Category Penyakit

Bukan Diare Biasa, Waspadai Gejala Serangan Disentri Amoeba

disentri amoeba

Buang-buang air besar secara berlebihan tidak selalu menunjukkan Anda dalam kondisi diare. Bisa jadi Anda justru sedang mengalami disentri. Disentri sendiri dibagi menjadi dua, yaitu disentri basiler yang disebabkan oleh bakteri Shigella dan disentri amoeba yang dipicu oleh infeksi yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica.

Disentri amoeba menjadi jenis disentri yang mirip dengan diare. Pasalnya, feses yang dihasilkan dari infeksi amoeba yang menyerang usus besar tersebut juga tergolong cair. Meskipun demikian, feses cair akibat disentri amoeba lebih disebabkan adanya cairan berupa lendir dan darah yang merupakan luka dari dinding usus besar.

Di luar feses yang mengeluarkan darah dan lendir, sebenarnya banyak ciri lain dari disentri amoeba yang membedakannya dengan penyakit diare biasa. Berikut ini adalah tanda-tanda Anda sedang mengalami serangan disentri amoeba.

Kram Perut

Ketika Anda mengalami disentri amoeba, perut Anda akan terasa sangat sakit. Dalam beberapa waktu, Anda juga akan lebih mudah terserang kram perut. Kram terjadi karena adanya perlawanan tubuh terhadap infeksi yang disebabkan Entamoeba histolytica dalam usus besar.

Kondisi inilah berbeda dengan gejala diare yang biasanya tidak diikuti oleh kram perut. Anda bisa sedikit meringankan gejala disentri ini dengan menaruh bantal hangat di bagian perut. Namun, jangan terlalu berharap hasilnya akan memulihkan. Gejala kram mungkin bisa berkurang, tapi usus besar Anda tetap terinfeksi sehingga kram bisa saja timbul di sembarang waktu.

Kelelahan Parah

Disentri amoeba akan menguras isi perut Anda. Anda akan mengalami buang air besar berkali-kali yang disertai darah dan lendir. Kondisi ini pun tak ayal bisa memengaruhi kondisi tubuh Anda.

Buang air berkali-kali akan membuat Anda lemas. Anda pun mungkin akan merasa kelelahan parah yang belum pernah Anda rasakan. Ketika sudah mencoba beristirahat, rasa lelah tersebut tak kunjung hilang. Cobalah untuk tetap terhidrasi dan menjaga asupan makanan guna mengurangi rasa lelah yang berlebih akibat disentri amoeba tersebut.

Mual dan Muntah

Ketika Anda mengalami diare, intensitas buang air besar Anda memang akan meningkat. Namun di luar itu, tidak ada gejala lain yang mengarah pada rasa mual. Berbeda jika Anda mengalami disentri amoeba. Selain buang air besar secara sering, Anda sangat mungkin merasakan mual yang diiringi dengan muntah.

Mual dan muntah yang berlebihan nyatanya akan ikut menguras energi Anda. Kondisi ini juga akan menyulitkan Anda untuk mengonsumsi cairan dan makanan yang cukup karena banyak mengeluarkan feses cair. Alhasil, kondisi Anda bisa semakin lemah karena memasuki tahap dehidrasi.

Sembelit Terputus

Tidak melulu mengeluarkan buang air besar yang diserta darah dan lendir, ketika mengalami disentri amoeba ada suatu masa Anda justru akan mengalami sembelit. Sembelit intermittent atau terputus menjadi ciri khas dari disentri amoeba.

Ketika Anda mengalami kondisi sembelit setelah buang air besar dengan frekeunsi tinggi, artinya tubuh Anda mulai kekurangan asupan cairan maupun makanan. Ini sama sekali tidak menunjukkan kondisi Anda membaik, melainkan mesti semakin waspada untuk menanganinya.

Demam Tinggi

Demam merupakan respons umum yang dilakukan tubuh ketika terjadi infeksi yang disebabkan virus, bakteri, maupun amuba di dalam tubuh. Karena itu ketika Entamoeba histolytica menyerang usus besar Anda, reaksi demam juga sangat mungkin Anda alami.

Demam pada penderita disentri amoeba bisa sangat tinggi. Demam Anda bahkan bisa mencapai 40 derajat Celsius. Jika sudah demikian, jangan ragu untuk sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter guna mendapat penanganan medis yang tepat.

***

Penanganan ketika mengalami disentri amoeba mesti segera dilakukan. Jika tidak, risiko lebih parah siap menanti Anda. Asal tahu saja, ada 120 juta kasus disentri amoeba tiap tahunnya. Di mana sebanyak 1% di antaranya berujung pada kematian. Tidak ingin hal buruk tersebut terjadi pada diri Anda ataupun orang-orang yang Anda sayangi, bukan? Tindakan cepat dan tepat mesti segera Anda lakukan!

Read More

Leher Kaku? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Leher kaku adalah kondisi leher yang sulit digerakkan atau terasa nyeri saat digerakkan

Leher kaku adalah kondisi leher yang sulit digerakkan atau terasa nyeri karena melakukan aktivitas. Tidak hanya itu, leher kaku juga bisa terjadi karena seseorang menggunakan bantal yang salah atau kurang sesuai ketika tidur.

Pada sebagian kasus, leher kaku dapat sembuh dengan sendiri, meskipun waktu untuk pulih minimal satu jam, dan maksimal beberapa minggu. Kondisi seperti ini bisa menjadi semakin parah jika tidak ditangani dengan baik.

Gejala

Gejala yang dialami penderita akibat leher kaku bervariasi. Tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman di bagian leher, namun juga bisa membuat mereka mengalami nyeri berat. Hal tersebut akan dirasakan ketika seseorang menggerakan leher mereka, dan membuat mereka enggan untuk melihat berbagai arah dengan menggunakan leher.

