlalu ketat untuk mengurangi risiko infeksi jamur. Kamu dianjurkan untuk menjaga kebersihan dengan rutin mengganti pakaian saat berkeringat.
  • Hindari penetrasi dalam atau dengan melakukan hubungan intim tiap dua minggu sebelum menstruasi untuk mengurangi rasa nyeri, bagi pengidap endometriosis.
  • Menjaga kebersihan dengan sering mengganti pakaian ketika berkeringat atau berenang, serta mandi secara rutin.

Segera hubungi dokter apabila Anda mersakan gejala-gejala dispreunia yang terus menerus dan tak kunjung mereda. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

Read More