Category Penyakit

Mengenal Hematoma Epidural Yang Dapat Menyebabkan Kerusakan Otak

Hematoma epidural terjadi ketika segumpal darah terbentuk di ruang antara tengkorak dan lapisan penutup pelindung otak. Adanya trauma atau cidera lain pada kepala dapat membuat otak memantul di dalam tengkorak, yang dapat merusak lapisan internal, jaringan, dan pembuluh darah otak, dan menyebabkan pendarahan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan terbentuknya hematoma. Hematoma epidural dapat memberikan tekanan pada otak dan menyebabkan pembengkakan. Saat pembengkakan terjadi, otak dapat bergeser di dalam tulang tengkorak. Adanya tekanan dan kerusakan otak dapat memengaruhi kemampuan melihat, berbicara, bergerak, dan kesadaran. Jika tidak diobati, hematoma epidural dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan bahkan kematian.

Gejala dan penyebab hematoma epidural

Gejala yang dapat dirasakan akibat hematoma epidural akan bergantung pada tingkat keparahan kondisi tersebut. Gejala tersebut dapat muncul beberapa menit atau jam setelah cidera kepala terjadi. Ada kemungkinan Anda menderita hematoma epidural apabila Anda merasakan kebingungan, pusing, mengantuk, sakit kepala parah, mual, muntah, kejang, pembesaran pupil pada satu mata, hilangnya kemampuan melihat pada satu sisi, kelemahan pada satu bagian tubuh, dan sesak napas atau adanya perubahan pada pola bernapas Anda. Anda juga dapat kehilangan kesadaran selama beberapa saat atau menderita koma.

Hematoma epidural biasanya disebabkan karena adanya trauma atau cidera lain pada kepala. Misalnya, saat Anda terjatuh atau mengalami kecelakaan kendaraan atau olahraga yang mengakibatkan cidera otak, hal tersebut dapat menyebabkan hematoma epidural. Selain itu, Anda memiliki risiko yang tinggi menderita hematoma epidural apabila Anda sudah tua, memiliki kesulitan berjalan, pernah mengalami trauma atau cidera pada kepala, sedang dalam penggunaan obat-obatan pengencer darah, meminum alkohol (yang mana dapat meningkatkan risiko terjatuh atau kecelakaan lain), tidak memakai helm saat melakukan aktivitas-aktivitas yang berisiko, dan tidak memakai sabuk pengaman saat mengendarai mobil.

Diagnosa dan perawatan

Apabila dokter mencurigai seseorang menderita hematoma epidural, ia akan melakukan tes pencitraan, seperti pemindaian CT, MRI, atau electroencephalogram. Tes pemindaian ini dapat membantu dokter melihat adanya pendarahan di otak. Sementara itu, perawatan hematoma epidural akan tergantung pada tingkat keparahan cidera atau kesehatan keseluruhan seseorang, serta ada atau tidaknya penyakit dan cidera lain.

  • Operasi

Dalam banyak kasus, dokter akan melakukan satu atau dua prosedur bedah medis untuk membersihkan darah dari otak, dengan craniotomy digunakan untuk kasus hematoma parah. Dalam prosedur ini, sebagian tengkorak dilepas sementara agar dokter dapat mengangkat hematoma. Apabila hematoma epidural lebih kecil atau tidak parah, dokter akan merekomendasikan aspirasi. Aspirasi melibatkan pengeboran lubang kecil di tengkorak. Dokter kemudian akan menggunakan isapan untuk mengangkat hematoma.

  • Obat-obatan

Obat-obatan biasanya akan diresepkan sebelum dan sesudah operasi. Sebelum operasi, seseorang akan membutuhkan agen hyperosmotic, seperti mannitol, glycerol, dan hypertonic saline, untuk membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan di otak. Setelah operasi, dokter akan meresepkan obat-obatan anti kejang yang perlu diminum beberapa bulan hingga tahun sebagai bentuk perawatan pasca operasi. Dokter juga dapat merekomendasikan obat-obatan penghilang rasa sakit atau obat anti peradangan untuk membantu proses pemulihan.

Hematoma epidural berpotensi menjadi komplikasi yang mengancam nyawa setelah cidera kepala terjadi. Apabila tidak segera dirawat dan diobati, kerusakan otak permanen, cacat, dan bahkan kematian dapat terjadi akibat kondisi ini. Hubungi dokter apabila Anda menderita cidera kepala untuk mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Mengikuti rekomendasi dokter setelah perawatan juga dapat membantu memastikan Anda pulih dengan sempurna.

Read More

Penyebab dan Gejala Albinisme

Tanda-tanda albinisme umumnya tampak terlihat pada kulit, mata, dan rambut seseorang.

Albinisme merupakan gangguan genetik langka yang menyebabkan kulit, rambut, dan mata tidak atau sedikit memiliki warna. Albinisme sering dihubungkan dengan gangguan penglihatan. Menurut Organisasi Albinisme dan Hipopigmentasi Nasional, satu dari 18 ribu hingga 20 ribu orang di Amerika Serikat memiliki albinisme. Tanda-tanda albinisme umumnya tampak terlihat pada kulit, mata, dan rambut seseorang. Orang-orang dengan albinisme juga lebih sensitif terhadap efek sinar matahari, sehingga mereka memiliki risiko menderita kanker kulit. Meskipun kondisi albinisme tidak ada obatnya, orang-orang dengan kondisi ini dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan untuk melindungi kulit dan mata mereka, serta memaksimalkan penglihatan. 

