Category Penyakit

Penyebab Prostatitis Jadi Pembeda Masing-Masing Jenis

Penyebab prostatitis dapat berupa infeksi bakteri

Prostat adalah sesuatu yang penting dalam tubuh manusia. Keberadaanya mampu menjamin seorang pria bisa bereproduksi dengan baik. Namun, ada banyak masalah yang bisa menyerang prostat, termasuk prostatitis. Kenali penyebab prostatitis agar pria bisa menghindari kondisi tersebut.

Prostatitis adalah kondisi yang terjadi ketika kelenjar prostat mengalami peradangan. Andai kondisi itu terjadi, banyak masalah yang akan dihadapi pria terkait dengan organ seksualnya. Sebab kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Posisinya berdekatan dengan kandung kemih dan penis. Tak heran jika terjadi prostatitis, pria akan mengalami sakit saat buang air kecil, sering atau malah sulit buang air kecil, hingga perdarahan pada urine.

Prostatitis dapat terjadi pada semua pria dari segala usia. Namun umumnya, kondisi ini terjadi pada pria di bawah usia 50 tahun. Berbeda dengan kanker prostat atau pembesaran kelenjar prostat yang cenderung dialami oleh pria berusia lanjut.

Secara garis besar ada tiga jenis prostatitis yang bisa dialami oleh pria. Jenis tersebut dibagi berdasarkan penyebab terjadinya kondisi. Dengan begitu dapat dipahami juga jika ada tiga penyebab prostatitis yang umum terjadi, di antaranya:

  • Prostatitis Bakteri Akut

Meski tak selalu, tetapi kebanyakan penyebab prostatitis ini terjadi karena infeksi bakteri E. coli dan Pseudomonas. Gejala prostatitis yang terjadi akibat bakteri akut ini biasanya berat. Selain gejala-gejala umum, pengidap biasanya akan mengalami demam, mual, dan menggigil. 

Pengidap prostatitis bakteri akut biasanya memerlukan perawatan lebih lanjut. Jika tidak, gejala yang muncul akan semakin parah seperti, abses pada prostat, infeksi saluran kemih, dan penutupan aliran urine.

  • Prostatitis Bakteri Kronis

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi saluran kemih yang kambuh dan infeksi tersebut telah memasuki kelenjar prostat. Gejalanya masih sama dengan prostatitis bakteri akut. Namun, gejala pada prostatitis jenis ini lebih ringan dan dapat berubah-ubah intensitasnya. Perbedaan lain antara prostatitis bakteri akut dan bakteri kronis adalah proses terjadinya. Jika prostatitis bakteri aku terjadi secara tiba-tiba, prostatitis bakteri kronis terjadi secara perlahan.

  • Prostatitis Non-Bakteri atau Sindrom Nyeri Panggul

Prostatitis jenis ini adalah yang paling sering dijumpai, dengan 90 persen kasus. Hanya 5 dari 10 persen kasus prostatitis yang disebabkan oleh bakteri infeksi. Gejalanya berupa sakit pada kemih dan genital selama tiga sampai enam bulan. 

Karena belum jelas penyebab dari kondisi ini, gejala yang ditimbulkan pun pada akhirnya hanya membuat pengidapnya menjadi sedikit bingung. Jika tidak diperiksakan langsung ke tenaga medis yang kompeten, mereka tak dapat memastikan apakah prostatitis yang dideritanya masuk ke dalam jenis non-bakteri atau karena peradangan kronis yang terjadi pada kandung kemih.

***

Penyebab prostatitis itu nantinya akan mempengaruhi proses dan prosedur penyembuhan yang dilakukan tenaga medis. Sebab tenaga medis harus mencari akar masalah sebelum menuntaskannya.

Prostatitis yang terjadi lantaran infeksi bakteri pasti akan diatasi dengan pemberian antibiotik. Adapun jenis antibiotik yang diberikan bakal disesuaikan dengan bakteri penginfeksinya. Metode pemberian antibiotiknya pun beragam, tergantung kondisi pasien.

Apabila pasien menunjukkan gejala prostatitis yang parah, antibiotik dapat diberikan secara intravena. Pasien juga akan mengonsumsi antibiotik oral selama 4-6 minggu. Namun, untuk kasus prostatitis kronis atau yang terus-menerus kambuh, konsumsi antibiotik dapat lebih lama.

Mengenali penyebab prostatitis menjadi penting dalam kondisi ini. Aktivitas itu berfungsi sejak jauh sebelum terjadinya masalah hingga ketika masalah itu terjadi dan harus diobati. Oleh karenanya, mungkin artikel ini bisa bermanfaat karena menyajikan beberapa kemungkinan penyebab prostatitis.

Read More

Polimiositis, Penyakit Otot Yang Membuat Sulit Bergerak

Polimiositis adalah penyakit yang menyerang otot rangka

Polimiositis adalah penyakit yang menyebabkan otot rangka, otot yang memungkinkan tubuh Anda bergerak menjadi teriritasi dan meradang.

Penyakit ini menyebabkan kelemahan otot yang mempengaruhi kedua sisi tubuh Anda.  Memiliki kondisi ini dapat membuat Anda sulit untuk naik tangga, bangkit dari posisi duduk, mengangkat benda atau mencapai atas kepala.

