Category Penyakit

Rambut Rontok? Cara Alami Untuk Menumbuhkannya Kembali

Ada banyak alasan mengapa rambut rontok. Pada wanita, rambut rontok dapat disebabkan karena perubahan hormon, misalnya pada masa hamil dan menopause ataupun karena stres. Kerontokan akibat hormon tersebut terkadang tidak membutuhkan perawatan. Kerontokan akan berhenti dengan sendirinya saat tubuh mulai beradaptasi. Kerontokan rambut akibat kekurangan nutrisi dapat diatasi dengan diet yang sehat, menggunakan suplemen tertentu, dan mendapatkan panduan dari dokter ataupun ahli nutrisi. Setelah kerontokan berhasil dihentikan, langkah selanjutnya adalah dengan menumbuhkan rambut Anda kembali. Ada beberapa cara alami yang dapat Anda lakukan yang dapat menstimulasi pertumbuhan rambut dan menguatkan rambut. Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

Melakukan pijatan pada kulit kepala

Setelah rambut rontok berhenti, untuk dapat menumbuhkan rambut kembali, lakukan pijat di kulit kepala Anda. Memijat kulit kepala dapat mengembalikan pertumbuhan rambut. Pijatan ini juga dapat digunakan bersama minyak rambut dan masker untuk menstimulasi kulit kepala dan membuat rambut menjadi lebih lebat. Selain fungsinya sebagai penumbuh rambut, memijat kulit kepala dapat menghilangkan stres dan tegangan di kepala. Kekuatan peregangan pada saat memijat kulit kepala dipercaya dapat meningkatkan pertumbuhan rambut serta ketebalan rambut di sel-sel papilla dermal.

Lidah buaya (aloe vera)

Lidah buaya sudah lama digunakan untuk merawat kerontokan rambut. Selain itu, lidah buaya memiliki efek menenangkan kulit kepala dan melembapkan rambut. Lidah buaya dapat mengurangi ketombe sehingga mampu menghilangkan ketombe dan minyak berlebih yang menyumbat folikel rambut. Anda dapat mengoleskan gel lidah buaya murni pada kulit kepala dan rambut beberapa kali setiap minggunya. Gunakan pula sampo dan conditioner yang mengandung lidah buaya.

Minyak kelapa

Minyak kelapa mengandung asam lemak yang dapat menembus ke dalam batang rambut dan mengurangi kehilangan protein pada rambut. Minyak kelapa dapat digunakan sebeum atau sesudah Anda mencuci rambut, tergantung pada tipe rambut yang Anda miliki. Apabila Anda memiliki rambut berminyak, Anda bisa mengoleskan minyak kelapa pada rambut dan membiarkannya semalaman sebelum mencucinya. Pijat minyak kelapa pada kulit kepala dan semua bagian rambut. Penelitian lanjutan terhadap fungsi minyak kelapa untuk menumbuhkan rambut masih diperlukan. Namun, minyak kelapa sudah terbukti dapat meningkatkan serta menyuburkan rambut dan telah digunakan selama berabad-abad.

Minyak ikan

Mengonsumsi asam lemak omega dapat menumbuhkan serta meningkatkan kesehatan rambut dari dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena minyak ikan kaya akan kandungan nutrisi dan protein. Mengonsumsi suplemen omega bersamaan dengan antioksidan dapat meningkatkan kelebatan rambut dan ukuran batang rambut. Minyak ikan juga terbukti mampu mengurangi kerontokan rambut. Selain itu, asam lemak omega membantu sel-sel tubuh untuk bekerja dengan baik dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini akan meningkatkan kesehatan dan menghindarkan tubuh dari risiko penyakit-penyakit tertentu.

Ginseng

Mengonsumsi suplemen ginseng dapat menstimulasi pertumbuhan rambut dan folikel rambut. Ginsenoside merupakan komponen aktif yang ada pada ginseng dan dipercaya memiliki peran penting dalam pertumbuhan rambut. Selalu konsumsi ginseng sesuai dengan dosis yang dianjurkan dan waspada terhadap efek samping apapun yang dapat ditimbulkan.