Penyebab dan faktor risiko albinisme

Beberapa gen menyediakan instruksi untuk membuat satu atau beberapa protein yang terlibat dalam produksi melanin. Melanin diproduksi oleh sel yang disebut melanosit, yang banyak ditemukan di kulit, rambut, dan mata. Albinisme disebabkan oleh mutasi pada salah satu gen tersebut. Jenis albinisme yang berbeda-beda dapat terjadi, tergantung terutama pada mutasi gen mana yang menyebabkan gangguan albinisme. Mutasi tersebut dapat menghasilkan tidak adanya melanin sama sekali ataupun berkurangnya jumlah melanin dengan signifikan. Albinisme merupakan gangguan turunan yang ada saat seseorang lahir. Anak-anak memiliki risiko lahir dengan albinisme apabila mereka memiliki orang tua dengan kondisi serupa, ataupun orangtua yang membawa gen albinisme. 

Gejala albinisme

Tanda dan gejala albinisme melibatkan warna kulit, rambut, mata dan kemampuan melihat. 

  • Kulit

Bentuk albinisme yang paling mudah dikenali adalah kulit dan rambut yang berwarna putih, terutama bila dibandingkan dengan anggota keluarga lain. Pigmentasi kulit dan warna rambut pemilik albinisme tidak selamanya putih. Dalam beberapa kasus, rambut dapat berwarna cokelat atau hampir sama dengan rambut orang tua yang tidak memiliki albinisme. Dengan paparan sinar matahari, orang-orang albinisme dapat menderita bintik-bintik pada kulit, tahi lalat, lentigines, dan kulit terbakar matahari serta ketidakmampuan untuk menggelapkan kulit. Bagi beberapa orang dengan albinisme, pigmentasi kulit tidak akan pernah berubah. Bagi sebagian lain, produksi melanin akan bermula atau meningkat pada masa kanak-kanak dan remaja.

  • Rambut

Rambut albinisme dapat berwarna putih atau coklat. Orang-orang keturunan Asia atau Afrika dengan albinisme dapat memiliki rambut yang berwarna kuning, kemerahan, atau coklat. 

  • Mata

Bulu mata dan alis umumnya berwarna pucat. Warna mata bervariasi, mulai dari biru muda hingga coklat, dan dapat berubah saat seseorang bertambah dewasa. Kurangnya pigmen pada bagian berwarna mata (iris) membuat iris tembus cahaya. Hal ini berarti iris tidak bisa dengan sepenuhnya menghambat cahaya yang masuk ke mata. Oleh karena itu, mata yang berwarna terang dapat terlihat berwarna merah pada pencahayaan tertentu. 

  • Penglihatan

Gangguan penglihatan merupakan fitur utama semua jenis albinisme. Gangguan mata tersebut di antaranya adalah sensitivitas terhadap cahaya (photophobia), rabun jauh atau dekat yang ekstrim, nystagmus, perkembangan retina yang tidak normal dan menyebabkan berkurangnya penglihatan, persepsi kedalaman yang buruk, sinyal saraf dari retina ke otak tidak mengikuti jalur saraf yang biasanya, astigmatisme atau pandangan yang buram dan kabur, serta kebutaan. 

Tidak ada obat untuk albinisme. Namun, perawatan yang tersedia dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan dan mencegah kerusakan akibat sinar matahari. Beberapa perawatan tersebut meliputi kacamata hitam untuk melindungi mata dari sinar UV, pakaian dan tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar UV, kacamata untuk mengatasi gangguan penglihatan, dan operasi otot mata untuk mengatasi gerakan mata yang tidak normal. 

Read More

Anda Alergi Udang? Ketahui dengan Cara Berikut Ini

Udang merupakan salah satu makanan laut yang umum dikonsumsi. Rasanya yang lezat membuat semua orang menyukainya.

Namun, ada beberapa orang yang alergi udang. Tak jarang, mereka baru mengetahuinya setelah mencicipi hidangan udang yang lezat.

Lalu bagaimana caranya untuk mengetahui seseorang alergi terhadap hewan bercangkang ini?

Alergi udang dan kerang-kerangan

Alergi udang merupakan alergi makanan yang paling umum terjadi. Meski dapat dialami oleh segala jenis usia, alergi ini lebih mungkin berkembang di masa dewasa dibandingkan anak-anak.

Pada anak-anak, anak laki-laki lebih mungkin mengalami alergi udang dibandingkan perempuan.

Seseorang yang alergi terhadap udang biasanya juga alergi dengan hewan bercangkang lainnya. Namun ada juga beberapa orang yang hanya alergi terhadap salah satunya.

Terdapat dua jenis kerang-kerangan:

  • Krustasea: Udang, kepiting, lobster
  • Moluska: Kerang, remis, tiram, cumi-cumi, gurita

Alergi udang sama seperti alergi makanan lainnya. Hal ini merupakan bentuk respon tubuh terhadap protein dalam makanan tertentu.

Gejala alergi udang dan kerang-kerangan

Gejala alergi udang biasanya tampak dalam beberapa menit hingga satu jam setelah konsumsi. Adapun gejala alergi yang umum yaitu:

  • Ruam dan gatal, termasuk biduran atau eksim (dermatitis atopik)
  • Bengkak pada area tubuh tertentu, seperti bibir, wajah, dan lidah
  • Sesak napas
  • Sakit perut
  • Diare
  • Muntah
  • Pusing

Pada kasus yang parah, alergi dapat berakibat fatal yang mengancam jiwa yaitu anafilaksis. Anafilaksis hanya dapat diatasi oleh perawatan medis.

