Jenis-jenis Mikosis dan Cara Mencegahnya

Tahukah Anda bahwa jamur ternyata tidak hanya hidup di tanah, air, serta udara. Tapi jamur juga hidup secara alami di dalam tubuh manusia. Ada jamur baik, ada juga yang berbahaya. Jika jamur yang berbahaya menginfeksi tubuh, maka akan menyebabkan Mikosis.

Mikosis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh manusia sedang lemah dan terganggu. Jamur ini sulit dibunuh karena mereka dapat bertahan hidup dan akan menginfeksi lagi.

Gejala umum infeksi jamur alias mikosis ini yaitu adanya perubahan pada kulit, kulit merah atau mengelupas, serta gatal. Gejala ini sebenarnya bergantung pada jenis infeksi jamur yang menjangkiti.

Jenis-jenis Mikosis

Secara umum, ada beberapa jenis dari infeksi jamur yang terjadi, yaitu:

  • Kutu Air (Athlete’s Foot)

Infeksi jamur yang paling sering menyerang kaki adalah kutu air atau disebut juga tinea pedis atau Athlete’s foot. Jamur akan tumbuh sempurna pada lingkungan yang lembap dan hangat. Misalnya kaus kaki dan sepatu, ruang ganti, serta peralatan olahraga. Biasanya paling banyak ditemukan di daerah yang memiliki iklim yang hangat dan musim panas. Sebab, jamur akan  mudah dan cepat berkembang biak di tempat hangat.

Gejalanya dapat berupa:

  • Telapak kaki atau bagian pinggir kaki pecah-pecah
  • Kulit yang terinfeksi jamur akan lunak karena lapisannya sudah mulai rusak
  • Ada sensasi terbakar, perih, dan terasa gatal di daerah yang terinfeksi kutu air
  • Kulit akan kemerahan, terkelupas, dan lecet

Pengobatan dan pencegahan kutu air

Kutu air disebabkan oleh jamur yang berbeda-beda. Infeksi yang ditimbulkan juga akan berbeda tergantung pada jenis jamur yang menginfeksi kulit.

Kutu air dapat diobati dengan mengoleskan salep antijamur topikal yang mudah ditemukan di pasaran. Jika lebih parah bisa disertai obat minum.

Untuk menghindari dan mencegah terinfeksi jamur bisa dengan merawat dan menjaga agar kulit tetap kering agar jamur tidak berkembang biak. Pastikan kulit kaki terus kering, terkena udara, dan bersih. Jika berada di kamar mandi umum atau tempat yang lembap, usahakan menggunakan sendal.

  • Infeksi Ragi (Yeast Infection)

Infeksi jamur pada vagina merupakan bentuk dari perrtumbuhan candida yang berlebihan pada wanita, lebih spesifik lagi adalah jenis candida albicans. Adanya pertumbuhan candida yang berlebihan ini akan mengganggu keseimbangan bakteri dan ragi yang ada di vagina.

Selain itu, infeksi candida ini juga dapat menyebabkan infeksi kuku kaki dan juga ruam popok.

Gejala-gejala umum infeksi ragi ini adalah sebagai berikut:

  • Area sekitar vagina memerah dan terasa nyeri
  • Terasa gatal dan terjadi pembengkakan di sekitar vagina
  • Keputihan bisa berupa cairan abu-abu dan biasanya berbau amis
  • Saat buang air kecil akan terasa perih, ada sensasi terbakar, dan sakit. Hal ini juga akan terasa saat melakukan hubungan seksual
  • Ruam pada kulit

Pengobatan dan pencegahan infeksi ragi

Terganggunya keseimbangan bakteri dan ragi di vagina dapat disebabkan oleh stres, antibiotik, ataupun hormon yang tidak seimbang, serta pola makan yang tidak sehat.

Infeksi jamur ini cukup mudah didiagnosis oleh dokter. Setelah bertanya mengenai riwayat medis, pasien, dokter akan memeriksa dinding vagina dan leher rahim untuk melihat tanda-tanda infeksi. Hal ini dilakukan agar mendapat diagnosis yang tepat.

Pengobatan standar yang bisa dilakukan dengan krim, obat tablet yang didapat melalui resep dokter. Bila infeksinya sudah lebih lanjut, akan memerlukan perawatan yang lebih kompleks.

Infeksi ragi ini bisa dihindari dengan memulai pola hidup sehat dan menjaga kebersihan dengan baik. Mengenakan pakaian yang longgar dan dibuat dari serat alami, serta menjaga kebersihan celana dalam ,akan membantu mencegah infeksi.