Polimiositis jarang menyerang orang yang berusia di bawah 18 tahun. Sebagian besar, kondisi ini mempengaruhi orang yang berusia 31 hingga 60 tahun.

Otot-otot yang paling dekat dengan pusat tubuh, yang dikenal sebagai otot proksimal, cenderung yang paling sering dipengaruhi oleh polimiositis. Kelemahan otot yang terkait dengan polimiositis melibatkan otot-otot yang paling dekat dengan batang tubuh, seperti yang ada di pinggul, paha, bahu, lengan atas, dan leher.

Kelemahan memengaruhi sisi kiri dan kanan tubuh Anda, dan cenderung memburuk secara bertahap. Berikut adalah gejala umum dari polimiositis:Nyeri otot dan kekakuan

  • Kelemahan otot, terutama di daerah perut, bahu, lengan atas, dan pinggul
  • Nyeri dan kekakuan sendi
  • Kesulitan mengatur nafas Anda
  • Masalah dengan menelan
  • Irama jantung tidak teratur, yang dapat berkembang jika otot jantung meradang

Polimiositis tidak dapat disembuhkan, tetapi beberapa perawatan dapat mengurangi gejala Anda. Obat kortikosteroid adalah pengobatan utama untuk polimiositis. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat khusus yang menumpulkan sistem kekebalan tubuh dan membantu mengurangi peradangan Anda.

Terapi fisik dan olahraga teratur juga dapat membantu. Pendekatan-pendekatan ini dapat membantu menjaga otot Anda tidak menyusut, atau menjadi berhenti berkembang, dan dapat membantu mempertahankan kekuatan Anda.

Polimiositis dapat mempersulit Anda dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Anda disarankan untuk segera mencari pertolongan medis, jika Anda mengembangkan kelemahan otot yang tidak dapat dijelaskan.

Read More

Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Kanker Laring

Kanker laring adalah satu jenis kanker langka di mana sel-sel ganas tumbuh di laring atau kotak suara. Merokok dan minum alkohol merupakan faktor risiko utama penyakit kanker laring. Menurut Lembaga Kanker Amerika, diperkirakan ada sekitar lebih dari 12 ribu kasus kanker laring baru dengan 3500 kematian. Mereka juga menyatakan bahwa jumlah orang yang menderita kanker laring kian menurun sekitar 2 hingga 3 persen setiap tahunnya karena jumlah orang yang merokok juga turut menurun. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang perlu Anda ketahui seputar kanker laring.

Apa itu kanker laring dan apa saja gejalanya?

Kanker laring terjadi di laring atau kotak suara. Laring merupakan sebuah lorong segitiga pendek yang terletak di bawah faring di leher. Laring memiliki lebar sekitar 5 cm. Laring memiliki tiga bagian utama, yaitu:

  • Glotis, bagian di tengah laring yang berisi pita suara
  • Supraglotis, jaringan di atas glottis
  • Subglostis, jaringan di bawah glottis yang tersambung dengan trakea, yang berfungsi membawa udara ke paru-paru

Kanker dapat terbentuk di bagian manapun di laring. Namun, umumnya kanker akan berawal di glottis. Apabila kanker laring menyebar, kondisi ini dapat memengaruhi kelenjar getah bening di dekatnya, terutama di bagian leher. Sel-sel kanker tersebut juga dapat menyebar ke bagian belakang lidah, bagian tenggorokan dan leher lain, paru-paru, dan bagain manapun di tubuh. Saat hal ini terjadi, dan tumor tumbuh di daerah baru, tumor tersebut akan mengandung sel tidak normal yang sama dengan tumor asal di laring. Dokter akan mendiagnosa kondisi tersebut sebagai kanker laring metastatik.

Anda perlu mewaspadai kemungkinan adanya kanker laring apabila Anda memiliki gejala seperti batuk yang tidak kunjung reda, tenggorokan yang meradang, suara serak, benjolan tidak normal di leher atau tenggorokan, kesulitan atau adanya rasa sakit saat menelan, sering tersedak makanan, kesulitan bernapas, rasa sakit pada telinga dan sensasi tidak biasa pada daerah sekitar telinga, turunnya berat badan secara drastis, dan bau mulut yang tidak sedap.

Faktor risiko kanker laring

Merokok merupakan faktor risiko utama terjadinya kanker laring. Kematian akibat kanker laring lebih sering dijumpai pada orang-orang yang merokok dibandingkan dengan yang tidak. Para perokok pasif juga memiliki faktor riisko yang tinggi menderita kanker laring. Selain itu, konsumsi alkohol dalam jumlah yang sedang atau tinggi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Lembaga Kanker Amerika menyatakan bahwa mereka yang minum satu atau lebih alkohol setiap harinya, terutama apabila mereka juga turut merokok, memiliki risiko yang lebih tinggi dalam menderita kanker jenis ini. Faktor risiko lain termasuk kurangnya asupan nutrisi tertentu dan defisiensi vitamin, virus HPV, berusia lebih dari 40 tahun, riwayat kesehatan dengan kanker leher atau kepala, sistem kekebalan tubuh yang lemah, paparan terhadap zat-zat kimia tertentu, dan berjenis kelamin laki-laki (laki-laki empat kali lebih berisiko untuk menderita kanker laring dibandingkan dengan wanita).