Tanda-tanda anafilaksis meliputi sesak napas, detak jantung tidak teratur, batuk, muntah, dan tenggorokan bengkak. Anda berisiko tinggi mengalami anafilaksis jika memiliki riwayat asma atau pernah mengalami kondisi serupa akibat konsumsi makanan lain.

 Mendiagnosa alergi udang

Jika setelah mengonsumsi udang terdapat beberapa gejala diatas, ada baiknya untuk segera ke dokter untuk mendapat diagnosa lebih lanjut.

Secara medis, terdapat dua cara untuk mengonfirmasi apakah Anda memiliki alergi udang atau tidak. Dokter akan merekomendasikan salah satu dari dua cara berikut:

  • Tes kulit

Pada tes ini, Anda akan disuntik cairan protein yang terkandung di dalam udang. Jika terdapat alergi, kulit Anda akan menghasilkan benjolan di lokasi Anda disuntik.

  • Tes darah

Tes darah disebut juga dengan tes antibodi IgE spesifik alergen atau tes radioallergosorbent (RAST). Tes ini bertujuan untuk respon sistem kekebalan tubuh terhadap protein kerang.

Pada tes ini, jumlah antibodi Anda diukur melalui kadar imunoglobulin E (IgE) di darah Anda.

Jika Anda terkonfirmasi positif alergi udang, siap-siap ucapkan selamat tinggal pada hidangan laut yang lezat ini.

Pencegahan dan Pengobatan

Cara yang paling aman mencegah reaksi alergi adalah menghindari konsumsi udang. Suplemen nutrisi, bumbu penyedap instan, dan makanan kalengan dapat mengandung udang dan kerang-kerangan. Periksalah label kemasan pada setiap produk makanan dan minuman yang hendak Anda konsumsi.

Pengobatan dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan alergi. Untuk mengatasi reaksi alergi yang ringan, dokter akan meresepkan antihistamin untuk mengatasi ruam dan gatal. Jika Anda mengalami anafilaksis, Anda akan diberikan perawatan darurat berupa suntikan epinefrin.

Jika Anda berisiko mengalami reaksi alergi yang parah, disarankan untuk selalu membawa suntik epinefrin setiap saat.

Catatan

Alergi udang dapat terjadi pada siapa saja, bahkan pada orang yang belum pernah mengonsumsi udang sebelumnya. Reaksi alergi tak hanya muncul akibat konsumsi. Pada beberapa orang, reaksi muncul hanya setelah menyentuh atau menghirup aroma udang.

Jika Anda mendapati reaksi alergi, segeralah periksakan ke dokter untuk diagnosis lebih lanjut. Jika tidak segera diobati, reaksi alergi dapat memburuk.

Read More

Gejala Endokarditis dan Penyebabnya

Endokarditis merupakan infeksi pada lapisan dalam jantung

Endokarditis adalah infeksi pada endokardium, yaitu lapisan bagian dalam jantung. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh masuknya bakteri ke aliran darah, yang kemudian menginfeksi bagian jantung yang rusak. Bila kondisi ini tidak segera ditangani, endokarditis dapat merusak katup jantung, dan memicu komplikasi yang berbahaya. Endokarditis bisa berkembang secara bertahap atau tiba-tiba. 

Gejalanya yang mirip dengan flu membuat kondisi ini sering kali diabaikan dan tidak diketahui. Padahal jika tidak segera mendapat penanganan, endokarditis dapat merusak atau menghancurkan katup jantung hingga menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Gejala penyakit ini dapat bervariasi pada setiap penderitanya. Akan tetapi, gejala endokarditis yang umum terjadi, yaitu:

  1. Demam
  2. Menggigil
  3. Bising jantung, yaitu suara yang dihasilkan oleh darah yang mengalir deras melalui jantung
  4. Kelelahan
  5. Nyeri sendi dan otot
  6. Kulit pucat
  7. Mual atau nafsu makan menurun
  8. Begah di bagian kiri atas perut
  9. Berkeringat di malam hari
  10. Sesak napas
  11. Nyeri dada saat bernapas
  12. Pembengkakan pada kaki, tungkai, atau perut.

Endokarditis juga bisa menyebabkan gejala yang lebih jarang terjadi, seperti berat badan turun tiba-tiba, darah dalam urine, nyeri pada limpa (di bawah tulang rusuk sisi kiri tubuh), bintik merah di telapak kaki atau telapak tangan, dan bintik-bintik ungu pada kulit, putih mata, atau dalam mulut.

Penyebab endokarditis

Sebagian besar kasus endokarditis disebabkan oleh pertumbuhan berlebih bakteri tertentu. Bakteri yang hidup di mulut, tenggorokan, atau bagian tubuh lain, seperti kulit dan usus, terkadang dapat menyebabkan endokarditis. Tak hanya itu, jamur dan mikroorganisme lain juga bisa menjadi penyebab kondisi ini. Kuma yang menyebabkan endokarditis dapat memasuki aliran darah dan menempel pada endokardium melalui beberapa hal berikut ini:

  1. Makan dan minum

Tanpa disadari, makanan dan minuman yang Anda konsumsi bisa jadi telah terkontaminasi kuman. Akibatnya, kuman masuk ke dalam aliran darah dan dapat menyebabkan endokarditis.