  • Jock Itch

Jock Itch adalah infeksi jamur yang sering muncul di daerah yang lembap, misalnya lipatan bokong atau lipatan paha. Gejalanya dapat berupa:

  • Iritasi, terasa gatal, dan ada sensasi terbakar di area yang terinfeksi jamur
  • Adanya ruam merah yang berbentuk lingkaran dan di bagian tepinya terlihat timbul
  • Terdapat kemerahan pada bokong, lipatan paha, dan bagian-bagian yang terinfeksi
  • Bagian yang terkena infeksi akan terkelupas dan kering

Pengobatan dan pencegahan Jock Itch

Mengobati Jock itch bisa dilakukan dengan salep antijamur topikal dan menjaga kebersihan dengan baik. Rajin membersihkan daerah yang terinfeksi dan membuatnya tetap kering akan membantu membunuh jamur.

Infeksi jamur ini dapat dicegah dengan memperhatikan pakaian yang digunakan. Pilihlah yang longgar dengan serat alami, misalnya menggunakan celana dalam katun. Tidak melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi Jock itch juga dapat menghindari diri dari infeksi jamur tersebut.

  • Ringworm (Kurap)

RIngworm atau tinea corporis atau nama tenarnya kurap. Kurap biasanya terdapat pada area yang banyak sel kulit mati, misalnya kulit, kuku, dan juga rambut. Kurap atau ringworm ini dengan mudah menyebar ke berbagai bagian tubuh serta mudah juga ditularkan dari dan ke orang lain atau hewan.

Gejalanya antara lain:

  • Bercak merah atau ruam bersisik bentuknya berupa lingkaran, bagian tepi terasa timbul
  • Bagian tengah kurap bisa bersih atau bersisik

Pengobatan dan Pencegahan Kurap

Biasanya, kurap cukup diobati dengan krim dan salep. Namun, kurap yang parah bisa diobati dengan penanganan dokter.

Kurap dapat dicegah dengan menjaga kebersihan. Usahakan agar kulit selalu kering dan bersih sehingga terhindar dari segala jenis mikosis. Selain itu, gunakan alas kaki saat ke kamar mandi umum, serta hindari menggunakan barang atau handuk bersama.

Read More

Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Kanker Laring

Kanker laring adalah satu jenis kanker langka di mana sel-sel ganas tumbuh di laring atau kotak suara. Merokok dan minum alkohol merupakan faktor risiko utama penyakit kanker laring. Menurut Lembaga Kanker Amerika, diperkirakan ada sekitar lebih dari 12 ribu kasus kanker laring baru dengan 3500 kematian. Mereka juga menyatakan bahwa jumlah orang yang menderita kanker laring kian menurun sekitar 2 hingga 3 persen setiap tahunnya karena jumlah orang yang merokok juga turut menurun. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang perlu Anda ketahui seputar kanker laring.

Apa itu kanker laring dan apa saja gejalanya?

Kanker laring terjadi di laring atau kotak suara. Laring merupakan sebuah lorong segitiga pendek yang terletak di bawah faring di leher. Laring memiliki lebar sekitar 5 cm. Laring memiliki tiga bagian utama, yaitu:

  • Glotis, bagian di tengah laring yang berisi pita suara
  • Supraglotis, jaringan di atas glottis
  • Subglostis, jaringan di bawah glottis yang tersambung dengan trakea, yang berfungsi membawa udara ke paru-paru

Kanker dapat terbentuk di bagian manapun di laring. Namun, umumnya kanker akan berawal di glottis. Apabila kanker laring menyebar, kondisi ini dapat memengaruhi kelenjar getah bening di dekatnya, terutama di bagian leher. Sel-sel kanker tersebut juga dapat menyebar ke bagian belakang lidah, bagian tenggorokan dan leher lain, paru-paru, dan bagain manapun di tubuh. Saat hal ini terjadi, dan tumor tumbuh di daerah baru, tumor tersebut akan mengandung sel tidak normal yang sama dengan tumor asal di laring. Dokter akan mendiagnosa kondisi tersebut sebagai kanker laring metastatik.

Anda perlu mewaspadai kemungkinan adanya kanker laring apabila Anda memiliki gejala seperti batuk yang tidak kunjung reda, tenggorokan yang meradang, suara serak, benjolan tidak normal di leher atau tenggorokan, kesulitan atau adanya rasa sakit saat menelan, sering tersedak makanan, kesulitan bernapas, rasa sakit pada telinga dan sensasi tidak biasa pada daerah sekitar telinga, turunnya berat badan secara drastis, dan bau mulut yang tidak sedap.