Faktor genetik juga memiliki peran tertentu dalam perkembangan kanker laring. Apabila salah satu anggota keluarga memiliki kanker laring, Anda juga memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita penyakit serupa. Mereka yang memiliki anemia Fanconi, yang mana merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan gangguan darah pada anak-anak, dan dyskeratosis congenita, sebuah sindrom yang memengaruhi kulit, kuku, dan darah, memmiliki risiko lebih tinggi untuk menderita berbagai jenis kanker leher dan kepala.

Read More

Inversio Uteri, Komplikasi Persalinan Yang Mengancam Nyawa

Inversio uteri merupakan sebuah komplikasi pasca melahirkan yang berpotensi untuk mengancam nyawa. Biasanya, plasenta terlepas dari uterus dan keluar lewat vagina sekitar setengah jam setelah bayi lahir. Dalam kasus inversi uteri, plasenta tetap menempel dan saat keluar membuat rahim menjadi tertarik dan terbalik. Umumnya, dokter secara manual akan melepas plasenta dan mendorong rahim ke posisi semula. Terkadang, operasi perut dibutuhkan untuk memposisikan ulang rahim. Inversio uteri diperkirakan dapat terjadi pada 1 hingga 2 ribu dari beberapa ratus ribu persalinan. Tingkat kelangsungan hidup untuk mereka yang menderita kondisi ini adalah 85 persen, dengan kasus kematian disebabkan oleh pendarahan masif (haemorrhage) dan syok.

Faktor risiko dan jenis inversio uteri

Beberapa faktor yang diasosiasikan dapat meningkatkan risiko inversio uteri di antaranya adalah persalinan yang buruk dan memakai waktu lama (lebih dari 24 jam), penggunaan magnesium sulfat relaksan otot saat proses persalinan, tali pusar yang pendek, menarik tali pusar dengan terlalu keras guna mempercepat keluarnya plasenta (terutama apabila plasenta menempel pada fundus), dan kelainan bawaan atau kelemahan rahim. Sementara itu, inversion uteri dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:

  • Inversio tidak komplit, adalah kondisi di mana atas rahim (fundus) telah kolaps, namun rahim tidak keluar dari serviks
  • Inversio komplit, adalah kondisi di mana rahim terbalik dan keluar dari serviks
  • Inversio prolaps, kondisi di mana fundus rahim keluar dari vagina
  • Inversio total, baik rahim dan vagina menonjol dengan terbalik (hal ini lebih sering terjadi pada kasus kanker dibandingkan dengan persalinan)

Penyebab dan gejala inversio uteri

Para ilmuwan masih belum paham betul penyebab inversio uteri, namun faktor risiko seperti rahim yang tidak normal dan lemah serta tali pusar yang pendek dihubungkan dapat meningkatkan risiko kondisi ini. Apabila dokter menarik tali pusar guna mengambil plasenta dengan keras, hal ini dapat menyebabkan inversio uteri. Tali pusar tidak boleh ditarik dengan paksa, dan plasenta harus diurus dengan perlahan dan hati-hati. Dalam kasus plasenta yang belum keluar dalam 30 menit setelah persalinan, pengangkatan manual dengan paksa ada baiknya dihindari, karena dapat menyebabkan pendarahan ataupun infeksi pada ibu. Saat inversio uteri terjadi, ibu dapat merasakan beberapa gejala seperti pusing, sakit kepala, tubuh terasa lelah, dan sesak napas.

Pelepasan plasenta dan naiknya risiko kehamilan berikutnya

Baik plasenta perlu dilepas sebelum atau sesudah memposisikan ulang rahim tergantung pada kondisi ibu dan preferensi petugas medis rumah sakit. Misalnya, plasenta dapat membengkak oleh darah sehingga berukuran terlalu besar untuk dapat didorong lewat serviks. Hal ini berarti plasenta perlu dilepas secara manual, atau rahim (dan plasenta yang menempel) harus diposisikan ulang lewat operasi. Beberapa dokter percaya bahwa melepas plasenta sebelum memposisikan ulang uterus dapat meningkatkan risiko pendarahan atau haemorrhage. Dalam kasus ini, pilihan perawatan yang terbaik adalah dengan melakukan operasi.

Seorang wanita yang pernah mengalami inversio uteri memiliki risiko lebih tinggi kondisi ini akan terulang terjadi pada kehamilan berikutnya. Apabila Anda memiliki dokter baru (berbeda dengan dokter yang menangani kasus inversio uteri pertama Anda), beritahu tentang komplikasi yang Anda miliki, sehingga mereka dapat memasukkan tindakan pencegahan di ruang persalinan, misalnya dokter akan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, seperti anestesi. Inversio uteri merupakan sebuah komplikasi persalinan yang fatal dan berbahaya, sehingga sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan bantuan ahli pada proses melahirkan buah hati.

Read More

Bukan Diare Biasa, Waspadai Gejala Serangan Disentri Amoeba

disentri amoeba

Buang-buang air besar secara berlebihan tidak selalu menunjukkan Anda dalam kondisi diare. Bisa jadi Anda justru sedang mengalami disentri. Disentri sendiri dibagi menjadi dua, yaitu disentri basiler yang disebabkan oleh bakteri Shigella dan disentri amoeba yang dipicu oleh infeksi yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica.