Penyebab

Gangguan di bagian leher adalah salah satu hal yang sulit dihindari. Berikut adalah penyebab yang dapat membuat seseorang mengalami gangguan di bagian leher:

  • Menggerakan leher secara terus menerus.
  • Membungkuk, termasuk ketika duduk.
  • Sering mengatupkan rahang rapat-rapat.
  • Stres.
  • Osteoarthritis atau pengapuran di bagian tulang leher.
  • Cedera leher.
  • Cedera tulang belakang.
  • Meningitis atau peradangan selaput otak.

Diagnosis

Jika Anda terus mengalami gangguan di bagian leher, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menanyakan kondisi leher Anda, kemudian dokter akan melakukan diagnosis yang meliputi pemeriksaan fisik.

Pada saat pemeriksaan fisik, dokter akan mencari tahu jika rasa nyeri yang dialami ringan atau berat. Pemeriksaan fisik juga dilakukan jika Anda mengalami kesemutan, kelemahan otot, dan untuk mengetahui seberapa jauh Anda dapat menggerakan leher Anda, melalui berbagai arah.

Dokter juga akan melakukan tes untuk mengetahui penyebab leher kaku. Tes yang dapat dilakukan antara lain:

  • Rontgen leher: Rontgen leher digunakan untuk mengetahui jika adanya gangguan pada saraf leher atau saraf tulang belakang seperti saraf yang tertekan oleh tulang.
  • MRI (magnetic resonance imaging): MRI digunakan untuk melihat keadaan tulang dan jaringan lunak pada leher.
  • CT scan: CT scan dapat membantu dokter untuk menganalisa kondisi struktur leher dengan lebih jelas.
  • EMG (elektromiografi): EMG digunakan untuk mengevaluasi apakah saraf terjepit menjadi penyebab gangguan di bagian leher.
  • Tes darah: Tes darah dapat dilakukan untuk mengetahui jika manusia mengalami peradangan atau infeksi.

Pengobatan

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi leher kaku:

  • Kompres

Anda dapat menggunakan kompres dingin dan tempatkan di bagian leher. Anda dapat melakukannya selama 2 hingga 3 hari untuk mengurangi peradangan di bagian leher. Setelah itu, Anda ganti dengan kompres hangat untuk mempercepat pemulihan.

  • Obat-obatan

Obat penghilang nyeri dan obat pelemas otot dapat Anda gunakan untuk meredakan leher kaku.

  • Latihan peregangan

Ada baiknya jika Anda terapkan latihan seperti ini untuk mengurangi kekakuan di bagian leher, terutama jika Anda terus duduk ketika bekerja.

  • Terapi

Terapi dengan memijat leher bisa Anda lakukan sebagai salah satu cara untuk mengatasi leher kaku. Efeknya hanya bersifat sementara dan sebaiknya dilakukan oleh pemijat profesional.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah leher kaku:

  • Jangan terus menunduk.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Luangkan waktu untuk beristirahat, termasuk tidur.
  • Kurangi stres.
  • Hindari kebiasaan membawa benda yang berat.

Kesimpulan

Itulah informasi yang perlu Anda pahami tentang leher. Leher kaku sebenarnya terjadi karena kebiasaan buruk manusia seperti terlalu lama membungkuk. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gangguan leher dalam jangka lama, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter. Dokter akan memberikan pengobatan yang tepat untuk Anda.

Read More

Mengatasi Disfungsi Ereksi dengan Implan Penis

Di Amerika Serikat, teknologi implan penis sebetulnya sudah dikembangkan sejak tahun 70an. Secara sederhana, prosedur ini digambarkan dengan menanamkan alat medis atau implan ke dalam penis.

Mengapa sampai diperlukan implan? Tindakan ini hanya dilakukan pada pria-pria yang memiliki masalah disfungsi ereksi.

Tentang implan penis dan disfungsi ereksi

Penile prosthesis atau implan penis tidak akan dilakukan secara sembarang, tindakan ini hanya direkomendasikan kepada pria dengan disfungsi ereksi yang parah. Itu pun dengan syarat prosedur medis lain sudah dicoba dan tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Penis memiliki dua saluran untuk ereksi, yang akan bereaksi ketika ada rangsangan seksual. Dalam keadaan penis yang sehat, saat ada rangsangan, darah akan mengalir ke dalam dua saluran tersebut sehingga penis ereksi. Namun, bila penis dalam keadaan tidak sehat, maka dapat terjadi disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi sendiri cukup beragam, bisa berupa ketidakmampuan mempertahankan ereksi cukup lama hingga ketidakmampuan untuk mencapai ereksi.

Nah, pada kasus demikian implan dapat ditanamkan ke dalam saluran ereksi yang tidak berfungsi normal tersebut. Implan ini berbentuk seperti tabung yang tipis dan memanjang.

Pemasangan implan penis bukanlah untuk mengalirkan darah, nantinya implan tersebut akan dialiri cairan sehingga penis dapat ereksi. Jenis implan yang dipasang bisa semirigid atau inflatable. Khusus jenis implan inflatable, tabung tersebut dapat dikembangkan dan dikempiskan. Masing-masing jenis implan ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, pemilihannya dapat didiskusikan dengan dokter.

Karena implan tersebut bukan menjadi saluran darah, maka alat ini perlu dipasang serangkaian dengan reservoir yang ditanam di perut serta sejenis “pompa” yang disimpan di dalam skrotum. Ketika pompa tersebut disentuh maka cairan dari reservoir akan mengalir ke dalam implan dan terjadilah ereksi.