Apabila Anda ingin memilliki rambut yang lebat setelah menderita rambut rontok, buat rencana dan konsisten dalam melakukan perawatan. Perawatan ini mungkin akan membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum menunjukkan hasil yang memuaskan. Apabila Anda ingin mengonsumsi suplemen tertentu, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter Anda untuk mengetahui kemungkinan adanya alergi ataupun efek samping.

Read More

Waspada, Ini Dia Gejala Keracunan Makanan yang Harus Anda Ketahui

gejala keracunan makanan

Perlu dipahami bahwa keracunan makanan merupakan sebuah istilah dengan cakupan beragam kondisi yang banyak dan luas karena dapat mencakup banyak infeksi yang berbeda. Itulah sebabnya, keracunan makanan akan menimbulkan gejala dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Gejala dan variasi tingkat keparahan ini akan bergantung pada jenis bakteri, virus, atau parasit yang menginfeksi Anda. Selain itu, kuantitas dari kuman makanan ini juga akan berpengaruh diikuti dengan kemampuan dari sistem kekebalan tubuh Anda dalam melawannya.

Meskipun terdapat banyak jenis dari keracunan makanan, kebanyakan kasusnya akan menyebabkan beberapa gejala seperti:

  • Diare
  • Mual
  • Muntah

Jika Anda mengalami kasus keracunan yang ringan, mungkin Anda akan mengira bahwa Anda sedang menderita flu perut atau virus. Selanjutnya, Anda juga mungkin tidak akan membutuhkan obat atau perawatan khusus karena akan membaik perlahan dengan sendirinya. Akan tetapi, beberapa orang dengan keracunan makanan akan merasakan sederet gejala parah yang menyebabkan mereka perlu untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit. Itulah sebabnya, Anda perlu dengan baik memahami gejala keracunan makanan dan kapan harus menghubungi dokter.

Gejala Keracunan Makanan
Gejala keracunan makanan berupa kram di perut dan usus, diare, dan muntah dapat mulai dirasakan sejak 1 jam setelah memakan makanan yang tercemar dan selambat-lambatnya 10 hari atau lebih. Lama munculnya gejala keracunan makanan tergantung pada apa yang menyebabkan infeksi keracunan makanan. Selain diare, mual, dan muntah, beberapa gejala umum dari keracunan makanan dapat berupa:

  • Perut kembung dan bergas
  • Demam
  • Nyeri otot
  • Tubuh terasa lemah
  • Nyeri perut dan kram

Gejala Botulisme

Anda mungkin pernah mendengar tentang beberapa kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan, seperti:

  • Campylobacter
  • E. coli
  • Listeria
  • Salmonella
  • Shigella

Selain itu, Anda mungkin juga pernah mendengar salah satu yang paling parah, yaitu botulisme. Sebuah jenis keracunan makanan akibat bakteri yang jarang namun parah. Gejala botulisme dapat terjadi berupa:

  • Bicara cadel atau pandangan kabur
  • Otot terasa lemah
  • Sulit menelan
  • Mulut kering
  • Kelumpuhan otot mulai dari kepala hingga ke tubuh bawah
  • Muntah

Pastikan untuk segera menghubungi dokter jika Anda merasakan adanya gejala botulisme pada diri Anda atau orang yang di sekitar Anda.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter

Keracunan makanan ringan biasanya sembuh dengan sendirinya hanya dengan beristirahat dan mengonsumsi banyak cairan. Akan tetapi, Anda harus segera menghubungi dokter, jika Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan gejala, seperti:

  1. Tanda-tanda dehidrasi: mulut kering, sedikit atau tidak ada buang air kecil, pusing, atau mata cekung
  2. Tidak mampu untuk menelan cairan tanpa memuntahkannya
  3. Diare yang berlangsung lebih dari 2 hari (1 hari pada bayi dan balita)
  4. Nyeri perut yang hebat atau muntah
  5. Demam 38 C atau lebih tinggi
  6. Kotoran yang berwarna hitam atau berdarah
  7. Otot terasa lemah
  8. Kesemutan di tangan
  9. Pandangan kabur
  10. Kebingungan
  11. Diare atau penyakit seperti flu pada wanita hamil
  12. Penyakit kuning (kulit kuning), yang bisa menjadi tanda hepatitis A

Itulah beberapa gejala keracunan makanan yang harus Anda waspadai. Ingatlah untuk selalu menjadi higienitas dari makanan dan perlengkapan makan yang Anda konsumsi untuk menghindari risiko keracunan makanan.

Read More

Jangan Salah, Ini Dia Daftar Mitos Dan Fakta Seputar Diare

mitos fakta diare

Tahukah Anda jika banyak informasi salah yang tersebar di masyarakat mengenai penanganan diare? Mulai dari larangan makan makanan tertentu hingga anjuran mengonsumsi obat khusus ternyata belum tentu benar adanya. Untuk itu, pahami daftar mitos dan fakta seputar diare agar Anda tidak salah berikut ini.

Mitos Diare

1. Melakukan Diet Makanan Hambar untuk Meredakan Diare
Mengonsumsi beberapa makanan hambar, seperti pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang, memang kerap direkomendasikan untuk mengobati diare. Namun, makanan tersebut ternyata tidak memiliki cukup nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh, seperti protein dan lemak. Dengan kata lain, Anda dapat mengonsumsi makanan-makanan tersebut di hari-hari pertama, tetapi Anda harus kembali ke asupan makanan normal yang bergizi sesegera mungkin.
 
2. Obat Flu Dapat Mencegah Flu Perut
Flu musiman dapat menyebabkan timbulnya gejala demam, nyeri tubuh, dan berbagai rasa sakit dan tidak nyaman di tubuh seperti tenggorokan dan kepala. Namun, flu sangat jarang menyebabkan diare. Influenza umumnya merupakan penyakit pada saluran udara dan paru-paru. Akan tetapi, ada pula penyakit yang biasa disebut “flu perut” dan dapat menyebabkan diare. Akan tetapi, virus penyebab flu perut ini berbeda dengan flu yang menyebabkan flu pada umumnya. Pasalnya, flu perut hanyalah nama umum untuk gastroenteritis virus, yang disebabkan oleh beberapa kuman berbeda.

3. Menghindari Makanan Berlemak
Makanan yang berminyak dan digoreng seringkali memperburuk diare karena sulit untuk dicerna. Meskipun begitu, makan dengan sedikit lemak juga bisa membantu meredakan diare. Pencernaan lemak yang lambat dapat mengurangi gejala diare. Selama tubuh Anda tidak memiliki masalah dalam penyerapan lemak, tambahkan satu sendok teh mayonaise, sedikit mentega, atau sedikit daging tanpa lemak ke makanan Anda. Makanan ini akan dapat membantu mengurangi gejala Anda.

4. Tumbuh Gigi Penyebab Diare
Banyak orangtua percaya bahwa tumbuh gigi dapat memicu diare pada bayi. Sayangnya, para dokter anak mengatakan bahwa hal itu tidak benar. Bayi Anda mungkin rewel atau mudah marah selama tumbuh gigi. Tetapi jika ia juga mengalami diare atau demam, bicarakan dengan dokter Anda karena mungkin memang ada masalah dalam pencernaannya
 
5. Minumlah Obat Saat Anda Merasa Sakit
Diare biasanya dapat hilang dengan sendirinya. Itu sebabnya pengobatan biasanya tidak diperlukan. Meskipun begitu, obat-obat diare yang dijual bebas dapat meredakan beberapa gejala yang mengganggu. Namun, jika Anda demam atau mendapatkan gejala lain, seperti tinja berdarah, sebaiknya hindari asupan obat dan segera kunjungi dokter. Jangan berikan obat diare kepada bayi atau anak-anak, kecuali dokter anak yang merekomendasikannya.