Disentri amoeba menjadi jenis disentri yang mirip dengan diare. Pasalnya, feses yang dihasilkan dari infeksi amoeba yang menyerang usus besar tersebut juga tergolong cair. Meskipun demikian, feses cair akibat disentri amoeba lebih disebabkan adanya cairan berupa lendir dan darah yang merupakan luka dari dinding usus besar.

Di luar feses yang mengeluarkan darah dan lendir, sebenarnya banyak ciri lain dari disentri amoeba yang membedakannya dengan penyakit diare biasa. Berikut ini adalah tanda-tanda Anda sedang mengalami serangan disentri amoeba.

Kram Perut

Ketika Anda mengalami disentri amoeba, perut Anda akan terasa sangat sakit. Dalam beberapa waktu, Anda juga akan lebih mudah terserang kram perut. Kram terjadi karena adanya perlawanan tubuh terhadap infeksi yang disebabkan Entamoeba histolytica dalam usus besar.

Kondisi inilah berbeda dengan gejala diare yang biasanya tidak diikuti oleh kram perut. Anda bisa sedikit meringankan gejala disentri ini dengan menaruh bantal hangat di bagian perut. Namun, jangan terlalu berharap hasilnya akan memulihkan. Gejala kram mungkin bisa berkurang, tapi usus besar Anda tetap terinfeksi sehingga kram bisa saja timbul di sembarang waktu.

Kelelahan Parah

Disentri amoeba akan menguras isi perut Anda. Anda akan mengalami buang air besar berkali-kali yang disertai darah dan lendir. Kondisi ini pun tak ayal bisa memengaruhi kondisi tubuh Anda.

Buang air berkali-kali akan membuat Anda lemas. Anda pun mungkin akan merasa kelelahan parah yang belum pernah Anda rasakan. Ketika sudah mencoba beristirahat, rasa lelah tersebut tak kunjung hilang. Cobalah untuk tetap terhidrasi dan menjaga asupan makanan guna mengurangi rasa lelah yang berlebih akibat disentri amoeba tersebut.

Mual dan Muntah

Ketika Anda mengalami diare, intensitas buang air besar Anda memang akan meningkat. Namun di luar itu, tidak ada gejala lain yang mengarah pada rasa mual. Berbeda jika Anda mengalami disentri amoeba. Selain buang air besar secara sering, Anda sangat mungkin merasakan mual yang diiringi dengan muntah.

Mual dan muntah yang berlebihan nyatanya akan ikut menguras energi Anda. Kondisi ini juga akan menyulitkan Anda untuk mengonsumsi cairan dan makanan yang cukup karena banyak mengeluarkan feses cair. Alhasil, kondisi Anda bisa semakin lemah karena memasuki tahap dehidrasi.

Sembelit Terputus

Tidak melulu mengeluarkan buang air besar yang diserta darah dan lendir, ketika mengalami disentri amoeba ada suatu masa Anda justru akan mengalami sembelit. Sembelit intermittent atau terputus menjadi ciri khas dari disentri amoeba.

Ketika Anda mengalami kondisi sembelit setelah buang air besar dengan frekeunsi tinggi, artinya tubuh Anda mulai kekurangan asupan cairan maupun makanan. Ini sama sekali tidak menunjukkan kondisi Anda membaik, melainkan mesti semakin waspada untuk menanganinya.

Demam Tinggi

Demam merupakan respons umum yang dilakukan tubuh ketika terjadi infeksi yang disebabkan virus, bakteri, maupun amuba di dalam tubuh. Karena itu ketika Entamoeba histolytica menyerang usus besar Anda, reaksi demam juga sangat mungkin Anda alami.

Demam pada penderita disentri amoeba bisa sangat tinggi. Demam Anda bahkan bisa mencapai 40 derajat Celsius. Jika sudah demikian, jangan ragu untuk sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter guna mendapat penanganan medis yang tepat.

***

Penanganan ketika mengalami disentri amoeba mesti segera dilakukan. Jika tidak, risiko lebih parah siap menanti Anda. Asal tahu saja, ada 120 juta kasus disentri amoeba tiap tahunnya. Di mana sebanyak 1% di antaranya berujung pada kematian. Tidak ingin hal buruk tersebut terjadi pada diri Anda ataupun orang-orang yang Anda sayangi, bukan? Tindakan cepat dan tepat mesti segera Anda lakukan!

Read More

Leher Kaku? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Leher kaku adalah kondisi leher yang sulit digerakkan atau terasa nyeri saat digerakkan

Leher kaku adalah kondisi leher yang sulit digerakkan atau terasa nyeri karena melakukan aktivitas. Tidak hanya itu, leher kaku juga bisa terjadi karena seseorang menggunakan bantal yang salah atau kurang sesuai ketika tidur.

Pada sebagian kasus, leher kaku dapat sembuh dengan sendiri, meskipun waktu untuk pulih minimal satu jam, dan maksimal beberapa minggu. Kondisi seperti ini bisa menjadi semakin parah jika tidak ditangani dengan baik.

Gejala

Gejala yang dialami penderita akibat leher kaku bervariasi. Tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman di bagian leher, namun juga bisa membuat mereka mengalami nyeri berat. Hal tersebut akan dirasakan ketika seseorang menggerakan leher mereka, dan membuat mereka enggan untuk melihat berbagai arah dengan menggunakan leher.