Keseluruhan rangkaian implan penis ini akan dipasang atau ditanam ke dalam tubuh pasien melalui prosedur pembedahan atau operasi.

Tindakan implan penis tidak untuk semua orang

Nyeri setelah pembedahan tentu menjadi efek yang tidak dapat dihindari dari prosedur implan penis ini. Belum lagi kemungkinan adanya dampak dari pemasangan alat, walaupun alat yang digunakan sudah menggunakan bahan-bahan yang memiliki tingkat alergi sangat rendah bagi tubuh.

Tentu hal-hal tersebut perlu menjadi pertimbangan Anda, sebelum menjalani penile prosthesis. Selain itu, risiko infeksi pasca pembedahan, risiko perdarahan, perubahan ukuran penis menjadi lebih pendek, hingga hilangnya sensasi atau fungsi sensorik penis, juga perlu menjadi variabel yang Anda pertimbangkan.

Di samping segala risiko dan dampak yang tidak diharapkan dari prosedur ini, tindakan implan penis memang tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Dokter tidak akan merekomendasikan prosedur ini kepada Anda yang memiliki infeksi paru-paru atau infeksi saluran kemih.

Anda yang menderita diabetes mellitus dan tidak mengonsumsi obat secara teratur juga kecil kemungkinan akan disarankan menjalani tindakan ini. Apalagi bila Anda mengalami kesulitan pengeringan luka akibat diabetes yang Anda derita.

Perlu diingat, tindakan implan penis hadir sebagai salah satu pilihan dan umumnya menjadi pilihan terakhir setelah prosedur medis lain tidak dapat menjadi solusi. Tindakan ini juga hanya ditujukan pada kasus disfungsi ereksi yang parah, bukan situasional.

Sebagai contoh, Anda mengalami disfungsi ereksi karena sedang berkonflik dengan pasangan. Hal ini bersifat situasional. Ketika situasi sudah tenang kembali dan persoalan selesai, kemungkinan masalah disfungsi ereksi pun akan hilang.

Read More

Sakit Maag Tak Kunjung Sembuh? Cobalah Lakukan Tes Helicobacter

Bagi Anda yang menderita sakit maag, mungkin lelah dan bingung, mengapa sakit tersebut terus berulang meskipun sudah mengonsumsi obat? Usut punya usut, sakit maag juga dapat terjadi akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori. Infeksi bakteri ini dapat membuat sakit maag terjadi berkepanjangan.

Nah, bagaimana untuk mengetahui apakah Anda mengalami infeksi tersebut atau tidak? Caranya dengan menjalani tes helicobacter.

Pentingnya tes helicobacter

Terlihat dari namanya, tes helicobacter merupakan pemeriksaan untuk mengetahui adanya infeksi Helicobacter pylori. Metode pemeriksaannya sendiri dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah, urea breath test, tes sampel tinja, serta pemeriksaan endoskopi.

Helicobacter pylori ini adalah jenis bakteri yang menginfeksi saluran pencernaan. Ketika seseorang terinfeksi oleh Helicobacter, bisa saja tidak ada gejala yang muncul. Apabila bergejala, orang tersebut dapat mengalami gastritis atau maag, tukak lambung, hingga kanker lambung.

Secara umum, ada dua tujuan dari tes helicobacter. Pertama, untuk mengetahui apakah terjadi infeksi Helicobacter Pylori pada pencernaan. Dan kedua, apabila terjadi infeksi, pemeriksaan ini digunakan untuk memantau efektivitas terapi yang diberikan.

Sebab bila seseorang telah diberi terapi, lalu hasil tes helicobacter masih positif, artinya perlu ada evaluasi terkait rangkaian terapi yang diberikan.

Bagi Anda yang mengalami gastritis atau tukak lambung berkepanjangan, penting sekali untuk menjalani tes helicobacter. Apa penandanya? Anda sering merasakan nyeri perut, diare, perut kembung, mual dan muntah, penurunan nafsu makan, hingga penurunan berat badan.

Beginilah prosedur tes helicobacter

Terdapat empat metode untuk melakukan tes helicobacter, yaitu:

1. Pemeriksaan darah

Melalui pemeriksaan darah, antibodi terhadap Helicobacter pylori akan dideteksi.

Secara umum, metode pemeriksaan ini menyerupai pemeriksaan darah pada umumnya. Sampel darah Anda akan diambil dengan jarum suntik oleh petugas medis, lalu dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

2. Urea breath test

Seperti namanya, pemeriksaan ini mengukur kadar urea yang ada dalam napas seseorang.

Caranya, Anda akan diminta untuk menghembuskan napas ke dalam kantong khusus. Kemudian, Anda akan diminta untuk menelan zat radioaktif yang sifatnya aman. Ke dalam kantong yang berbeda, Anda akan diminta menghembuskan napas kembali.

Kedua sampel napas tersebut akan dibandingkan. Apabila pada sampel napas kedua, kadar karbondioksida lebih tinggi dibandingkan yang pertama, artinya Anda mengalami infeksi Helicobacter pylori.

3. Pemeriksaan tinja

Adanya infeksi Helicobacter pylori dapat juga dilihat dari tinja. Oleh sebab itu, pemeriksaan tinja menjadi salah satu metode tes helicobacter.

Dalam pemeriksaan ini, Anda perlu mengumpulkan tinja ke dalam botol khusus dan menutupnya dengan rapat. Tentu dalam proses pengumpulan tinja Anda perlu menggunakan sarung tangan.

Pastikan sampel tinja tidak tercampur dengan air, tisu, maupun urin. Selanjutnya, sampel tersebut diserahkan kepada petugas medis untuk dianalisis di laboratorium.