  1. Aktivitas oral

Aktivitas oral, seperti menyikat gigi atau aktivitas yang menyebabkan gusi berdarah, memungkinkan bakteri masuk ke aliran darah. Kondisi ini lebih mungkin terjadi apabila gigi dan gusi Anda tidak sehat.

  1. Memiliki infeksi atau kondisi medis lain

Jika Anda memiliki infeksi, bakteri bisa menyebar dengan mudah dan memasuki aliran darah. Tak hanya itu, kondisi medis lain, seperti penyakit gusi, infeksi menular seksual, atau gangguan usus tertentu, juga bisa mendorong bakteri masuk ke aliran darah dan menempel pada endokardium.

  1. Penggunaan kateter

Bakteri dapat memasuki tubuh melalui kateter, yakni tabung tipis yang terkadang digunakan dokter untuk menginjeksi atau mengeluarkan cairan dari tubuh. Kondisi ini lebih mungkin terjadi apabila kateter dipasang untuk waktu yang lama.

  1. Jarum tato atau tindik

Bakteri penyebab endokarditis juga dapat memasuki aliran darah melalui jarum yang digunakan untuk membuat tato atau tindik di badan.

  1. Suntikan narkoba

Penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi memungkinkan bakteri masuk ke dalam aliran darah. Hal ini lebih mungkin terjadi pada para pengguna narkoba.

  1. Melakukan prosedur gigi tertentu

Beberapa prosedur perawatan gigi yang dapat melukai gusi dapat mengakibatkan bakteri masuk ke aliran darah.Kuman lebih mudah menempel pada lapisan jantung apabila permukaannya kasar. Anda juga lebih mungkin terkena endokarditis jika katup jantung bermasalah atau rusak. Akan tetapi, meski tergolong tidak umum, kondisi ini terkadang dapat terjadi pada individu yang jantungnya baik-baik saja.

Read More

Langkah Ampuh Pulihkan Diare Tanpa Obat Diare

Langkah Ampuh Pulihkan Diare Tanpa Obat Diare

Diare merupakan penyakit umum yang dapat dialami tiap orang. Setidaknya dalam setahun, seseorang dapat beberapa kali mengalami jenis penyakit ini. Diare sendiri merupakan kondisi ketika frekuensi buang air besar (BAB) Anda meningkat daripada pada biasanya. Umumnya ketika mengalami diare, Anda akan BAB lebih dari 3 kali sehari. 

Tidak hanya intensitas yang meningkat, konsistensi feses juga berubah. Feses ketika diare cenderung bertekstur lembek bahkan dapat berupa cairan saja. Namun tidak perlu khawatir, gejala seperti ini biasanya hanya berlangsung selama 2—3 hari. Anda pun tidak perlu panik dan langsung meminum obat diare ketika mengalami kondisi masalah pencernaan ini. 

Mengobati dari Rumah 

Mengobati diare tidak harus selalu pergi ke dokter untuk mendapatkan resep obat diare. Kondisi pencernaan yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang tersebar lewat makanan dan minuman ini dalam kondisi umum dapat ditangani dari rumah saja. Berikut adalah beberapa langkah ampuh yang dapat memulihkan kondisi pencernaan Anda tanpa harus mengonsumsi obat-obatan farmasi. 

  • Perbanyak Asupan Cairan 

Bukan berarti karena diare membuat konsistensi feses dapat berupa cairan jadi Anda memilih untuk mengurangi minum selama diare. Padahal untuk memulihkan kondisi pencernaan karena diare, Anda seharusnya memperbanyak asupan cairan. Pastikan cairan yang Anda minum lebih ke arah mineral, bukan minuman berkafein ataupun beralkohol. 

  • Hindari Produk Susu 

Susu dan produk susu dapat membuat enzim pencernaan meningkat sehingga menambah frekuensi BAB. Tentu frekuensi yang bertambah membuat diare Anda tidak kunjung pergi. 

  • Konsumsi Yogurt 

Pengecualian untuk produk susu yang sudah difermentasi, Anda boleh menyantapnya selama diare. Ini karena yogurt mengandung bakteri baik seperti Lactobacillu acidophilus dan Bifidobacterium yang dapat membantu memusnahkan bakteri jahat penyebab diare di usus Anda. 

  • Minimalkan Sayuran Hijau 

Sayuran hijau memang sehat untuk tubuh, namun bukan penanganan yang tepat untuk diare. Sayur-sayuran berwarna hijau memiliki kandungan gas tinggi yang cenderung membuat perut kembung dan memperburuk kondisi diare Anda. 

  • Tenangkan dengan Pisang

Pisang merupakan buah paling jitu yang dapat menenangkan gejala diare. Jenis buah yang satu ini memiliki kandungan pektin yang dapat memperkeras kotoran. Dengan demikian, feses Anda perlahan tidak akan terlalu lunak lagi. 

  • Stok Makanan Olahan 

Makanan olahan seperti sosis, bakso, sampai pizza memang menggiurkan, namun tidak cocok disantap ketika Anda sedang diare. Makanan olahan cenderung tinggi lemak, gula, dan garam yang bisa membuat usus teriritasi dan memperparah gejala diare. 