Penyebab

Gangguan di bagian leher adalah salah satu hal yang sulit dihindari. Berikut adalah penyebab yang dapat membuat seseorang mengalami gangguan di bagian leher:

  • Menggerakan leher secara terus menerus.
  • Membungkuk, termasuk ketika duduk.
  • Sering mengatupkan rahang rapat-rapat.
  • Stres.
  • Osteoarthritis atau pengapuran di bagian tulang leher.
  • Cedera leher.
  • Cedera tulang belakang.
  • Meningitis atau peradangan selaput otak.

Diagnosis

Jika Anda terus mengalami gangguan di bagian leher, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menanyakan kondisi leher Anda, kemudian dokter akan melakukan diagnosis yang meliputi pemeriksaan fisik.

Pada saat pemeriksaan fisik, dokter akan mencari tahu jika rasa nyeri yang dialami ringan atau berat. Pemeriksaan fisik juga dilakukan jika Anda mengalami kesemutan, kelemahan otot, dan untuk mengetahui seberapa jauh Anda dapat menggerakan leher Anda, melalui berbagai arah.

Dokter juga akan melakukan tes untuk mengetahui penyebab leher kaku. Tes yang dapat dilakukan antara lain:

  • Rontgen leher: Rontgen leher digunakan untuk mengetahui jika adanya gangguan pada saraf leher atau saraf tulang belakang seperti saraf yang tertekan oleh tulang.
  • MRI (magnetic resonance imaging): MRI digunakan untuk melihat keadaan tulang dan jaringan lunak pada leher.
  • CT scan: CT scan dapat membantu dokter untuk menganalisa kondisi struktur leher dengan lebih jelas.
  • EMG (elektromiografi): EMG digunakan untuk mengevaluasi apakah saraf terjepit menjadi penyebab gangguan di bagian leher.
  • Tes darah: Tes darah dapat dilakukan untuk mengetahui jika manusia mengalami peradangan atau infeksi.

Pengobatan

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi leher kaku:

  • Kompres

Anda dapat menggunakan kompres dingin dan tempatkan di bagian leher. Anda dapat melakukannya selama 2 hingga 3 hari untuk mengurangi peradangan di bagian leher. Setelah itu, Anda ganti dengan kompres hangat untuk mempercepat pemulihan.

  • Obat-obatan

Obat penghilang nyeri dan obat pelemas otot dapat Anda gunakan untuk meredakan leher kaku.

  • Latihan peregangan

Ada baiknya jika Anda terapkan latihan seperti ini untuk mengurangi kekakuan di bagian leher, terutama jika Anda terus duduk ketika bekerja.

  • Terapi

Terapi dengan memijat leher bisa Anda lakukan sebagai salah satu cara untuk mengatasi leher kaku. Efeknya hanya bersifat sementara dan sebaiknya dilakukan oleh pemijat profesional.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah leher kaku:

  • Jangan terus menunduk.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Luangkan waktu untuk beristirahat, termasuk tidur.
  • Kurangi stres.
  • Hindari kebiasaan membawa benda yang berat.

Kesimpulan

Itulah informasi yang perlu Anda pahami tentang leher. Leher kaku sebenarnya terjadi karena kebiasaan buruk manusia seperti terlalu lama membungkuk. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gangguan leher dalam jangka lama, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter. Dokter akan memberikan pengobatan yang tepat untuk Anda.

Read More

Mengatasi Disfungsi Ereksi dengan Implan Penis

Di Amerika Serikat, teknologi implan penis sebetulnya sudah dikembangkan sejak tahun 70an. Secara sederhana, prosedur ini digambarkan dengan menanamkan alat medis atau implan ke dalam penis.

Mengapa sampai diperlukan implan? Tindakan ini hanya dilakukan pada pria-pria yang memiliki masalah disfungsi ereksi.

Tentang implan penis dan disfungsi ereksi

Penile prosthesis atau implan penis tidak akan dilakukan secara sembarang, tindakan ini hanya direkomendasikan kepada pria dengan disfungsi ereksi yang parah. Itu pun dengan syarat prosedur medis lain sudah dicoba dan tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Penis memiliki dua saluran untuk ereksi, yang akan bereaksi ketika ada rangsangan seksual. Dalam keadaan penis yang sehat, saat ada rangsangan, darah akan mengalir ke dalam dua saluran tersebut sehingga penis ereksi. Namun, bila penis dalam keadaan tidak sehat, maka dapat terjadi disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi sendiri cukup beragam, bisa berupa ketidakmampuan mempertahankan ereksi cukup lama hingga ketidakmampuan untuk mencapai ereksi.

Nah, pada kasus demikian implan dapat ditanamkan ke dalam saluran ereksi yang tidak berfungsi normal tersebut. Implan ini berbentuk seperti tabung yang tipis dan memanjang.

Pemasangan implan penis bukanlah untuk mengalirkan darah, nantinya implan tersebut akan dialiri cairan sehingga penis dapat ereksi. Jenis implan yang dipasang bisa semirigid atau inflatable. Khusus jenis implan inflatable, tabung tersebut dapat dikembangkan dan dikempiskan. Masing-masing jenis implan ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, pemilihannya dapat didiskusikan dengan dokter.

