Cara Menghitung Tetesan Infus tagged posts

Yuk Ketahui, Cara Menghitung Tetesan Infus pada Orang Dewasa!

Salah satu skill atau kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang tenaga kesehatan yang profesional adalah menghitung tetesan infus. Memastikan setiap pasien diberikan obat dengan dosis yang tepat adalah tanggung jawab semua pihak, terutama tim medis yang memberikan resep atau arahannya. Oleh sebab itu, penting sekali mengetahui cara menghitung tetesan infus yang benar, agar dosis yang diberikan kepada pasien sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuhnya.

Macam-macam cairan infus

Sebelum mempelajari cara menghitung tetesan infus, ada baiknya Anda mengetahui macam-macam cairan infus yang digunakan dalam pengobatan medis. Berdasarkan penggunaannya, cairan infus dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu:

  • Cairan pemeliharaan.

Umumnya, jenis cairan pemeliharaan diantaranya NaCl 0,9%, glukosa 5%, ringer laktat atau asetat, atau glukosa salin. Terapi cairan pemeliharaan ini diberikan pada pasien yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya melalui rute enteral.

Tujuan terapi cairan ini untuk menyediakan cukup cairan dan elektrolit dalam tubuh (500 – 1000 mL), mempertahankan status cairan normal tubuh, dan memungkinkan ekskresi residu atau sampah sisa metabolisme tubuh dari ginjal (500 – 1500  mL).

  • Cairan pengganti.

Terapi cairan pengganti ini digunakan untuk menutupi kekurangan cairan atau elektrolit, serta mengatasi gangguan keseimbangan cairan (homeostasis) di dalam tubuh. Misalnya, kehilangan yang tidak normal dari saluran pencernaan (fistula, ileostomy, drainase nasogastrium, dan drainase bedah) atau saluran kencing (saat pemulihan gagal ginjal akut).

  • Cairan infus untuk tujuan khusus.

Jenis cairan yang digunakan adalah cairan kristaloid, misalnya natrium bikarbonat 7,5% dan kalsium glukanas yang digunakan khusus untuk mengatasi gangguan keseimbangan elektrolit.

  • Cairan nutrisi.

Terapi cairan nutrisi biasanya digunakan untuk nutrisi parenteral pada pasien yang kehilangan nafsu makan, tidak boleh makan, atau tidak dapat makan secara oral. Pemberian terapi cairan nutrisi harus memenuhi syarat-syarat berikut.

  • Mengalami masalah dalam penyerapan makanan, seperti atresia intestinal, fistula enterokunateus, kolitis infektiosa, dan obstruksi usus halus.
  • Kondisi usus harus diistirahatkan, seperti pankreatitis berat, stenosis arteri mesenterika, angina intestinal, diare, dan status preoperatif dengan malnutrisi berat.
  • Gangguan motilitas usus, seperti pseudo-obstruksi, skleroderma, dan ileus yang berkepanjangan.
  • Pasien yang asupan makannya tidak dapat diberikan melalui jalur enteral, seperti gangguan makan dan hiperemesis gravidarum.

Cara menghitung tetesan infus pada orang dewasa

Menghitung tetesan infus sebenarnya dapat dilakukan menggunakan mesin, tenaga medis cukup memasukkan data jumlah cairan yang dimasukkan dan waktu yang diperlukan cairan untuk masuk ke dalam tubuh.

Hanya saja, jika kondisinya tidak menggunakan mesin otomatis, maka tenaga medis tetap harus bisa menghitungnya. Rumus cara menghitung tetesan infus secara manual pada orang dewasa adalah sebagai berikut:

Contoh kasusnya:

Seorang dokter memberikan instruksi kepada perawat untuk memberikan pasien cairan infus sebanyak 500 mL dalam waktu 10 jam. Faktor tetes telah ditetapkan nilainya 20. Berapakah jumlah tetesan infus setiap menit?

Maka, penyelesaiannya adalah:

Jadi, jumlah tetesan infus setiap menitnya adalah 16 – 17 tetes. Ini berarti pasien akan memperoleh 16 – 17 tetes cairan infus setiap 1 menit sebelum cairan infus habis atau diganti yang baru.

Inilah yang perlu Anda ketahui tentang macam-macam cairan infus dan cara menghitung tetesan infus. Jika Anda ingin menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan jumlah cairan infus, maka rumus yang digunakan sama dengan rumus di atas.

Read More