Kondisi Serius 

Umumnya dengan beristirahat dan menggunakan langkah-langkah penanganan alami dari rumah, diare akan cepat pulih tidak dalam 3 hari. Namun dalam beberapa kasus, tingkat diare yang Anda rasakan dapat semakin parah. 

Anda mesti memahami kapan waktu untuk pergi ke dokter dan meminum obat diare jika penanganan alami tidak kunjung mempan. Jika merasakan beberapa kondisi di bawah ini, segeralah lakukan kedua hal tersebut. 

  • Feses Hitam 

Diare hanya mengubah tekstur feses, bukan warna. Jika ketika diare warna feses ikut berubah dan menjadi hitam, segeralah untuk mengonsumsi obat diare dan pergi ke dokter. 

  • Demam Tinggi 

Diare yang parah dapat menyebabkan Anda mengalami demam. Suhu tubuh Anda bisa mencapai di atas 38 derajat Celsius dengan durasi lebih dari 24 jam. 

  • Mual dan Muntah 

Diare yang diikuti mual dan muntah dapat memperburuk kondisi tubuh. Ini karena Anda akan kesulitan mengganti cairan yang hilang karena BAB yang terlalu sering. 

  • Nyeri Perut Parah 

Diare dapat berpengaruh ke kondisi perut Anda. Umumnya, sakit perut saat diare hanya terasa ketika Anda BAB. Namun jika Anda sudah merasakan nyeri perut parah sepanjang waktu, artinya kondisi Anda cukup serius. 

  • Sulit Buang Air Kecil 

Kondisi diare yang parah dapat membuat Anda kesulitan buang air kecil. Ini karena cadangan cairan dalam tubuh terus berkurang. 
Sebagai langkah awal ketika menjumpai kondisi serius, cobalah untuk mengonsumsi obat diare berjenis metoclopramide dan cisapride. Setelah itu, jangan lupa kontrol ke dokter untuk memastikan kondisi tubuh Anda secara lebih rinci.

Read More

Prosedur Varicose Vein Stripping

Varicose vein stripping adalah prosedur bedah untuk mengangkat varises dari kaki atau paha.

Varises merupakan gangguan yang muncul ketika pembuluh darah vena membesar, melebar dan terjadi penumpukan darah. Kondisi ini biasanya ditandai dengan pembuluh berwarna merah atau ungu kebiruan yang bengkak dan menonjol di bawah kulit. Untuk mengatasi kondisi ini dilakukan prosedur bedah mengangkat varisus dari kaki atau paha disebut dengan varicose vein stripping.

Gangguan ini muncul ketika pembuluh darah vena tidak berfungsi secara normal, vena memiliki katup satu arah yang mencegah darah mengalir kembali ke arah yang sama. Katup yang tidak berfungsi normal seperti lemah ata rusak bisa membuat adanya penumpukan darah pada pembuluh darah dan tidak mengalir ke jantung.

Prosedur Varicose Vein Stripping

Prosedur operasi ini mampu mengatasi varises dan membantu mencegahnya kembali, prosedur ini dikenal juga sebagai stripping vena dengan ligasi, avulsi atau ablasi. Beberapa kondisi akan direkomendasikan dokter untuk dapat menjalani operasi ini, seperti misalnya pasien merasakan sakit yang konstan, berdenyut dan nyeri terjadi di kaki.

Kemudian munculnya luka dan ulkus pada kulit pasien yang diakibatkan tekanan di pembuluh darah yang terlalu kuat. Lalu, munculnya gumpalan darah atau pembengkakan di pembuluh darah disertai dengan terjadinya pendarahan dari pembuluh darah. Selain itu, operasi ini juga dilakukan dengan tujuan pasien ingin memperbaiki penampilan kaki.

Pelaksanaan operasi ini biasanya dilakukan sebagai rawat jalan, artinya pasien bisa langsung pulang di hari yang sama setelah melakukan prosedur operasi. Prosedur ini biasanya memakan waktu selama 60 hingga 90 menit, selama jalannya operasi dokter akan melakukan beberapa tahapan operasi seperti berikut ini.

  • Pasien kemungkinan mendapat bius total atau spinal agar tidak merasakan sakit selama prosedur berlangsung.
  • Dokter akan membuat sayatan kecil di kaki sebanyak dua hingga tiga titik, sayatan biasanya dilakukan di dekat bagian atas, tengah dan bawah pembuluh darah yang rusak.
  • Satu sayatan di pangkal paha, sayatan lain akan lebih jauh ke bawah kaki baik di betis atau pergelangan kaki.
  • Dokter lalu akan menyambung sebuah kawat plastik tipis yang fleksibel ke dalam vena melalui pangkal paha dan mengarahkan kawat melalui vena ke arah potongan lain bagian bawah.
  • Kawat plastik kemudian diikat pada vena dan ditarik keluar melalui potongan yang lebih rendah, sehingga vena ikut tertarik keluar dengan kawat.
  • Jika pasien memiliki pembuluh darah yang rusak di dekat permukaan kulit lain, dokter akan membuat sayatan di atas untuk menghilangkan atau mengikatnya, tindakan ini disebut flebotomi.
  • Setelah selesai, dokter akan menutup sayatan dengan menjahitnya. Kaki akan dipasangi perban dan stoking kompresi setelah prosedur selesai dilakukan.

Pasca menjalani prosedur ini rasa sakit pada kaki akan berkurang karena varises telah diangkat, selain itu penampilan kaki juga terlihat lebih baik atau indah ketimbang sebelumnya. Varicose vein stripping merupakan prosedur yang tergolong aman, tetapi tindakan medis ini tetap memiliki risiko umum yang diakibatkan dari anestesi dan pembedahan.