Karena implan tersebut bukan menjadi saluran darah, maka alat ini perlu dipasang serangkaian dengan reservoir yang ditanam di perut serta sejenis “pompa” yang disimpan di dalam skrotum. Ketika pompa tersebut disentuh maka cairan dari reservoir akan mengalir ke dalam implan dan terjadilah ereksi.

Keseluruhan rangkaian implan penis ini akan dipasang atau ditanam ke dalam tubuh pasien melalui prosedur pembedahan atau operasi.

Tindakan implan penis tidak untuk semua orang

Nyeri setelah pembedahan tentu menjadi efek yang tidak dapat dihindari dari prosedur implan penis ini. Belum lagi kemungkinan adanya dampak dari pemasangan alat, walaupun alat yang digunakan sudah menggunakan bahan-bahan yang memiliki tingkat alergi sangat rendah bagi tubuh.

Tentu hal-hal tersebut perlu menjadi pertimbangan Anda, sebelum menjalani penile prosthesis. Selain itu, risiko infeksi pasca pembedahan, risiko perdarahan, perubahan ukuran penis menjadi lebih pendek, hingga hilangnya sensasi atau fungsi sensorik penis, juga perlu menjadi variabel yang Anda pertimbangkan.

Di samping segala risiko dan dampak yang tidak diharapkan dari prosedur ini, tindakan implan penis memang tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Dokter tidak akan merekomendasikan prosedur ini kepada Anda yang memiliki infeksi paru-paru atau infeksi saluran kemih.

Anda yang menderita diabetes mellitus dan tidak mengonsumsi obat secara teratur juga kecil kemungkinan akan disarankan menjalani tindakan ini. Apalagi bila Anda mengalami kesulitan pengeringan luka akibat diabetes yang Anda derita.

Perlu diingat, tindakan implan penis hadir sebagai salah satu pilihan dan umumnya menjadi pilihan terakhir setelah prosedur medis lain tidak dapat menjadi solusi. Tindakan ini juga hanya ditujukan pada kasus disfungsi ereksi yang parah, bukan situasional.

Sebagai contoh, Anda mengalami disfungsi ereksi karena sedang berkonflik dengan pasangan. Hal ini bersifat situasional. Ketika situasi sudah tenang kembali dan persoalan selesai, kemungkinan masalah disfungsi ereksi pun akan hilang.

Read More

Sakit Maag Tak Kunjung Sembuh? Cobalah Lakukan Tes Helicobacter

Bagi Anda yang menderita sakit maag, mungkin lelah dan bingung, mengapa sakit tersebut terus berulang meskipun sudah mengonsumsi obat? Usut punya usut, sakit maag juga dapat terjadi akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori. Infeksi bakteri ini dapat membuat sakit maag terjadi berkepanjangan.

Nah, bagaimana untuk mengetahui apakah Anda mengalami infeksi tersebut atau tidak? Caranya dengan menjalani tes helicobacter.

Pentingnya tes helicobacter

Terlihat dari namanya, tes helicobacter merupakan pemeriksaan untuk mengetahui adanya infeksi Helicobacter pylori. Metode pemeriksaannya sendiri dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah, urea breath test, tes sampel tinja, serta pemeriksaan endoskopi.

Helicobacter pylori ini adalah jenis bakteri yang menginfeksi saluran pencernaan. Ketika seseorang terinfeksi oleh Helicobacter, bisa saja tidak ada gejala yang muncul. Apabila bergejala, orang tersebut dapat mengalami gastritis atau maag, tukak lambung, hingga kanker lambung.

Secara umum, ada dua tujuan dari tes helicobacter. Pertama, untuk mengetahui apakah terjadi infeksi Helicobacter Pylori pada pencernaan. Dan kedua, apabila terjadi infeksi, pemeriksaan ini digunakan untuk memantau efektivitas terapi yang diberikan.

Sebab bila seseorang telah diberi terapi, lalu hasil tes helicobacter masih positif, artinya perlu ada evaluasi terkait rangkaian terapi yang diberikan.

Bagi Anda yang mengalami gastritis atau tukak lambung berkepanjangan, penting sekali untuk menjalani tes helicobacter. Apa penandanya? Anda sering merasakan nyeri perut, diare, perut kembung, mual dan muntah, penurunan nafsu makan, hingga penurunan berat badan.

Beginilah prosedur tes helicobacter

Terdapat empat metode untuk melakukan tes helicobacter, yaitu:

1. Pemeriksaan darah

Melalui pemeriksaan darah, antibodi terhadap Helicobacter pylori akan dideteksi.

Secara umum, metode pemeriksaan ini menyerupai pemeriksaan darah pada umumnya. Sampel darah Anda akan diambil dengan jarum suntik oleh petugas medis, lalu dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

2. Urea breath test

Seperti namanya, pemeriksaan ini mengukur kadar urea yang ada dalam napas seseorang.

Caranya, Anda akan diminta untuk menghembuskan napas ke dalam kantong khusus. Kemudian, Anda akan diminta untuk menelan zat radioaktif yang sifatnya aman. Ke dalam kantong yang berbeda, Anda akan diminta menghembuskan napas kembali.

Kedua sampel napas tersebut akan dibandingkan. Apabila pada sampel napas kedua, kadar karbondioksida lebih tinggi dibandingkan yang pertama, artinya Anda mengalami infeksi Helicobacter pylori.