4. Pemeriksaan endoskopi

Umumnya, pemeriksaan endoskopi ditempuh bila metode lain tidak efektif untuk menegakkan diagnosis. Dengan pemeriksaan endoskopi, dokter dapat melihat kondisi kerongkongan, lambung bagian dalam, dan sebagian khusus, secara lebih jelas.

Layaknya prosedur endoskopi, tes helicobacter dengan metode ini juga menggunakan alat endoskop yang dimasukkan melalui mulut.

Apabila tes helicobacter menunjukkan hasil negatif, berarti masalah pencernaan yang diderita oleh pasien bukan disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori. Dengan demikian, pemeriksaan lanjutan dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis.

Sebaliknya, jika hasil dari tes helicobacter positif, maka pasien perlu menjalani terapi untuk mengatasi infeksi tersebut.

Read More

Pectus Excavatum, Gangguan Apakah Itu?

Mungkin istilah pectus excavatum tidak familier bagi semua orang. Secara sederhana, kondisi ini merupakan gangguan medis di mana tulang dada “tenggelam” ke dalam tubuh. Jadi, bagian dada penderita akan terlihat cekung.

Kondisi pectus excavatum sudah dapat terlihat sejak bayi. Seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut akan semakin kentara, terutama saat penderita memasuki usia remaja.

Mengenal penyebab pectus excavatum

Kuatnya pertumbuhan jaringan ikat yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada menjadi pemicu utama pectus excavatum. Akibatnya, tulang dada pun tumbuh ke dalam.

Namun, apa yang menyebabkan kuatnya pertumbuhan jaringan ikat tersebut? Belum diketahui secara pasti. Para ahli menduga, faktor keturunan mungkin berpengaruh.

Pectus excavatum dapat terjadi sebelum bayi lahir atau masih berada di dalam kandung. Namun, pada kasus lain, kondisi ini baru berkembang setelah bayi dilahirkan. Dan lebih sering menimpa pria dibanding wanita.

Meski belum diketahui secara pasti penyebabnya, kondisi pectus excavatum ini kerap muncul pada beberapa orang dengan gangguan medis tertentu, antara lain:

  • Sindrom marfan, yaitu suatu kelainan bawaan yang memengaruhi jaringan ikat.
  • Sindrom Ehler-Danlos, kelainan bawaan yang memengaruhi kulit, sendi, serta pembuluh darah.
  • Osteogenesis imperfecta, kelainan bawaan yang membuat tulang rapuh.
  • Sindrom Noonan, kelainan ini membuat penderitanya memiliki bentuk wajah yang tidak biasa, berperawakan pendek, ada kelainan jantung bawaan, serta pertumbuhan rusuk yang tidak normal.
  • Sindrom turner, suatu kelainan bawaan di mana bayi perempuan hanya terlahir dengan satu kromosom X.

Tanda dan gejala pectus excavatum

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, tentu saja gejala utama dari gangguan medis ini adalah masuknya tulang dada ke dalam tubuh. Adapun dalamnya cekungan tulang tersebut, sangat bervariasi. Umumnya, akan bertambah dalam seiring dengan bertambahnya usia.

Pada kondisi yang cukup parah, cekungan tulang dada tersebut dapat menekan paru-paru dan jantung. Akibatnya, penderita merasakan jantung yang berdetak lebih cepat, mengalami infeksi paru yang berulang, murmur jantung, batuk, kelelahan, dan performa saat beraktivitas berat seperti olahraga, akan menurun.

Pengobatan pectus excavatum

Penderita pectus excavatum yang mengalami gejala-gejala di atas tentu perlu berkonsultasi dengan dokter, untuk memperoleh cara yang paling tepat mengatasi kondisi tersebut.

Pada kondisi yang parah, dokter akan menyarankan orang dengan pectus excavatum untuk menjalani operasi. Kadang, operasi yang dilakukan perlu beberapa kali.

Untuk memperbaiki struktur tulang dada ini, terdapat dua jenis prosedur operasi yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Operasi nuss

Operasi nuss termasuk operasi perbaikan yang sifat invasifnya minimal. Pada prosedur ini, dokter bedah akan membuat sayatan kecil pada bagian dada. Selanjutnya, melalui sayatan kecil tersebut, dimasukkan sebuah logam lengkung yang dipasang di bawah tulang dada. Nantinya logam tersebut dapat mengangkat tulang dada kembali ke posisi normal.

Pada kasus tertentu, diperlukan lebih dari satu buah logam untuk memperbaiki kondisi tulang dada akibat pectus excavatum ini.

Logam tersebut akan diangkat dari dada pasien setelah 2 atau 3 tahun.

2. Operasi ravitch

Berbeda dengan operasi nuss, operasi ravitch merupakan operasi perbaikan terbuka. Dokter bedah akan membuat sayatan besar hingga tulang dada terlihat dengan jelas. Kemudian, beberapa tulang rawan akan diangkat dan diganti dengan logam.

Seperti halnya logam pada operasi nuss, logam pada operasi ravitch juga akan diangkat kembali dari dada pasien. Bedanya, dalam waktu yang lebih singkat, yaitu 6-12 bulan, logam tersebut sudah diangkat dari dada pasien.

Agar memperoleh hasil optimal, prosedur operasi sebaiknya dilakukan saat pasien pectus excavatum masih berusia remaja.

Read More

Inilah Obat Asma Yang Dapat Meredakan Gejala Asma

Asma adalah penyakit pernafasan kronis yang dapat menimbulkan saluran udara meradang dan menyempit sehingga dapat mengakibatkan manusia mengalami kesulitan dalam menghirup dan menghembus nafas. Oleh karena itu, obat asma adalah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Orang-orang yang mengalami gejala asma tidak dapat disembuhkan, namun gejala tersebut dapat dicegah. Ada berbagai macam obat asma yang dapat digunakan manusia, baik obat asma alami maupun obat asma medis.