Faktor risiko kanker laring

Merokok merupakan faktor risiko utama terjadinya kanker laring. Kematian akibat kanker laring lebih sering dijumpai pada orang-orang yang merokok dibandingkan dengan yang tidak. Para perokok pasif juga memiliki faktor riisko yang tinggi menderita kanker laring. Selain itu, konsumsi alkohol dalam jumlah yang sedang atau tinggi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Lembaga Kanker Amerika menyatakan bahwa mereka yang minum satu atau lebih alkohol setiap harinya, terutama apabila mereka juga turut merokok, memiliki risiko yang lebih tinggi dalam menderita kanker jenis ini. Faktor risiko lain termasuk kurangnya asupan nutrisi tertentu dan defisiensi vitamin, virus HPV, berusia lebih dari 40 tahun, riwayat kesehatan dengan kanker leher atau kepala, sistem kekebalan tubuh yang lemah, paparan terhadap zat-zat kimia tertentu, dan berjenis kelamin laki-laki (laki-laki empat kali lebih berisiko untuk menderita kanker laring dibandingkan dengan wanita).

Faktor genetik juga memiliki peran tertentu dalam perkembangan kanker laring. Apabila salah satu anggota keluarga memiliki kanker laring, Anda juga memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita penyakit serupa. Mereka yang memiliki anemia Fanconi, yang mana merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan gangguan darah pada anak-anak, dan dyskeratosis congenita, sebuah sindrom yang memengaruhi kulit, kuku, dan darah, memmiliki risiko lebih tinggi untuk menderita berbagai jenis kanker leher dan kepala.

Read More

Treatment untuk Penderita Dispareunia

Anda sering merasa nyeri ketika sedang berhubungan seksual dengan suami? Mungkin saja Anda mengalami dispareunia. Kondisi ini mengakibatkan Anda mengalami rasa nyeri yang luar biasa di sekitar area vagina baik sebelum, selama, atau sesudah melakukan hubungan seksual.

Dispareunia dapat terjadi baik pada wanita maupun pria, namun kondisi seperti ini lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria dengan area yang terasa sakit meliputi labia, klitoris, dan vagina. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor medis atau psikologis. Lalu, bagiamana cara agar kita terhindar dari dispareunia?

Pengobatan Dispareunia

Apabila hasil diagnosa dokter positif bahwa penderita menderita dispareunia, langkah selanjutnya dokter akan memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi yang mendasari. Pengobatan dispareunia dapat dilakukan dengan mengatasi penyebabnya. Beberapa treatment yang dapat diberikan dokter, antara lain:

  • Jika pemicu nyeri saat berhubungan intim adalah kurangnya pelumas akibat rendahnya hormon estrogen, dokter memberikan obat-obatan yang berfungsi untuk meningkatkan produksi hormon estrogen dalam tubuh.
  • Dokter juga akan memberikan obat antijamur, antibiotik, dan krim steroid untuk mengobati area yang terinfeksi

Selain obat-obatan, prosedur operasi dan terapi mungkin dilakukan untuk mengobati dispareunia, di antaranya:

  • Ketika obat sudah tidak mampu untuk mengobati dispareunia maka melakukan operasi adalah hal yang tepat. Operasi ini merupakan langkah yang paling tepat bagi pasien yang memiliki kondisi rahim terbalik atau jaringan parut, begitu juga sebagai pengangkat massa di panggul.
  • Terapi atau konseling seks. Tujuannya membicarakan pengalaman emosional yang menjadi pemicu rasa sakit saat berhubungan intim. Terapi ini untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan mengembalikan intimasi seksual antar pengidap dispareunia dengan pasangannya.
  • Terapi perilaku kognitif untuk membantu mengubah pola perilaku dan pikiran negatif.
  • Terapi desensitisasi untuk mengurangi rasa sakit. Caranya dengan mempelajari teknik relaksasi vagina dan latihan khusus tulang panggul atau kegel.

Pengidap dispareunia dan pasangan bisa mengubah beberapa rutinitas seksual untuk mengurangi rasa sakit ketika berhubungan intim untuk mendukung terapi yang dilakukan, di antaranya dengan:

  • Membuka diri dalam membicarakan perasaan masing-masing saat berhubungan intim. Misalnya posisi apa yang cocok dengan kondisi kamu dan pasangan.
  • Tidak terburu-buru saat berhubungan intim. Cara ini bisa merangsang produksi pelumas alami dan gairah yang berperan dalam mengurangi rasa sakit ketika penetrasi.
  • Pilih merek pelumas yang cocok agar tetap nyaman dan tidak menyakitkan saat berhubungan intim.

