Syarat Mendapatkan Surat Rujukan BPJS Kesehatan

Saat ingin menikmati layanan kesehatan dari BPJS Kesehatan, ada beberapa prosedur yang harus dilakukan. Salah satunya adalah adanya surat rujukan BPJS Kesehatan.

Surat rujukan adalah surat pengantar dari tenaga medis untuk petunjuk pengobatan dan pengobatan lanjutan ke dokter yang lebih kompeten.

Cara Mendapatkan Rujukan BPJS Kesehatan untuk Pasien

Surat rujukan dikeluarkan atau diberikan oleh dokter di Faskes Tingkat I agar pasien mendapatkan pengobatan di klinik yang lebih lengkap atau ke Faskes Tingkat II, seperti rumah sakit.

Umumnya, dokter akan langsung menerbitkan surat rujukan BPJS Kesehatan dari Faskes Tingkat I ke Faskes Tingkat II tanpa harus diminta. Namun, bila kondisi pasien bisa ditangani di Faskes Tingkat I, pasien akan diminta rawat jalan di sana hingga sembuh.

Ada syarat pasien yang diberikan rujukan ke Faskes Tingkat II ini, yaitu:

  • Pasien Membutuhkan pelayanan kesehatan yang spesialistik atau subspesialistik
  • Terdapat keterbatasan SDM, sarana dan prasarana di Faskes Tingkat I sehingga pasien harus dirujuk ke Faskes Tingkat II
  • Perujuk tidak bisa memberikan pelayanan kesehatan sesuai yang dibutuhkan oleh pasien. Hal ini bisa terjadi karena keterbatasan tenaga medis, fasilitas, dan peralatan

Jika syarat di atas tidak terpenuhi, maka pasien ataupun keluarga pasien tidak bisa memaksa untuk dirujuk. Jika ada pemaksaan, surat rujukan mungkin saja dikeluarkan, tetapi pada surat tersebut terdapat tulisan APS singkatan dari Atas Permintaan Sendiri. Sehingga biaya pengobatan akan ditanggung sendiri oleh pasien.

Nah, perlu diingat, bagi pasien yang pernah mendapat surat rujukan sebelumnya, dan sewaktu-waktu penyakitnya kambuh, jangan nekat langsung ke rumah sakit dengan membawa rujukan sebelumnya. Sebab, kemungkinan akan ditolak. Jadi tetap harus ke Faskes Tingkat I terlebih dahulu.

Kondisi yang Tidak Memerlukan Surat Rujukan BPJS Kesehatan

Ada juga kondisi yang tidak membutuhkan surat rujukan. Seperti pada kasus berikut ini:

  1. Adanya bencana
  2. Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan atau penyakit lain yang membutuhkan penanganan UGD. Pada kondisi seperti ini, pasien tidak memerlukan surat rujukan dan bisa langsung mendapat penanganan dari dokter di Faskes Tingkat II
  3. Pasien yang memiliki masalah kesehatan khusus, isalnya harus melakukan terapi di faskes lanjutan
  4. Pertimbangan geografis saat kondisi mendesak
  5. Pertimbangan ketersediaan fasilitas

Syarat Mendapat Surat Rujukan BPJS Kesehatan dari Faskes Tingkat I

Mendapatkan surat rujukan dari Faskes Tingkat I juga memerlukan persyaratan berupa dokumen yang harus dilengkapi.

Fungsi dari surat rujukan ini adalah untuk berbagai keperluan, seperti pengobatan rawat inap, rawat jalan, pengobatan darurat, serta pengobatan di luar kota.

Apa saja persyaratan dokumen yang harus dilengkapi? Berikut detailnya:

  • Kartu peserta BPJS Kesehatan yang asli dan fotokopi
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi KTP
  • Surat rujukan dari dokter yang memeriksa di Faskes Tingkat I
  • Surat Eligibilitas Peserta
  • Kartu Berobat

Bagi pasien yang melakukan pengobatan di luar kota, peserta harus mengurus surat pengantar ke kantor BPJS di daerah asal. Surat ini nanti akan berguna agar pasien tidak ditolak oleh Faskes TIngkat I di daerah melakukan pengobatan.

Surat Rujukan BPJS Kesehatan Online

Di sebagian faskes, rujukan dalam bentuk online sudah mulai berjalan. Meskipun rujukan berbentuk kertas masih tetap berlaku. Adanya rujukan online tentu akan memudahkan pasien dan mendapat kepastian memperoleh layanan di rumah sakit rujukan.

Rujukan online ini sifatnya real time dari Faskes Tingkat I ke Faskes Tingkat II dan menggunakan dokumen digital. Jadi data peserta akan secara langsung akan terkoneksi. Data calon pasien pun bisa dengan mudah dianalisis.

Dengan adanya rujukan BPJS Kesehatan online akan meminimalisir kendala yang mungkin terjadi. Jadi tidak ada lagi masalah kartu rujukan ketinggalan dan kendala lainnya.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>