Obat asma alami sebenarnya dapat Anda gunakan dari bahan-bahan untuk memasak makanan. Walaupun demikian, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu apakah aman untuk menggunakan bahan-bahan dapur sebagai obat untuk meredakan asma. Selain itu, tidak semua obat asma alami bekerja sepenuhnya.

Obat Asma Alami

Jika dokter menemukan bahan-bahan yang digunakan untuk meredakan asma dapat memberikan pengaruh baik pada kesehatan manusia, maka dokter akan memperbolehkan pasien untuk menggunakan bahan-bahan tersebut sebagai obat asma. Bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai obat asma adalah sebagai berikut:

  • Bawang putih

Bawang putih dapat dikonsumsi untuk mengurangi kolesterol jahat di dalam tubuh. Tidak hanya itu, bawang putih juga dapat digunakan untuk mencegah asma, karena memiliki kandungan anti radang yang dapat mengurangi peradangan pada saluran pernafasan.

  • Jahe

Ada beberapa manfaat yang diperoleh jahe, termasuk mengatasi masalah pencernaan dan sebagai anti peradangan. Selain itu, jahe dapat Anda gunakan untuk mencegah asma.

  • Kunyit

Kunyit bisa menjadi pilihan lain untuk mencegah asma karena memiliki kandungan anti alergi yang dapat mengurangi peradangan.

  • Madu

Madu adalah salah satu sumber yang tepat untuk mengatasi masalah tenggorokan. Tidak hanya itu, madu juga dapat Anda gunakan untuk meredakan asma.

  • Kafein

Menurut sebuah studi, kafein dipercaya dapat mencegah asma karena memiliki efek bronkodilator dimana efek tersebut dapat membuat otot di saluran pernafasan rileks sehingga membuat orang bernafas dengan mudah.

Tidak semua pilihan obat asma alami dapat membantu meredakan asma secara efektif, dan belum tentu jika penggunaan bahan tersebut aman bagi tubuh, khususnya jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap salah satu bahan tersebut.

Selain itu, para peneliti belum menemukan bukti bahwa obat asma alami dapat mencegah asma. Para peneliti juga memastikan bahwa penggunaan obat asma alami tidak menimbulkan efek samping karena penggunaan secara berlebihan.

Obat Asma Medis

Jika obat asma alami tidak efektif untuk pernafasan, maka Anda dapat gunakan obat asma medis. Obat asma medis bisa Anda gunakan dalam bentuk minuman, alat untuk dihirup, atau suntikan. Berikut adalah pilihan obat asma medis yang dapat Anda gunakan:

  • Kortikosteroid hirup

Kortikosteroid hirup dapat digunakan untuk mencegah asma tidak kambuh. Obat kortikosteroid hirup adalah obat asma yang digunakan dalam jangka panjang. Pasien perlu gunakan obat ini setiap hari.

Cara kerja obat kortikosteroid hirup adalah mencegah kekambuhan asma, mengurangi peradangan pada bagian saluran pernafasan, dan mengurangi produksi lendir.

  • Pengubah leukotrien (leukotriene modifiers)

Obat pengubah leukotrien digunakan untuk mencegah leukotrien yang dapat memicu serangan asma. Anda perlu minum obat pengubah leukotrien satu kali sehari.

  • Short-acting beta-agonist

Short-acting beta-agonist dapat digunakan untuk mencegah asma dengan melonggarkan otot-otot pada bagian saluran pernafasan.

  • Teofilin

Teofilin dapat digunakan untuk mencegah asma dengan melebarkan saluran pernafasan untuk membantu pasien bernafas dengan lancar.

  • Antikolinergik

Antikolinergik dapat digunakan untuk mencegah pengencangan otot pada bagian saluran pernafasan sehingga dapat menimbulkan asma.

Anda dapat bertanya kepada dokter untuk mengetahui informasi lebih mendalam tentang pilihan obat asma yang dapat digunakan. Jika Anda bingung memilih obat asma yang cocok untuk Anda, dokter akan memberikan pilihan sesuai kebutuhan Anda.

Read More

Daftar 7 Obat Tradisional Kanker Payudara

Kunyit dapat digunakan sebagai salah satu obat tradisional kanker payudara.

Jika terserang suatu penyakit, tidak sedikit pasien yang akan mencari obat tradisional sebagai pendamping pengobatan medis dari dokter. Jika kamu mengidap kanker payudara kamu bisa mengonsumsi obat tradisional sebagai perawatan pendamping. Obat-obatan tradisional biasanya adalah bahan-bahan yang sudah sering kita lihat bahkan kita konsumsi sebagai bahan masakan, sayur-sayuran, buah-buahan dan lain-lain. Berikut ini adalah 7 obat tradisional untuk penderita kanker payudara:

Bawang Putih

Bawang putih terkenal sebagai bahan penyedap rasa. Selain itu, bawang putih yang sering kita temukan di dapur ini juga berfungsi sebagai obat tradisional bagi kanker payudara. Bawang putih mengandung senyawa ajoene yang mampu memperlambat produksi sel-sel kanker. Tak hanya itu, bawang putih memiliki sifat anti kanker yang berasal dari kadar sulfida organik dan polisulfida yang tinggi. Ekstrak bawang putih juga dikenal bisa mengeliminasi zat karsinogen penyebab kanker, dapat meningkatkan enzim detoksifikasi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Kunyit

Obat tradisional untuk kanker payudara selanjutnya adalah kunyit. Tanaman herbal ini menyimpan senyawa kurkumin yang tinggi yang merupakan antioksidan yang diklaim efektif untuk menghambat berkembangnya sel kanker di area paru, kulit, payudara dan lambung. Tak hanya itu, sebuah riset menyebutkan juga bahwa senyawa kurkumin sanggup menghambat tumbuhnya sel kanker di semua stadium. Tanaman berwarna kuning ini juga bisa meningkatkan kadar antioksidan alami di dalam tubuh.