Penanganan untuk Mencegah Dispareunia

Berikut cara mencegah dispareunia yang bisa dicoba:

  • Gunakan pelumas untuk mencegah vagina kering. Anda juga bisa melakukan tindakan pengobatan lain jika keringnya vagina disebabkan oleh kondisi atrophic vaginitis.
  • Seka area kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air untuk mencegah infeksi saluran kemih. Pastikan juga untuk selalu berkemih setelah berhubungan intim.
  • Hindari seks bebas dan berganti-ganti pasangan seksual. Bagi pria, pastikan selalu gunakan kondom tiap berhubungan intim.
  • Kenakan pakaian berbahan katun dan tidak terlalu ketat untuk mengurangi risiko infeksi jamur. Kamu dianjurkan untuk menjaga kebersihan dengan rutin mengganti pakaian saat berkeringat.
  • Hindari penetrasi dalam atau dengan melakukan hubungan intim tiap dua minggu sebelum menstruasi untuk mengurangi rasa nyeri, bagi pengidap endometriosis.
  • Menjaga kebersihan dengan sering mengganti pakaian ketika berkeringat atau berenang, serta mandi secara rutin.

Segera hubungi dokter apabila Anda mersakan gejala-gejala dispreunia yang terus menerus dan tak kunjung mereda. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

Read More

Inversio Uteri, Komplikasi Persalinan Yang Mengancam Nyawa

Inversio uteri merupakan sebuah komplikasi pasca melahirkan yang berpotensi untuk mengancam nyawa. Biasanya, plasenta terlepas dari uterus dan keluar lewat vagina sekitar setengah jam setelah bayi lahir. Dalam kasus inversi uteri, plasenta tetap menempel dan saat keluar membuat rahim menjadi tertarik dan terbalik. Umumnya, dokter secara manual akan melepas plasenta dan mendorong rahim ke posisi semula. Terkadang, operasi perut dibutuhkan untuk memposisikan ulang rahim. Inversio uteri diperkirakan dapat terjadi pada 1 hingga 2 ribu dari beberapa ratus ribu persalinan. Tingkat kelangsungan hidup untuk mereka yang menderita kondisi ini adalah 85 persen, dengan kasus kematian disebabkan oleh pendarahan masif (haemorrhage) dan syok.

Faktor risiko dan jenis inversio uteri

Beberapa faktor yang diasosiasikan dapat meningkatkan risiko inversio uteri di antaranya adalah persalinan yang buruk dan memakai waktu lama (lebih dari 24 jam), penggunaan magnesium sulfat relaksan otot saat proses persalinan, tali pusar yang pendek, menarik tali pusar dengan terlalu keras guna mempercepat keluarnya plasenta (terutama apabila plasenta menempel pada fundus), dan kelainan bawaan atau kelemahan rahim. Sementara itu, inversion uteri dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:

  • Inversio tidak komplit, adalah kondisi di mana atas rahim (fundus) telah kolaps, namun rahim tidak keluar dari serviks
  • Inversio komplit, adalah kondisi di mana rahim terbalik dan keluar dari serviks
  • Inversio prolaps, kondisi di mana fundus rahim keluar dari vagina
  • Inversio total, baik rahim dan vagina menonjol dengan terbalik (hal ini lebih sering terjadi pada kasus kanker dibandingkan dengan persalinan)

Penyebab dan gejala inversio uteri

Para ilmuwan masih belum paham betul penyebab inversio uteri, namun faktor risiko seperti rahim yang tidak normal dan lemah serta tali pusar yang pendek dihubungkan dapat meningkatkan risiko kondisi ini. Apabila dokter menarik tali pusar guna mengambil plasenta dengan keras, hal ini dapat menyebabkan inversio uteri. Tali pusar tidak boleh ditarik dengan paksa, dan plasenta harus diurus dengan perlahan dan hati-hati. Dalam kasus plasenta yang belum keluar dalam 30 menit setelah persalinan, pengangkatan manual dengan paksa ada baiknya dihindari, karena dapat menyebabkan pendarahan ataupun infeksi pada ibu. Saat inversio uteri terjadi, ibu dapat merasakan beberapa gejala seperti pusing, sakit kepala, tubuh terasa lelah, dan sesak napas.

Pelepasan plasenta dan naiknya risiko kehamilan berikutnya

Baik plasenta perlu dilepas sebelum atau sesudah memposisikan ulang rahim tergantung pada kondisi ibu dan preferensi petugas medis rumah sakit. Misalnya, plasenta dapat membengkak oleh darah sehingga berukuran terlalu besar untuk dapat didorong lewat serviks. Hal ini berarti plasenta perlu dilepas secara manual, atau rahim (dan plasenta yang menempel) harus diposisikan ulang lewat operasi. Beberapa dokter percaya bahwa melepas plasenta sebelum memposisikan ulang uterus dapat meningkatkan risiko pendarahan atau haemorrhage. Dalam kasus ini, pilihan perawatan yang terbaik adalah dengan melakukan operasi.