Risiko yang muncul pada umumnya seperti reaksi terhadap obat-obatan, masalah pernapasan, pendarahan, darah menggumpal dan munculnya infeksi. Ada pula risiko khusus yang diakibatkan prosedur ini dan biasanya jarang terjadi, seperti memar atau jaringan parut, cedera saraf hingga munculnya kembali varises.

Perlu diketahui bahwa sebelum melakukan prosedur ini, dokter akan terlebih dulu melakukan pemeriksaan fisik guna menentukan letak katup yang tidak bekerja. Dokter juga mungkin akan menggunakan alat ultrasonografi genggam, tujuannya agar bisa melihat pembuluh darah dan katup pasien dengan lebih baik.

Read More

Penyebab Prostatitis Jadi Pembeda Masing-Masing Jenis

Penyebab prostatitis dapat berupa infeksi bakteri

Prostat adalah sesuatu yang penting dalam tubuh manusia. Keberadaanya mampu menjamin seorang pria bisa bereproduksi dengan baik. Namun, ada banyak masalah yang bisa menyerang prostat, termasuk prostatitis. Kenali penyebab prostatitis agar pria bisa menghindari kondisi tersebut.

Prostatitis adalah kondisi yang terjadi ketika kelenjar prostat mengalami peradangan. Andai kondisi itu terjadi, banyak masalah yang akan dihadapi pria terkait dengan organ seksualnya. Sebab kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Posisinya berdekatan dengan kandung kemih dan penis. Tak heran jika terjadi prostatitis, pria akan mengalami sakit saat buang air kecil, sering atau malah sulit buang air kecil, hingga perdarahan pada urine.

Prostatitis dapat terjadi pada semua pria dari segala usia. Namun umumnya, kondisi ini terjadi pada pria di bawah usia 50 tahun. Berbeda dengan kanker prostat atau pembesaran kelenjar prostat yang cenderung dialami oleh pria berusia lanjut.

Secara garis besar ada tiga jenis prostatitis yang bisa dialami oleh pria. Jenis tersebut dibagi berdasarkan penyebab terjadinya kondisi. Dengan begitu dapat dipahami juga jika ada tiga penyebab prostatitis yang umum terjadi, di antaranya:

  • Prostatitis Bakteri Akut

Meski tak selalu, tetapi kebanyakan penyebab prostatitis ini terjadi karena infeksi bakteri E. coli dan Pseudomonas. Gejala prostatitis yang terjadi akibat bakteri akut ini biasanya berat. Selain gejala-gejala umum, pengidap biasanya akan mengalami demam, mual, dan menggigil. 

Pengidap prostatitis bakteri akut biasanya memerlukan perawatan lebih lanjut. Jika tidak, gejala yang muncul akan semakin parah seperti, abses pada prostat, infeksi saluran kemih, dan penutupan aliran urine.

  • Prostatitis Bakteri Kronis

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi saluran kemih yang kambuh dan infeksi tersebut telah memasuki kelenjar prostat. Gejalanya masih sama dengan prostatitis bakteri akut. Namun, gejala pada prostatitis jenis ini lebih ringan dan dapat berubah-ubah intensitasnya. Perbedaan lain antara prostatitis bakteri akut dan bakteri kronis adalah proses terjadinya. Jika prostatitis bakteri aku terjadi secara tiba-tiba, prostatitis bakteri kronis terjadi secara perlahan.

  • Prostatitis Non-Bakteri atau Sindrom Nyeri Panggul

Prostatitis jenis ini adalah yang paling sering dijumpai, dengan 90 persen kasus. Hanya 5 dari 10 persen kasus prostatitis yang disebabkan oleh bakteri infeksi. Gejalanya berupa sakit pada kemih dan genital selama tiga sampai enam bulan. 

Karena belum jelas penyebab dari kondisi ini, gejala yang ditimbulkan pun pada akhirnya hanya membuat pengidapnya menjadi sedikit bingung. Jika tidak diperiksakan langsung ke tenaga medis yang kompeten, mereka tak dapat memastikan apakah prostatitis yang dideritanya masuk ke dalam jenis non-bakteri atau karena peradangan kronis yang terjadi pada kandung kemih.

***

Penyebab prostatitis itu nantinya akan mempengaruhi proses dan prosedur penyembuhan yang dilakukan tenaga medis. Sebab tenaga medis harus mencari akar masalah sebelum menuntaskannya.

Prostatitis yang terjadi lantaran infeksi bakteri pasti akan diatasi dengan pemberian antibiotik. Adapun jenis antibiotik yang diberikan bakal disesuaikan dengan bakteri penginfeksinya. Metode pemberian antibiotiknya pun beragam, tergantung kondisi pasien.

Apabila pasien menunjukkan gejala prostatitis yang parah, antibiotik dapat diberikan secara intravena. Pasien juga akan mengonsumsi antibiotik oral selama 4-6 minggu. Namun, untuk kasus prostatitis kronis atau yang terus-menerus kambuh, konsumsi antibiotik dapat lebih lama.

Mengenali penyebab prostatitis menjadi penting dalam kondisi ini. Aktivitas itu berfungsi sejak jauh sebelum terjadinya masalah hingga ketika masalah itu terjadi dan harus diobati. Oleh karenanya, mungkin artikel ini bisa bermanfaat karena menyajikan beberapa kemungkinan penyebab prostatitis.

