bulu mata tagged posts

Penyebab Bulu Mata Rontok

Memiliki bulu mata yang cantik dan lentik adalah dambaan setiap wanita. Sayangnya, banyak orang mengalami bulu mata rontok karena beberapa penyebab tertentu, mulai dari terbakar hingga karena efek samping dari kemoterapi. Meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama, untungnya bulu mata yang rontok dapat tumbuh kembali. Sama seperti rambut yang ada di kulit kepala, bulu mata juga mengalami siklus pertumbuhan sehingga rontok beberapa helai saja seharusnya tidak perlu menjadi sumber kekhawatiran. Akan tetapi, banyak faktor lain seperti cidera dan penyakit tertentu yang dapat menyebabkan bulu mata rontok dalam jumlah yang banyak. Artikel ini akan membahas penyebab bulu mata rontok dan faktor risiko kondisi tersebt.

Apabila Anda menggunakan maskara, dan bulu mata rontok dalam jumlah yang banyak, hal tersebut mungkin disebabkan karena alergi terhadap produk. Selain itu, bulu mata rontok juga dapat disebabkan karena beberapa kondisi berikut ini:

  • Terbakar

Menurut Akademi Oftalmologi Amerika, apabila bulu mata rontok tetapi folikel rambut tetap utuh, bulu mata biasanya akan tumbuh dalam waktu 6 bulan. Akan tetapi, apabila folikel rambut juga ikut rusak, bulu mata mungkin tidak akan tumbuh kembali.

  • Kemoterapi

Obat-obatan yang digunakan untuk merawat penyakit kanker terkadang dapat menyebabkan bulu mata rontok. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa tidak semua obat-obatan kemoterapi dapat menyebabkan rambut rontok. Apabila seseorang mengonsumsi obat-obatan kemoterapi yang dikenal dapat menyebabkan rambut rontok, obat tersebut akan memberikan dampak pada keseluruh rambut di tubuh. Bulu tubuh, bulu mata, dan alis biasa terkena dampak obat-obatan kemoterapi. Biasanya bulu mata yang rontok akan tumbuh kembali setelah pengobatan kemoterapi dihentikan.

  • Bulu mata dipotong

Kebanyakan orang biasanya tidak memotong bulu mata. Namun bagi mereka yang memotongnya untuk alasan estetika, bulu mata akan tumbuh ke panjang aslinya setelah beberapa waktu tertentu.

  • Bulu mata dicabut

Ada sebuah kondisi psikologis yang dikarakterisasikan dengan adanya implus untuk mencabut bulu mata sendiri. Kondisi psikologis tersebut disebut dengan istilah trichotillomania. Impuls tersebut dapat mempengaruhi rambut atau bulu di bagian tubuh manapun, termasuk bulu mata. Bulu mata yang sudah dicabut akan tumbuh lagi dalam beberapa bulan.

  • Ekstensi bulu mata

Ekstensi bulu mata merupakan jenis serat yang ditempel pada bulu mata alami untuk menghasilkan kesan bulu mata yang lebih tebal dan panjang. Akan tetapi, ekstensi bulu mata dapat merusak bulu mata alami. Apabila bulu mata rontok akibat ekstensi bulu mata, biasanya akan tumbuh dengan sendirinya setelah beberapa bulan.

  • Kondisi tiroid

Kelenjar tiroid memproduksi banyak hormon. Apabila kelenjar tersebut memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, hal tersebut dapat menyebabkan beberapa gejala tertentu seperti kerontokan rambut. Bulu mata rontok dapat disebabkan karena hyperthyroidism, atau tiroid yang terlalu aktif, dan dypothyroidism, atau tiroid yang tidak aktif. Bulu mata biasanya akan tumbuh kembali setelah ketidakseimbangan tiroid diobati.

  • Alopecia areata

Alopecia areata adalah sebuah kondisi autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Kondisi ini menyebabkan kerontokan rambut pada kepala, bulu mata, dan alis.

Untuk mengatasi bulu mata rontok, diagnosa yang tepat perlu dilakukan agar penyebab diketahui sehingga perawatan yang tepat dapat segera dilakukan. Pada umumnya, bulu mata rontok akan dapat tumbuh dengan sendirinya setelah beberapa bulan. Dalam beberapa kasus, apabila folikel rambut rusak, bulu mata yang rontok tidak akan dapat tumbuh kembali.

Read More