Teh Hijau

Teh hijau yang sering kita minum bisa menjadi obat kanker payudara. Senyawa polifenol yang ada di dalam teh hijau ini berperan sebagai zat antikanker. Pada sebuah riset menyebutkan bahwa tanaman teh hijau efektif untuk melawan tumor dan mutasi genetik. Pada sebuah penelitian, terdapat 472 pasien pengidap kanker payudara stadium I dan II, kemudian mengonsumsi lebih dari 5 cangkir teh hijau per hari atau setara dengan delapan gelas, menghasilkan tingkat kambuhnya kanker payudara lebih rendah sebesar 16,7 % daripada mereka yang mengonsumsi teh hijau kurang dari empat cangkir per hari. Teh hijau mampu membantu kanker payudara stadium I dan II, namun tidak bagi kanker payudara stadium III karena pada stadium ini sudah terjadi perubahan genetik di dalam sel.

Daun Belalai Gajah

Kandungan senyawa antikanker alkaloid yang terdapat di daun belalai gajah kerap dijadikan bahan dalam kemoterapi modern. Tanaman ini mampu menangkal radikal bebas karena berasal dari kandungan yang antioksidannya tinggi seperti terpenoid, steroid, flavonoid, saponin, tannin dan asam fenolik.

Bajakah

Tanaman bajakah ini sering ditemukan di hutan pedalaman Kalimantan, bajakah bisa menjadi obat tradisional kanker payudara karena melihat hasil riset yang dilakukan oleh laboratorium Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Tanaman bajakah diklaim mengandung empat puluh macam senyawa yang bisa menyembuhkan kanker. Meskipun demikian, masih harus ada riset lebih jauh untuk pembenarannya. Sejak dulu kala, tanaman ini sudah sering digunakan oleh masyarakat pedalaman Dayak untuk mengobati berbagai penyakit. 

Pare

Pare yang sering kita makan, menawarkan banyak khasiat bagi kesehatan tubuh. Mempunyai rasa yang pahit, pare juga bisa mencegah kanker payudara. Pare menyimpan kandungan antioksidan seperti flenol dan flavonoid yang mampu melawan radikal bebas yang bisa menimbulkan penyakit diabetes, melemahkan fungsi ginjal dan kanker. Tak hanya itu, pare juga banyak mengandung vitamin C yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. 

Brotowali

Daun brotowali mengandung antioksidan melanoma dan flavonoid yang berfungsi melawan radikal bebas penyebab kanker payudara. Selain itu, kandungan ekstrak batang brotowali juga mengandung potensi terhadap antikanker.

Read More

Mengenal Pentingnya Kelenjar Adrenal

Kelenjar adrenal menghasilkan hormon yang membantu mengatur metabolisme, sistem kekebalan tubuh, tekanan darah, respons terhadap stres.

Kelenjar adrenal yang juga dikenal sebagai kelenjar suprarenal adalah kelenjar kecil berbentuk segitiga yang terletak di atas kedua ginjal Anda. Kelenjar adrenal menghasilkan hormon yang membantu Anda mengatur metabolisme, sistem kekebalan tubuh, tekanan darah, respons terhadap stres dan fungsi penting lainnya.

Kelenjar adrenal sendiri terdiri dari dua bagian, yaitu korteks dan medula yang masing-masing bertanggung jawab untuk memproduksi hormon yang berbeda. Korteks adrenal dan medula adrenal diselimuti kapsul adiposa yang membentuk lapisan pelindung di sekitar kelenjar adrenal.

  • Korteks adrenal

Korteks adrenal daerah terluar dan juga bagian terbesar dari kelenjar adrenal. Bagian ini dibagi menjadi tiga zona terpisah: zona glomerulosa, zona fasciculata dan zona reticularis. Setiap zona bertanggung jawab untuk memproduksi hormon spesifik.

Hormon kunci yang diproduksi oleh korteks adrenal meliputi:

  1. Kortisol

Kortisol adalah hormon glukokortikoid yang diproduksi oleh zona fasciculata yang memainkan beberapa peran penting dalam tubuh Anda. Kortisol membantu mengontrol penggunaan lemak, protein, dan karbohidrat tubuh; menekan peradangan; mengatur tekanan darah; meningkatkan gula darah; dan juga bisa mengurangi pembentukan tulang.

Selain itu kortisol juga mengendalikan siklus tidur dan bangun. Hormon ini dilepaskan selama masa stres untuk membantu tubuh Anda mendapatkan dorongan energi dan lebih baik menangani situasi darurat.

  1. Aldosteron

Hormon mineralokortikoid yang diproduksi oleh zona glomerulosa ini memainkan peran sentral dalam mengatur tekanan darah dan elektrolit tertentu (natrium dan kalium). Aldosterone mengirimkan sinyal ke ginjal Anda, sehingga ginjal menyerap lebih banyak natrium ke dalam aliran darah dan melepaskan kalium ke dalam urin. Aldosteron juga membantu mengatur pH darah dengan mengendalikan kadar elektrolit dalam darah.

  1. DHEA dan Steroid Androgenik

Hormon-hormon ini diproduksi oleh zona reticularis adalah hormon pria yang lemah.  Mereka adalah hormon prekursor yang diubah di ovarium menjadi hormon wanita (estrogen) dan di testis menjadi hormon pria (androgen).  Namun, estrogen dan androgen diproduksi dalam jumlah yang jauh lebih besar oleh ovarium dan testis.