Read More

Polimiositis, Penyakit Otot Yang Membuat Sulit Bergerak

Polimiositis adalah penyakit yang menyerang otot rangka

Polimiositis adalah penyakit yang menyebabkan otot rangka, otot yang memungkinkan tubuh Anda bergerak menjadi teriritasi dan meradang.

Penyakit ini menyebabkan kelemahan otot yang mempengaruhi kedua sisi tubuh Anda.  Memiliki kondisi ini dapat membuat Anda sulit untuk naik tangga, bangkit dari posisi duduk, mengangkat benda atau mencapai atas kepala.

Polimiositis jarang menyerang orang yang berusia di bawah 18 tahun. Sebagian besar, kondisi ini mempengaruhi orang yang berusia 31 hingga 60 tahun.

Otot-otot yang paling dekat dengan pusat tubuh, yang dikenal sebagai otot proksimal, cenderung yang paling sering dipengaruhi oleh polimiositis. Kelemahan otot yang terkait dengan polimiositis melibatkan otot-otot yang paling dekat dengan batang tubuh, seperti yang ada di pinggul, paha, bahu, lengan atas, dan leher.

Kelemahan memengaruhi sisi kiri dan kanan tubuh Anda, dan cenderung memburuk secara bertahap. Berikut adalah gejala umum dari polimiositis:Nyeri otot dan kekakuan

  • Kelemahan otot, terutama di daerah perut, bahu, lengan atas, dan pinggul
  • Nyeri dan kekakuan sendi
  • Kesulitan mengatur nafas Anda
  • Masalah dengan menelan
  • Irama jantung tidak teratur, yang dapat berkembang jika otot jantung meradang

Polimiositis tidak dapat disembuhkan, tetapi beberapa perawatan dapat mengurangi gejala Anda. Obat kortikosteroid adalah pengobatan utama untuk polimiositis. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat khusus yang menumpulkan sistem kekebalan tubuh dan membantu mengurangi peradangan Anda.

Terapi fisik dan olahraga teratur juga dapat membantu. Pendekatan-pendekatan ini dapat membantu menjaga otot Anda tidak menyusut, atau menjadi berhenti berkembang, dan dapat membantu mempertahankan kekuatan Anda.

Polimiositis dapat mempersulit Anda dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Anda disarankan untuk segera mencari pertolongan medis, jika Anda mengembangkan kelemahan otot yang tidak dapat dijelaskan.

Read More

Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Kanker Laring

Kanker laring adalah satu jenis kanker langka di mana sel-sel ganas tumbuh di laring atau kotak suara. Merokok dan minum alkohol merupakan faktor risiko utama penyakit kanker laring. Menurut Lembaga Kanker Amerika, diperkirakan ada sekitar lebih dari 12 ribu kasus kanker laring baru dengan 3500 kematian. Mereka juga menyatakan bahwa jumlah orang yang menderita kanker laring kian menurun sekitar 2 hingga 3 persen setiap tahunnya karena jumlah orang yang merokok juga turut menurun. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang perlu Anda ketahui seputar kanker laring.

Apa itu kanker laring dan apa saja gejalanya?

Kanker laring terjadi di laring atau kotak suara. Laring merupakan sebuah lorong segitiga pendek yang terletak di bawah faring di leher. Laring memiliki lebar sekitar 5 cm. Laring memiliki tiga bagian utama, yaitu:

  • Glotis, bagian di tengah laring yang berisi pita suara
  • Supraglotis, jaringan di atas glottis
  • Subglostis, jaringan di bawah glottis yang tersambung dengan trakea, yang berfungsi membawa udara ke paru-paru

Kanker dapat terbentuk di bagian manapun di laring. Namun, umumnya kanker akan berawal di glottis. Apabila kanker laring menyebar, kondisi ini dapat memengaruhi kelenjar getah bening di dekatnya, terutama di bagian leher. Sel-sel kanker tersebut juga dapat menyebar ke bagian belakang lidah, bagian tenggorokan dan leher lain, paru-paru, dan bagain manapun di tubuh. Saat hal ini terjadi, dan tumor tumbuh di daerah baru, tumor tersebut akan mengandung sel tidak normal yang sama dengan tumor asal di laring. Dokter akan mendiagnosa kondisi tersebut sebagai kanker laring metastatik.

Anda perlu mewaspadai kemungkinan adanya kanker laring apabila Anda memiliki gejala seperti batuk yang tidak kunjung reda, tenggorokan yang meradang, suara serak, benjolan tidak normal di leher atau tenggorokan, kesulitan atau adanya rasa sakit saat menelan, sering tersedak makanan, kesulitan bernapas, rasa sakit pada telinga dan sensasi tidak biasa pada daerah sekitar telinga, turunnya berat badan secara drastis, dan bau mulut yang tidak sedap.