Fakta Diare

1. Dehidrasi Merupakan Sebuah Kondisi Serius
Diare menyebabkan Anda kehilangan cairan. Kehilangan terlalu banyak cairan dapat menyebabkan dehidrasi, khususnya pada anak-anak dan lansia. Pastikan untuk dengan segera menghubungi dokter jika Anda melihat tanda-tanda dehidrasi pada diri Anda, anak, atau orangtua Anda. Dokter mungkin akan merekomendasikan untuk segera meminum larutan rehidrasi, air, minuman energi tanpa kafein, rendah gula, jus buah cair, dan sup kaldu.
 
2. Obat-obatan Dapat Menyebabkan Diare
Efek samping dari sebagian obat-obatan dapat berupa masalah pada pencernaan, seperti diare. Sebut saja, antibiotik dan beberapa obat untuk kanker, depresi, diabetes, dan tekanan darah tinggi dapat menyebabkan efek samping berupa diare. Jika Anda mengalami diare setelah memulai obat baru, segera hubungi dokter Anda.
 
3. Makanan Manis Membuat Diare Lebih Buruk
Beberapa orang mencari minuman energi atau soda untuk mengisi kembali cairan yang hilang ketika sedang diare. Sayangnya, makanan dan minuman yang memiliki kandungan gula tinggi dapat memperburuk gejala diare. Selama proses pencernaan, gula menyerap cairan ke dalam usus dan menipiskan tinja. Beberapa pengganti gula, seperti sorbitol, mungkin memiliki risiko yang sama.
 
4. Serat Makanan Dapat Membantu
Kebanyakan dari makanan berserat memang sebaiknya dihindari saat diare. Namun, itu tergantung pada jenis makanan serat apa yang Anda makan. Serat larut, yang biasa ditemukan dalam kacang-kacangan, kacang polong, dedak gandum, dan buah-buahan yang dikupas dan sayuran yang dimasak, dapat menyerap air di usus dan membuat kotoran lebih padat. Tetapi serat yang tidak larut, seperti yang ditemukan di kulit buah-buahan dan sayuran mentah, biji-bijian, dan dedak gandum, dapat mempercepat tinja saat mereka melewati usus.
 
5. Kopi Bisa Membuatnya Lebih Buruk
Kafein dalam kopi, teh, minuman ringan, dan cokelat bisa membuat usus Anda bekerja lebih cepat. Kafein bekerja sebagai stimulan di usus, yang dapat membuat pencernaan lebih cepat dan menyebabkan usus Anda lebih cepat kosong. Hal ini juga berlaku pada kopi tanpa kafein yang memiliki kafein lebih sedikit dari biasanya, tetapi masih memiliki cukup kafein untuk merangsang usus Anda.
 
6. Cuci Tangan Dapat Menjaga Anda Tetap Sehat
Menurut para ahli kesehatan masyarakat, mencuci tangan masih merupakan cara terbaik untuk melawan kuman penyebab diare. Sebuah penelitian menemukan bahwa mencuci tangan yang baik dapat mengurangi transmisi infeksi diare hingga hampir 40%. Gunakan sabun dan air, seta gosok tangan Anda selama setidaknya 20 detik.
 
7. Yogurt Dapat Membantu Mengurangi Diare
Yoghurt dapat membantu orang pulih dari diare lebih cepat. Bakteri hidup, alami, dan “ramah”, seperti Lactobacillus acidophilus, yang terkandung dalam beberapa yogurt dapat membantu meningkatkan pencernaan yang sehat. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa yogurt dengan kandungan bakteri aktif dapat membantu mencegah diare yang disebabkan oleh antibiotik.

Read More

11 Cara Alami untuk Mengobati Gejala Pilek dan Flu

cara alami mengobati gejala pilek flu

Hingga saat ini, masih belum ada obat untuk pilek atau flu. Vaksin sejauh ini hanya bisa membantu mencegah flu. Sedangkan obat dari dokter untuk meredakan gejalanya. Selain obat kimia, ada banyak pengobatan alami untuk pilek dan flu. Beberapa bahan alami ini mungkin cocok untuk Anda!