Seorang wanita yang pernah mengalami inversio uteri memiliki risiko lebih tinggi kondisi ini akan terulang terjadi pada kehamilan berikutnya. Apabila Anda memiliki dokter baru (berbeda dengan dokter yang menangani kasus inversio uteri pertama Anda), beritahu tentang komplikasi yang Anda miliki, sehingga mereka dapat memasukkan tindakan pencegahan di ruang persalinan, misalnya dokter akan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, seperti anestesi. Inversio uteri merupakan sebuah komplikasi persalinan yang fatal dan berbahaya, sehingga sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan bantuan ahli pada proses melahirkan buah hati.

Read More

Bukan Diare Biasa, Waspadai Gejala Serangan Disentri Amoeba

disentri amoeba

Buang-buang air besar secara berlebihan tidak selalu menunjukkan Anda dalam kondisi diare. Bisa jadi Anda justru sedang mengalami disentri. Disentri sendiri dibagi menjadi dua, yaitu disentri basiler yang disebabkan oleh bakteri Shigella dan disentri amoeba yang dipicu oleh infeksi yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica.

Disentri amoeba menjadi jenis disentri yang mirip dengan diare. Pasalnya, feses yang dihasilkan dari infeksi amoeba yang menyerang usus besar tersebut juga tergolong cair. Meskipun demikian, feses cair akibat disentri amoeba lebih disebabkan adanya cairan berupa lendir dan darah yang merupakan luka dari dinding usus besar.

Di luar feses yang mengeluarkan darah dan lendir, sebenarnya banyak ciri lain dari disentri amoeba yang membedakannya dengan penyakit diare biasa. Berikut ini adalah tanda-tanda Anda sedang mengalami serangan disentri amoeba.

Kram Perut

Ketika Anda mengalami disentri amoeba, perut Anda akan terasa sangat sakit. Dalam beberapa waktu, Anda juga akan lebih mudah terserang kram perut. Kram terjadi karena adanya perlawanan tubuh terhadap infeksi yang disebabkan Entamoeba histolytica dalam usus besar.

Kondisi inilah berbeda dengan gejala diare yang biasanya tidak diikuti oleh kram perut. Anda bisa sedikit meringankan gejala disentri ini dengan menaruh bantal hangat di bagian perut. Namun, jangan terlalu berharap hasilnya akan memulihkan. Gejala kram mungkin bisa berkurang, tapi usus besar Anda tetap terinfeksi sehingga kram bisa saja timbul di sembarang waktu.

Kelelahan Parah

Disentri amoeba akan menguras isi perut Anda. Anda akan mengalami buang air besar berkali-kali yang disertai darah dan lendir. Kondisi ini pun tak ayal bisa memengaruhi kondisi tubuh Anda.

Buang air berkali-kali akan membuat Anda lemas. Anda pun mungkin akan merasa kelelahan parah yang belum pernah Anda rasakan. Ketika sudah mencoba beristirahat, rasa lelah tersebut tak kunjung hilang. Cobalah untuk tetap terhidrasi dan menjaga asupan makanan guna mengurangi rasa lelah yang berlebih akibat disentri amoeba tersebut.

Mual dan Muntah

Ketika Anda mengalami diare, intensitas buang air besar Anda memang akan meningkat. Namun di luar itu, tidak ada gejala lain yang mengarah pada rasa mual. Berbeda jika Anda mengalami disentri amoeba. Selain buang air besar secara sering, Anda sangat mungkin merasakan mual yang diiringi dengan muntah.

Mual dan muntah yang berlebihan nyatanya akan ikut menguras energi Anda. Kondisi ini juga akan menyulitkan Anda untuk mengonsumsi cairan dan makanan yang cukup karena banyak mengeluarkan feses cair. Alhasil, kondisi Anda bisa semakin lemah karena memasuki tahap dehidrasi.

Sembelit Terputus

Tidak melulu mengeluarkan buang air besar yang diserta darah dan lendir, ketika mengalami disentri amoeba ada suatu masa Anda justru akan mengalami sembelit. Sembelit intermittent atau terputus menjadi ciri khas dari disentri amoeba.

Ketika Anda mengalami kondisi sembelit setelah buang air besar dengan frekeunsi tinggi, artinya tubuh Anda mulai kekurangan asupan cairan maupun makanan. Ini sama sekali tidak menunjukkan kondisi Anda membaik, melainkan mesti semakin waspada untuk menanganinya.