3. Pemeriksaan tinja

Adanya infeksi Helicobacter pylori dapat juga dilihat dari tinja. Oleh sebab itu, pemeriksaan tinja menjadi salah satu metode tes helicobacter.

Dalam pemeriksaan ini, Anda perlu mengumpulkan tinja ke dalam botol khusus dan menutupnya dengan rapat. Tentu dalam proses pengumpulan tinja Anda perlu menggunakan sarung tangan.

Pastikan sampel tinja tidak tercampur dengan air, tisu, maupun urin. Selanjutnya, sampel tersebut diserahkan kepada petugas medis untuk dianalisis di laboratorium.

4. Pemeriksaan endoskopi

Umumnya, pemeriksaan endoskopi ditempuh bila metode lain tidak efektif untuk menegakkan diagnosis. Dengan pemeriksaan endoskopi, dokter dapat melihat kondisi kerongkongan, lambung bagian dalam, dan sebagian khusus, secara lebih jelas.

Layaknya prosedur endoskopi, tes helicobacter dengan metode ini juga menggunakan alat endoskop yang dimasukkan melalui mulut.

Apabila tes helicobacter menunjukkan hasil negatif, berarti masalah pencernaan yang diderita oleh pasien bukan disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori. Dengan demikian, pemeriksaan lanjutan dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis.

Sebaliknya, jika hasil dari tes helicobacter positif, maka pasien perlu menjalani terapi untuk mengatasi infeksi tersebut.

Read More

Pectus Excavatum, Gangguan Apakah Itu?

Mungkin istilah pectus excavatum tidak familier bagi semua orang. Secara sederhana, kondisi ini merupakan gangguan medis di mana tulang dada “tenggelam” ke dalam tubuh. Jadi, bagian dada penderita akan terlihat cekung.

Kondisi pectus excavatum sudah dapat terlihat sejak bayi. Seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut akan semakin kentara, terutama saat penderita memasuki usia remaja.

Mengenal penyebab pectus excavatum

Kuatnya pertumbuhan jaringan ikat yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada menjadi pemicu utama pectus excavatum. Akibatnya, tulang dada pun tumbuh ke dalam.

Namun, apa yang menyebabkan kuatnya pertumbuhan jaringan ikat tersebut? Belum diketahui secara pasti. Para ahli menduga, faktor keturunan mungkin berpengaruh.

Pectus excavatum dapat terjadi sebelum bayi lahir atau masih berada di dalam kandung. Namun, pada kasus lain, kondisi ini baru berkembang setelah bayi dilahirkan. Dan lebih sering menimpa pria dibanding wanita.

Meski belum diketahui secara pasti penyebabnya, kondisi pectus excavatum ini kerap muncul pada beberapa orang dengan gangguan medis tertentu, antara lain:

  • Sindrom marfan, yaitu suatu kelainan bawaan yang memengaruhi jaringan ikat.
  • Sindrom Ehler-Danlos, kelainan bawaan yang memengaruhi kulit, sendi, serta pembuluh darah.
  • Osteogenesis imperfecta, kelainan bawaan yang membuat tulang rapuh.
  • Sindrom Noonan, kelainan ini membuat penderitanya memiliki bentuk wajah yang tidak biasa, berperawakan pendek, ada kelainan jantung bawaan, serta pertumbuhan rusuk yang tidak normal.
  • Sindrom turner, suatu kelainan bawaan di mana bayi perempuan hanya terlahir dengan satu kromosom X.

Tanda dan gejala pectus excavatum

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, tentu saja gejala utama dari gangguan medis ini adalah masuknya tulang dada ke dalam tubuh. Adapun dalamnya cekungan tulang tersebut, sangat bervariasi. Umumnya, akan bertambah dalam seiring dengan bertambahnya usia.

Pada kondisi yang cukup parah, cekungan tulang dada tersebut dapat menekan paru-paru dan jantung. Akibatnya, penderita merasakan jantung yang berdetak lebih cepat, mengalami infeksi paru yang berulang, murmur jantung, batuk, kelelahan, dan performa saat beraktivitas berat seperti olahraga, akan menurun.

Pengobatan pectus excavatum

Penderita pectus excavatum yang mengalami gejala-gejala di atas tentu perlu berkonsultasi dengan dokter, untuk memperoleh cara yang paling tepat mengatasi kondisi tersebut.

Pada kondisi yang parah, dokter akan menyarankan orang dengan pectus excavatum untuk menjalani operasi. Kadang, operasi yang dilakukan perlu beberapa kali.

Untuk memperbaiki struktur tulang dada ini, terdapat dua jenis prosedur operasi yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Operasi nuss

Operasi nuss termasuk operasi perbaikan yang sifat invasifnya minimal. Pada prosedur ini, dokter bedah akan membuat sayatan kecil pada bagian dada. Selanjutnya, melalui sayatan kecil tersebut, dimasukkan sebuah logam lengkung yang dipasang di bawah tulang dada. Nantinya logam tersebut dapat mengangkat tulang dada kembali ke posisi normal.

Pada kasus tertentu, diperlukan lebih dari satu buah logam untuk memperbaiki kondisi tulang dada akibat pectus excavatum ini.

Logam tersebut akan diangkat dari dada pasien setelah 2 atau 3 tahun.