  • Medula adrenal 

Medula adrenal terletak di dalam korteks adrenal di pusat kelenjar adrenal. Bagian ini menghasilkan “hormon stres,” hormon utama yang disekresikan oleh medula adrenal termasuk epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin), yang memiliki fungsi serupa.

Selain itu, hormon-hormon ini mampu meningkatkan detak jantung dan kekuatan kontraksi jantung Anda, meningkatkan aliran darah ke otot dan otak, melemaskan otot-otot jalan napas halus, dan membantu metabolisme glukosa (gula) Anda. Mereka juga mengontrol tekanan pembuluh darah (vasokonstriksi), membantu menjaga tekanan darah dan meningkatkannya sebagai respons terhadap stres.

Epinefrin dan norepinefrin sering diaktifkan dalam situasi stres secara fisik dan emosional ketika tubuh Anda membutuhkan sumber daya dan energi tambahan untuk menahan ketegangan yang tidak biasa.

Penyakit Pada Kelenjar Adrenal 

Hal umum yang sering terjadi saat kelenjar adrenal menyebabkan masalah kesehatan adalah dengan memproduksi terlalu sedikit atau terlalu banyak hormon tertentu, yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon.  Kelainan fungsi adrenal ini dapat disebabkan oleh berbagai penyakit kelenjar adrenal atau kelenjar pituitari.

  • Ketidakcukupan adrenal

Insufisiensi adrenal ditandai oleh rendahnya kadar hormon adrenal pada tubuh Anda.

  • Hiperplasia adrenal bawaan

Insufisiensi adrenal juga dapat terjadi akibat kelainan genetik yang disebut hiperplasia adrenal kongenital.

  • Kelenjar adrenal yang terlalu aktif

Kadang-kadang, kelenjar adrenal dapat mengembangkan nodul yang menghasilkan terlalu banyak hormon tertentu pada tubuh Anda.

  • Kelebihan kortisol: Sindrom Cushing

Sindrom Cushing disebabkan oleh produksi kortisol yang berlebihan dari kelenjar adrenal Anda.

  • Kelebihan aldosteron: Hiperaldosteronisme

Hiperaldosteronisme disebabkan oleh kelebihan produksi aldosteron dari satu atau kedua kelenjar adrenal Anda.

  • Kelebihan adrenalin atau noradrenalin: Pheochromocytoma

Pheochromocytoma adalah tumor yang menghasilkan kelebihan produksi adrenalin atau noradrenalin oleh medula adrenal yang sering terjadi pada semburan.

  • Kanker adrenal

Kelenjar adrenal Anda dan hormon yang dihasilkannya, sangat penting untuk kesehatan. Jika Anda didiagnosis menderita kelainan kelenjar adrenal, penting untuk mengikuti rencana perawatan yang ditentukan oleh dokter Anda.

Read More

Gejala Penyakit Kuning yang Tidak Boleh Diabaikan

Penyakit kuning merupakan suatu kondisi ketika kulit dan bagian putih pada mata menjadi berwarna kekuning-kungingan. Umumnya hal ini terjadi pada bayi yang baru lahir. Namun, orang dewasa juga bisa mengalaminya. Penyakit kuning disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin, yaitu pigmen kuning yang berasal dari pemecahan sel darah merah tu di dalam sel-sel hati.

Biasanya, bilirubin dan sel darah merah yang sudah tua akan dibuang oleh hari secara bersamaan. Penyakit kuning (jaundice) umumnya akan terlihat pada kullit atau mata ketika kadar bilirubin darah lebih dari 2,5-3 mg/dL. Penyakit kuning pada orang dewasa dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis. Bahkan, jika sudah bersifat serius bisa berpotensi mengancam jiwa. Kenali gejala penyakit kuning yang sering diabaikan berikut.

  1. Urine berwarna gelap

Jika warna urine berubah menjadi lebih gelap, Anda perlu waspada! Urine yang berwarna terlampau kuning dan tidak kunjung hilang setelah mengonsumsi banyak air putih, bisa menandai penyakit kuning. Untuk memastikannya Anda juga bisa melakukan pemeriksaan ke dokter. Jika dokter menemukan tanda-tanda penyakit kuning, pemeriksaan tambahan akan dilakukan untuk membantu diagnosi kondisi yang mendasarinya.

  • Feses yang berwarna pucat

Selain urine, Anda juga bisa mengenali gejala penyakit kuning dari feses. Warna feses yang cenderung pucat justru tidak sehat. Hal ini terjadi karena bilirubin tidak dapat mencapai saluran pencernaan untuk dikeluarkan melalui feses, sehingga menghasilkan feses berwarna pucat.

  • Kulit terasa gatal

Umumnya penderita penyakit kuning akan mengalami kulit gatal. Rasa gatal yang dirasakan dipicu oleh rangsangan yang disebut pruritogen. Contohnya gigitan serangga atau iritasi terhadap bahan kimia. Gejala ini juga mungkin disebabkan oleh garam empedu. Kulit yang gatal akibat garam empedu juga tidak menghasilkan kulit kemerahan yang terlihat bengkak.

  • Diare

Jika diare dan disertai dengan gejala di atas, kemungkinan diare menandai penyakit kuning yang disebabkan oleh infeksi. Penderita gejala ini biasanya mengalami sakit pada sisi kanan perut, di bagian bawah tulang rusuk dan bersambung hingga ke punggung bagian atas. Gejala diare ini bisa menjadi indikasi penyakit kuning karena peradangan atau infeksi empedu.