Demam Tinggi

Demam merupakan respons umum yang dilakukan tubuh ketika terjadi infeksi yang disebabkan virus, bakteri, maupun amuba di dalam tubuh. Karena itu ketika Entamoeba histolytica menyerang usus besar Anda, reaksi demam juga sangat mungkin Anda alami.

Demam pada penderita disentri amoeba bisa sangat tinggi. Demam Anda bahkan bisa mencapai 40 derajat Celsius. Jika sudah demikian, jangan ragu untuk sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter guna mendapat penanganan medis yang tepat.

***

Penanganan ketika mengalami disentri amoeba mesti segera dilakukan. Jika tidak, risiko lebih parah siap menanti Anda. Asal tahu saja, ada 120 juta kasus disentri amoeba tiap tahunnya. Di mana sebanyak 1% di antaranya berujung pada kematian. Tidak ingin hal buruk tersebut terjadi pada diri Anda ataupun orang-orang yang Anda sayangi, bukan? Tindakan cepat dan tepat mesti segera Anda lakukan!

Read More

Mungkinkah Anak-Anak Mengalami Kista Dermoid?

Kista dikenal sebagai pertumbuhan daging secara abnormal di tubuh manusia. Ia berisi cairan atau zat setengah padat. Kendati hampir-hampir mirip, kista bukan tumor ganas atau kanker. Ada satu jenis kista yang terbilang cukup unik lantaran struktur dan pola pertumbuhannya. Ia adalah kista dermoid.

Kista dermoid biasanya mudah terdeteksi lantaran tumbuh di permukaan kulit dan berbagai bagian tubuh lainnya yang memiliki folikel rambut, jaringan kulit, dan kelenjar lainnya yang memproduksi keringat.

Kista jenis ini mengandung struktur dengan karakteristik seperti kulit normal. Sehingga meski ia berada di tempat yang tidak seharusnya, kelenjar-kelenjar ini tetap aktif, sehingga mendorong pertumbuhan daging berisi cairan yang abnormal tersebut.

Siapa saja bisa mengalami kista dermoid, termasuk anak-anak, lantaran kista jenis ini telah berkembang sejak di dalam janin, dalam kata lain, ini adalah kondisi bawaan lahir.

Kondisi ini sangat umum terjadi dan beruntungnya, kista dermoid ini tidak membahayakan. Namun, bukan berarti keadaan tersebut bisa dibiarkan lantaran tak bisa hilang dengan sendirinya. Lagi pula, kista yang biasa tumbuh di kepala, leher, dan wajah, terutama di sisi alis ini cenderung mengganggu.

  • Gejala Kista Dermoid yang Dialami Anak

Sebenarnya, untuk dapat memahami gejala kista dermoid, kita baru bisa mengenali tergantung di mana kista itu tumbuh. Namun, secara umum gejala kista dermoid mirip benjolan di leher atau masalah medis lain, seperti:

  • Kista tampak seperti benjolan kecil di bawah kulit yang tidak sakit
  • Kista dermoid bisa terjadi di bagian tubuh mana saja namun biasanya muncul di leher, kulit kepala, dahi, hidung, atau di sekitar mata
  • Benjolan tersebut bisa berwarna seperti kulit atau agak kuning atau biru
  • Ada lubang kecil di kista. Lubang tersebut bisa ditumbuhi rambut atau mengeluarkan zat yang bertekstur seperti keju

Kista yang tumbuh di bagian permukaan kulit biasanya juga akan membengkak dan menyebabkan ketidaknyamanan jika terinfeksi. Hat-hati dan mulai waspada jika menyadari kondisi seperti di atas. Sebab, jika kista ini pecah, infeksi bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya, yaitu mata dan wajah.

  • Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua saat Menyadari Ada Kista Dermoid di Tubuh Anak?

Seperti yang sudah disinggung di atas, kista dermoid tak bisa sembuh dengan sendirinya. Seseorang harus mendapat bantuan medis untuk mengatasi masalah ini. Adapun metode penanganan kista dermoid yang paling bisa diandalkan adalah pengangkatan melalui prosedur operasi.

Jangan pernah sekali-kali menusuk kista dengan jarum agar isinya keluar, seperti yang biasa dilakukan bisul. Pasalnya, alih-alih menyembuhkan, aktivitas itu berisiko memicu kondisi kesehatan lain. Sebab menusuk kista dermoid dengan jarum sama sekali tidak akan mengurangi masalah karena zat di dalamnya tebal.

Operasi diperlukan untuk membuang semua komponen kista, mulai dari dinding kista hingga isinya yang seperti keju, agar pada masa yang akan datang kista tidak dapat tumbuh lagi.