2. Operasi ravitch

Berbeda dengan operasi nuss, operasi ravitch merupakan operasi perbaikan terbuka. Dokter bedah akan membuat sayatan besar hingga tulang dada terlihat dengan jelas. Kemudian, beberapa tulang rawan akan diangkat dan diganti dengan logam.

Seperti halnya logam pada operasi nuss, logam pada operasi ravitch juga akan diangkat kembali dari dada pasien. Bedanya, dalam waktu yang lebih singkat, yaitu 6-12 bulan, logam tersebut sudah diangkat dari dada pasien.

Agar memperoleh hasil optimal, prosedur operasi sebaiknya dilakukan saat pasien pectus excavatum masih berusia remaja.

Read More

Inilah Obat Asma Yang Dapat Meredakan Gejala Asma

Asma adalah penyakit pernafasan kronis yang dapat menimbulkan saluran udara meradang dan menyempit sehingga dapat mengakibatkan manusia mengalami kesulitan dalam menghirup dan menghembus nafas. Oleh karena itu, obat asma adalah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Orang-orang yang mengalami gejala asma tidak dapat disembuhkan, namun gejala tersebut dapat dicegah. Ada berbagai macam obat asma yang dapat digunakan manusia, baik obat asma alami maupun obat asma medis.

Obat asma alami sebenarnya dapat Anda gunakan dari bahan-bahan untuk memasak makanan. Walaupun demikian, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu apakah aman untuk menggunakan bahan-bahan dapur sebagai obat untuk meredakan asma. Selain itu, tidak semua obat asma alami bekerja sepenuhnya.

Obat Asma Alami

Jika dokter menemukan bahan-bahan yang digunakan untuk meredakan asma dapat memberikan pengaruh baik pada kesehatan manusia, maka dokter akan memperbolehkan pasien untuk menggunakan bahan-bahan tersebut sebagai obat asma. Bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai obat asma adalah sebagai berikut:

  • Bawang putih

Bawang putih dapat dikonsumsi untuk mengurangi kolesterol jahat di dalam tubuh. Tidak hanya itu, bawang putih juga dapat digunakan untuk mencegah asma, karena memiliki kandungan anti radang yang dapat mengurangi peradangan pada saluran pernafasan.

  • Jahe

Ada beberapa manfaat yang diperoleh jahe, termasuk mengatasi masalah pencernaan dan sebagai anti peradangan. Selain itu, jahe dapat Anda gunakan untuk mencegah asma.

  • Kunyit

Kunyit bisa menjadi pilihan lain untuk mencegah asma karena memiliki kandungan anti alergi yang dapat mengurangi peradangan.

  • Madu

Madu adalah salah satu sumber yang tepat untuk mengatasi masalah tenggorokan. Tidak hanya itu, madu juga dapat Anda gunakan untuk meredakan asma.

  • Kafein

Menurut sebuah studi, kafein dipercaya dapat mencegah asma karena memiliki efek bronkodilator dimana efek tersebut dapat membuat otot di saluran pernafasan rileks sehingga membuat orang bernafas dengan mudah.

Tidak semua pilihan obat asma alami dapat membantu meredakan asma secara efektif, dan belum tentu jika penggunaan bahan tersebut aman bagi tubuh, khususnya jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap salah satu bahan tersebut.

Selain itu, para peneliti belum menemukan bukti bahwa obat asma alami dapat mencegah asma. Para peneliti juga memastikan bahwa penggunaan obat asma alami tidak menimbulkan efek samping karena penggunaan secara berlebihan.

Obat Asma Medis

Jika obat asma alami tidak efektif untuk pernafasan, maka Anda dapat gunakan obat asma medis. Obat asma medis bisa Anda gunakan dalam bentuk minuman, alat untuk dihirup, atau suntikan. Berikut adalah pilihan obat asma medis yang dapat Anda gunakan:

  • Kortikosteroid hirup

Kortikosteroid hirup dapat digunakan untuk mencegah asma tidak kambuh. Obat kortikosteroid hirup adalah obat asma yang digunakan dalam jangka panjang. Pasien perlu gunakan obat ini setiap hari.

Cara kerja obat kortikosteroid hirup adalah mencegah kekambuhan asma, mengurangi peradangan pada bagian saluran pernafasan, dan mengurangi produksi lendir.

  • Pengubah leukotrien (leukotriene modifiers)

Obat pengubah leukotrien digunakan untuk mencegah leukotrien yang dapat memicu serangan asma. Anda perlu minum obat pengubah leukotrien satu kali sehari.

  • Short-acting beta-agonist

Short-acting beta-agonist dapat digunakan untuk mencegah asma dengan melonggarkan otot-otot pada bagian saluran pernafasan.

  • Teofilin

Teofilin dapat digunakan untuk mencegah asma dengan melebarkan saluran pernafasan untuk membantu pasien bernafas dengan lancar.

  • Antikolinergik

Antikolinergik dapat digunakan untuk mencegah pengencangan otot pada bagian saluran pernafasan sehingga dapat menimbulkan asma.

Anda dapat bertanya kepada dokter untuk mengetahui informasi lebih mendalam tentang pilihan obat asma yang dapat digunakan. Jika Anda bingung memilih obat asma yang cocok untuk Anda, dokter akan memberikan pilihan sesuai kebutuhan Anda.

Read More