  • Demam dan menggigil

Demam merupakan gejala umum dari berbagai jenis penyakit yang patut Anda waspadai. Jika terjadi demam dengan suhu 38 derajat C atau lebih dan disertai menggigil bisa jadi hal ini menjadi gejala penyakit kuning.

  • Penurunan berat badan

Selain lima gejala di atas, penurunan berat badan yang tidak normal juga bisa menjadi gejala penyakit kuning. Jika penyakit kuning tersebut tidak disebabkan oleh infeksi, kemungkinan penderitanya akan mengalami gejala penurunan berat badan.

  • Badan terasa lemah

Penderita penyakit kuning biasanya sering merasa tidak enak badan dan badan terasa lemah. Hal ini terjadi karena penderita penyakit kuning kehilangan nafsu makan dan diare, sehingga kondisi tubuh pun akan menurun.

  • Pembengkakan pada perut atau kaki

Perlu diingat bahwa, penyakit kuning bisa menjadi tanda dari penyakit hepatitis. Jika penyakit kuning disebabkan oleh hepatitis, maka penderitanya akan mengalami pembengkakan pada perut kaki. Gejala ini merupakan hal yang paling umum terjadi pada penderita penyakit kuning.

Jika mengalami gejala-gejala penyakit kuning seperti yang disebutkan di atas, segera lah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Read More

Penyebab Bulu Mata Rontok

Memiliki bulu mata yang cantik dan lentik adalah dambaan setiap wanita. Sayangnya, banyak orang mengalami bulu mata rontok karena beberapa penyebab tertentu, mulai dari terbakar hingga karena efek samping dari kemoterapi. Meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama, untungnya bulu mata yang rontok dapat tumbuh kembali. Sama seperti rambut yang ada di kulit kepala, bulu mata juga mengalami siklus pertumbuhan sehingga rontok beberapa helai saja seharusnya tidak perlu menjadi sumber kekhawatiran. Akan tetapi, banyak faktor lain seperti cidera dan penyakit tertentu yang dapat menyebabkan bulu mata rontok dalam jumlah yang banyak. Artikel ini akan membahas penyebab bulu mata rontok dan faktor risiko kondisi tersebt.

Apabila Anda menggunakan maskara, dan bulu mata rontok dalam jumlah yang banyak, hal tersebut mungkin disebabkan karena alergi terhadap produk. Selain itu, bulu mata rontok juga dapat disebabkan karena beberapa kondisi berikut ini:

  • Terbakar

Menurut Akademi Oftalmologi Amerika, apabila bulu mata rontok tetapi folikel rambut tetap utuh, bulu mata biasanya akan tumbuh dalam waktu 6 bulan. Akan tetapi, apabila folikel rambut juga ikut rusak, bulu mata mungkin tidak akan tumbuh kembali.

  • Kemoterapi

Obat-obatan yang digunakan untuk merawat penyakit kanker terkadang dapat menyebabkan bulu mata rontok. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa tidak semua obat-obatan kemoterapi dapat menyebabkan rambut rontok. Apabila seseorang mengonsumsi obat-obatan kemoterapi yang dikenal dapat menyebabkan rambut rontok, obat tersebut akan memberikan dampak pada keseluruh rambut di tubuh. Bulu tubuh, bulu mata, dan alis biasa terkena dampak obat-obatan kemoterapi. Biasanya bulu mata yang rontok akan tumbuh kembali setelah pengobatan kemoterapi dihentikan.

  • Bulu mata dipotong

Kebanyakan orang biasanya tidak memotong bulu mata. Namun bagi mereka yang memotongnya untuk alasan estetika, bulu mata akan tumbuh ke panjang aslinya setelah beberapa waktu tertentu.

  • Bulu mata dicabut

Ada sebuah kondisi psikologis yang dikarakterisasikan dengan adanya implus untuk mencabut bulu mata sendiri. Kondisi psikologis tersebut disebut dengan istilah trichotillomania. Impuls tersebut dapat mempengaruhi rambut atau bulu di bagian tubuh manapun, termasuk bulu mata. Bulu mata yang sudah dicabut akan tumbuh lagi dalam beberapa bulan.

  • Ekstensi bulu mata

Ekstensi bulu mata merupakan jenis serat yang ditempel pada bulu mata alami untuk menghasilkan kesan bulu mata yang lebih tebal dan panjang. Akan tetapi, ekstensi bulu mata dapat merusak bulu mata alami. Apabila bulu mata rontok akibat ekstensi bulu mata, biasanya akan tumbuh dengan sendirinya setelah beberapa bulan.

  • Kondisi tiroid

Kelenjar tiroid memproduksi banyak hormon. Apabila kelenjar tersebut memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, hal tersebut dapat menyebabkan beberapa gejala tertentu seperti kerontokan rambut. Bulu mata rontok dapat disebabkan karena hyperthyroidism, atau tiroid yang terlalu aktif, dan dypothyroidism, atau tiroid yang tidak aktif. Bulu mata biasanya akan tumbuh kembali setelah ketidakseimbangan tiroid diobati.

  • Alopecia areata

Alopecia areata adalah sebuah kondisi autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Kondisi ini menyebabkan kerontokan rambut pada kepala, bulu mata, dan alis.

Untuk mengatasi bulu mata rontok, diagnosa yang tepat perlu dilakukan agar penyebab diketahui sehingga perawatan yang tepat dapat segera dilakukan. Pada umumnya, bulu mata rontok akan dapat tumbuh dengan sendirinya setelah beberapa bulan. Dalam beberapa kasus, apabila folikel rambut rusak, bulu mata yang rontok tidak akan dapat tumbuh kembali.

Read More