Jika kista dermoid tumbuh di luar tengkorak, kista dapat dengan mudah diangkat. Namun, kista bisa jadi masuk terlalu dalam atau berhubungan dengan jaringan lain. Untuk mengetahuinya, diperlukan diagnosis menggunakan CT scan dan MRI.

Tindakan bedah pun dapat melibatkan dokter spesialis lain, seperti ahli bedah saraf dan dokter bedah THT. Oleh karena itu, jika Anda menyadari ada kista dermoid yang tumbuh di tubuh anak, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Tenaga medis itu akan mencarikan dan memberikan jalan terbaik untuk mengatasi masalah kista dermoid yang terjadi pada anak Anda.

Read More

Deteksi Bahaya, Ini Langkah Pemeriksaan Jantung Sendiri

Penyakit jantung begitu ditakuti lantaran masih menjadi penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Data yang dimiliki organisasi kesehatan dunia, WHO, menunjukkan bahwa lebih dari 17 juta orang meninggal lantaran gangguan kardiovaskular tersebut. Oleh karenanya, pemeriksaan jantung menjadi begitu penting untuk dilakukan oleh setiap orang.

Penyakit atau gangguan kesehatan yang terjadi pada jantung ini bisa menyerang siapa saja, walau mereka cenderung tidak memiliki risiko itu. Pemeriksaan jantung sedini mungkin dan secara berkala berfungsi untuk menghindari kematian mendadak lantaran terjadi serangan jantung.

Pemeriksaan jantung sebaiknya mulai dilakukan oleh pria dewasa berusia yang telah memasuki usia 30-an. Apalagi kalau mereka memiliki faktor risiko seperti riwayat penyakit jantung keluarga, hipertensi, dan kelebihan berat badan.

Kemudian, saat memasuki usia 40 tahun, frekuensi pemeriksaan jantung harus semakin ditingkatkan dan dilakukan secara rutin terutama Sementara itu, bagi perempuan, risiko baru meningkat setelah mengalami menopause.

Di luar kondisi tersebut, apabila seseorang sudah memiliki gejala seperti kerap sesak napas dan sakit di sekitar dada, kalangan medis bersepakat menyarankan orang tersebut untuk segera melakukan pemeriksaan jantung.

American Heart Association merekomendasikan pemeriksaan jantung dilakukan secara rutin setiap tiga tahun sekali. Pengecekan juga bisa lebih sering jika faktor risiko meningkat. Pemeriksaan kondisi jantung dan pembuluh darah dapat dilakukan sendiri ataupun dengan bantuan dokter.

Cara memeriksa kesehatan jantung sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan kalkulator estimasi risiko penyakit kardiovaskular atau ASCVD (Atherosclerotic Cardiovascular Disease). Aplikasi kalkulator ini bisa diunduh di penyedia layanan ponsel pintar Anda

Untuk dapat bekerja, penggunaan kalkulator ini membutuhkan sejumlah informasi, seperti:

  • usia
  • jenis kelamin
  • ras
  • tekanan darah sistolik
  • kolesterol total
  • kolesterol HDL
  • riwayat diabetes
  • status merokok
  • perawatan hipertensi

Informasi seperti tekanan darah diastolik, kolesterol LDL, penggunaan statin, dan terapi aspirin juga bisa ditambahkan. Pengukuran kolesterol dapat dilakukan dengan pengecekan darah di laboratorium.

Informasi-informasi tersebut bisa langsung dimasukkan ke kalkulator. Lalu, kalkulator akan menghitung dan mengeluarkan sejumlah angka dalam satuan persen.

Indikator yang ditunjukkan angka tersebut memiliki arti:

  • kecil dari 5 persen berisiko kecil
  • antara 5-7,4 persen ada di batas risiko
  • antara 7,5-19,9 persen berisiko sedang
  • besar dari 20 persen berisiko tinggi.

Hasil tersebut bisa digunakan sebagai pertanda atau penentu langkah Anda selanjutnya. Orang dengan kategori risiko kecil, sebenarnya tidak membutuhkan perawatan maupun pengobatan. Namun, kelompok ini harus selalu menjalankan gaya hidup sehat untuk tetap mempertahankan kondisi jantungnya.

Sedangkan pada kelompok batas risiko, sedang, dan tinggi dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Biasanya, dokter akan melakukan CT Scan jantung tanpa kontras untuk melihat kondisi plak aterosklerosis di jantung dan pembuluh darah. Plak yang menumpuk akan sangat berbahaya bagi kesehatan jantung manusia.