Echinacea

Suplemen herbal ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan melawan infeksi. Tetapi efeknya untuk pilek dan flu butuh penelitian lebih lanjut. Beberapa penelitian menemukan, sebagian orang lebih cepat sembuh jika mengonsumsinya. Sedangkan penelitian lain menunjukkan tak ada pengaruh signifikan. Jika ingin mencoba, konsumsi herbal ini selama 7-10 hari saat Anda sakit.

Zinc

Zinc membantu melawan virus, seperti pilek. Cara kerjanya dengan menghentikan pembentukan protein tertentu sebelum virus pilek menggunakannya untuk bereproduksi. Meski tak mencegah pilek, zinc mempercepat kesembuhan dan meredakan keparahannya.

Syaratnya, konsumsilah dalam 24 jam setelah gejala pertama dan meneruskannya hingga lima hari. Produk zinc yang dihirup hidung tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan hilangnya indra penciuman.

Vitamin C

Menurut penelitian, vitamin C bisa mempercepat gejala pilek hingga sehari. Selain itu, para pekerja keras yang tiap hari minum minimal 200 mg vitamin C jarang terkena pilek. Minum vitamin C di awal serangan pilek tak membantu.

Sup Ayam

Sup ayam panas bisa membantu meredakan hidung mampet, jika Anda menghirup uapnya. Sedangkan minum kuahnya membantu menggantikan cairan yang keluar. Kuah yang hangat dan bergaram itu juga meredakan sakit tenggorokan.

Teh Panas

Teh panas juga obat alami pilek dan flu. Menghirup uapnya membantu melegakan hidung mampet. Sementara cairannya meredakan sakit tenggorokan dan membantu tubuh terhidrasi. Teh hitam dan teh hijau mengandung antioksidan yang bekerja melawan penyakit apapun.

Bawang Putih

Bawang putih sudah lama dikenal sebagai pelawan kuman. Menurut sebuah penelitian, bawang putih juga membantu mencegah pilek jika dikonsumsi setiap hari. Tetapi butuh lebih banyak penelitian untuk membuktikannya.

Uap Air

Menghirup uap air bisa membantu melegakan hidung mampet. Anda bisa menggunakan pelembab ruangan yang diisi semangkuk air panas. Anda juga bisa menutup kamar mandi dan beristirahat di bawah shower air hangatnya. Alternatif lain adalah menggunakan botol.

Obat Tetes Hidung

Meneteskan air garam ke dalam hidung bisa membantu membersihkan kotoran dan melegakan pernapasan. Anda bisa membeli obat tetes hidung atau membuatnya.

Caranya, campur 8 ounce air steril hangat dengan ¼ sendok teh garam dan ¼ sendok teh baking soda. Teteskan pada satu lubang hidung (dengan alat tetes hidung), sementara lubang hidung lainnya ditutup. Ulang 2-3 kali, lalu lakukan pada lubang hidung lainnya.

Salep Menthol

Sering membersit ingus bisa bikin area sekitar lubang hidung iritasi. Oleskan sedikit salep mentol ke bawah hidung, tenggorokan atau dada. Aroma mentol akan melegakan pernapasan.

Kumur Air Garam

Kumur air garam membantu mengurangi pembengkakan tenggorokan dan membersihkannya dari kuman. Lakukan empat kali sehari untuk menyembuhkan tenggorokan yang gatal.

Biarkan Demam Bekerja

Obat pilek alami dan obat flu alami adalah demam. Tingginya temperatur melawan pilek dan flu karena membuat kuman tak bisa hidup. Jika merasa tak nyaman, Anda bisa mengobatinya dengan pereda demam, dan minum banyak air. Hubungi dokter segera jika suhu mencapai 40, atau jika suhu anak 38 derajat Celcius.

Read More