Faktor risiko kanker laring

Merokok merupakan faktor risiko utama terjadinya kanker laring. Kematian akibat kanker laring lebih sering dijumpai pada orang-orang yang merokok dibandingkan dengan yang tidak. Para perokok pasif juga memiliki faktor riisko yang tinggi menderita kanker laring. Selain itu, konsumsi alkohol dalam jumlah yang sedang atau tinggi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Lembaga Kanker Amerika menyatakan bahwa mereka yang minum satu atau lebih alkohol setiap harinya, terutama apabila mereka juga turut merokok, memiliki risiko yang lebih tinggi dalam menderita kanker jenis ini. Faktor risiko lain termasuk kurangnya asupan nutrisi tertentu dan defisiensi vitamin, virus HPV, berusia lebih dari 40 tahun, riwayat kesehatan dengan kanker leher atau kepala, sistem kekebalan tubuh yang lemah, paparan terhadap zat-zat kimia tertentu, dan berjenis kelamin laki-laki (laki-laki empat kali lebih berisiko untuk menderita kanker laring dibandingkan dengan wanita).

Faktor genetik juga memiliki peran tertentu dalam perkembangan kanker laring. Apabila salah satu anggota keluarga memiliki kanker laring, Anda juga memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita penyakit serupa. Mereka yang memiliki anemia Fanconi, yang mana merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan gangguan darah pada anak-anak, dan dyskeratosis congenita, sebuah sindrom yang memengaruhi kulit, kuku, dan darah, memmiliki risiko lebih tinggi untuk menderita berbagai jenis kanker leher dan kepala.

Read More

Inversio Uteri, Komplikasi Persalinan Yang Mengancam Nyawa

Inversio uteri merupakan sebuah komplikasi pasca melahirkan yang berpotensi untuk mengancam nyawa. Biasanya, plasenta terlepas dari uterus dan keluar lewat vagina sekitar setengah jam setelah bayi lahir. Dalam kasus inversi uteri, plasenta tetap menempel dan saat keluar membuat rahim menjadi tertarik dan terbalik. Umumnya, dokter secara manual akan melepas plasenta dan mendorong rahim ke posisi semula. Terkadang, operasi perut dibutuhkan untuk memposisikan ulang rahim. Inversio uteri diperkirakan dapat terjadi pada 1 hingga 2 ribu dari beberapa ratus ribu persalinan. Tingkat kelangsungan hidup untuk mereka yang menderita kondisi ini adalah 85 persen, dengan kasus kematian disebabkan oleh pendarahan masif (haemorrhage) dan syok.

Faktor risiko dan jenis inversio uteri

Beberapa faktor yang diasosiasikan dapat meningkatkan risiko inversio uteri di antaranya adalah persalinan yang buruk dan memakai waktu lama (lebih dari 24 jam), penggunaan magnesium sulfat relaksan otot saat proses persalinan, tali pusar yang pendek, menarik tali pusar dengan terlalu keras guna mempercepat keluarnya plasenta (terutama apabila plasenta menempel pada fundus), dan kelainan bawaan atau kelemahan rahim. Sementara itu, inversion uteri dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:

  • Inversio tidak komplit, adalah kondisi di mana atas rahim (fundus) telah kolaps, namun rahim tidak keluar dari serviks
  • Inversio komplit, adalah kondisi di mana rahim terbalik dan keluar dari serviks
  • Inversio prolaps, kondisi di mana fundus rahim keluar dari vagina
  • Inversio total, baik rahim dan vagina menonjol dengan terbalik (hal ini lebih sering terjadi pada kasus kanker dibandingkan dengan persalinan)

Penyebab dan gejala inversio uteri

Para ilmuwan masih belum paham betul penyebab inversio uteri, namun faktor risiko seperti rahim yang tidak normal dan lemah serta tali pusar yang pendek dihubungkan dapat meningkatkan risiko kondisi ini. Apabila dokter menarik tali pusar guna mengambil plasenta dengan keras, hal ini dapat menyebabkan inversio uteri. Tali pusar tidak boleh ditarik dengan paksa, dan plasenta harus diurus dengan perlahan dan hati-hati. Dalam kasus plasenta yang belum keluar dalam 30 menit setelah persalinan, pengangkatan manual dengan paksa ada baiknya dihindari, karena dapat menyebabkan pendarahan ataupun infeksi pada ibu. Saat inversio uteri terjadi, ibu dapat merasakan beberapa gejala seperti pusing, sakit kepala, tubuh terasa lelah, dan sesak napas.

Pelepasan plasenta dan naiknya risiko kehamilan berikutnya

Baik plasenta perlu dilepas sebelum atau sesudah memposisikan ulang rahim tergantung pada kondisi ibu dan preferensi petugas medis rumah sakit. Misalnya, plasenta dapat membengkak oleh darah sehingga berukuran terlalu besar untuk dapat didorong lewat serviks. Hal ini berarti plasenta perlu dilepas secara manual, atau rahim (dan plasenta yang menempel) harus diposisikan ulang lewat operasi. Beberapa dokter percaya bahwa melepas plasenta sebelum memposisikan ulang uterus dapat meningkatkan risiko pendarahan atau haemorrhage. Dalam kasus ini, pilihan perawatan yang terbaik adalah dengan melakukan operasi.

Seorang wanita yang pernah mengalami inversio uteri memiliki risiko lebih tinggi kondisi ini akan terulang terjadi pada kehamilan berikutnya. Apabila Anda memiliki dokter baru (berbeda dengan dokter yang menangani kasus inversio uteri pertama Anda), beritahu tentang komplikasi yang Anda miliki, sehingga mereka dapat memasukkan tindakan pencegahan di ruang persalinan, misalnya dokter akan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, seperti anestesi. Inversio uteri merupakan sebuah komplikasi persalinan yang fatal dan berbahaya, sehingga sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan bantuan ahli pada proses melahirkan buah hati.

Read More