Selain bisa mendapatkan gambaran mengenai kondisi jantung dan kemungkinan risiko yang mungkin terjadi, pemeriksaan jantung ini juga digunakan dokter untuk menentukan apakah orang tersebut perlu mengonsumsi obat statin untuk mencegah terjadinya serangan jantung.

Saat Anda mengetahui telah masuk ke dalam kelompok berisiko, segeralah melakukan upaya-upaya untuk memperbaiki kondisi Anda. Jangan sampai kondisi itu terus bergulir sehingga meningkatkan risiko serangan jantung secara tiba-tiba.

Sementara mereka yang masih dalam kelompok aman setelah melakukan pemeriksaan jantung, disarankan agar mengubah atau tetap menjaga pola hidup sehat, seperti mengurangi asupan lemak jenuh, mengonsumsi kalori seimbang, makanan bernutrisi tinggi, dan berolahraga minimal 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu. Pola hidup sehat ini termasuk menjaga istirahat dan tidur yang cukup serta tidak merokok.

Read More

Leher Kaku? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Leher kaku adalah kondisi leher yang sulit digerakkan atau terasa nyeri saat digerakkan

Leher kaku adalah kondisi leher yang sulit digerakkan atau terasa nyeri karena melakukan aktivitas. Tidak hanya itu, leher kaku juga bisa terjadi karena seseorang menggunakan bantal yang salah atau kurang sesuai ketika tidur.

Pada sebagian kasus, leher kaku dapat sembuh dengan sendiri, meskipun waktu untuk pulih minimal satu jam, dan maksimal beberapa minggu. Kondisi seperti ini bisa menjadi semakin parah jika tidak ditangani dengan baik.

Gejala

Gejala yang dialami penderita akibat leher kaku bervariasi. Tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman di bagian leher, namun juga bisa membuat mereka mengalami nyeri berat. Hal tersebut akan dirasakan ketika seseorang menggerakan leher mereka, dan membuat mereka enggan untuk melihat berbagai arah dengan menggunakan leher.

Penyebab

Gangguan di bagian leher adalah salah satu hal yang sulit dihindari. Berikut adalah penyebab yang dapat membuat seseorang mengalami gangguan di bagian leher:

  • Menggerakan leher secara terus menerus.
  • Membungkuk, termasuk ketika duduk.
  • Sering mengatupkan rahang rapat-rapat.
  • Stres.
  • Osteoarthritis atau pengapuran di bagian tulang leher.
  • Cedera leher.
  • Cedera tulang belakang.
  • Meningitis atau peradangan selaput otak.

Diagnosis

Jika Anda terus mengalami gangguan di bagian leher, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menanyakan kondisi leher Anda, kemudian dokter akan melakukan diagnosis yang meliputi pemeriksaan fisik.

Pada saat pemeriksaan fisik, dokter akan mencari tahu jika rasa nyeri yang dialami ringan atau berat. Pemeriksaan fisik juga dilakukan jika Anda mengalami kesemutan, kelemahan otot, dan untuk mengetahui seberapa jauh Anda dapat menggerakan leher Anda, melalui berbagai arah.

Dokter juga akan melakukan tes untuk mengetahui penyebab leher kaku. Tes yang dapat dilakukan antara lain:

  • Rontgen leher: Rontgen leher digunakan untuk mengetahui jika adanya gangguan pada saraf leher atau saraf tulang belakang seperti saraf yang tertekan oleh tulang.
  • MRI (magnetic resonance imaging): MRI digunakan untuk melihat keadaan tulang dan jaringan lunak pada leher.
  • CT scan: CT scan dapat membantu dokter untuk menganalisa kondisi struktur leher dengan lebih jelas.
  • EMG (elektromiografi): EMG digunakan untuk mengevaluasi apakah saraf terjepit menjadi penyebab gangguan di bagian leher.
  • Tes darah: Tes darah dapat dilakukan untuk mengetahui jika manusia mengalami peradangan atau infeksi.

Pengobatan

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi leher kaku:

  • Kompres

Anda dapat menggunakan kompres dingin dan tempatkan di bagian leher. Anda dapat melakukannya selama 2 hingga 3 hari untuk mengurangi peradangan di bagian leher. Setelah itu, Anda ganti dengan kompres hangat untuk mempercepat pemulihan.

  • Obat-obatan

Obat penghilang nyeri dan obat pelemas otot dapat Anda gunakan untuk meredakan leher kaku.

  • Latihan peregangan

Ada baiknya jika Anda terapkan latihan seperti ini untuk mengurangi kekakuan di bagian leher, terutama jika Anda terus duduk ketika bekerja.

  • Terapi

Terapi dengan memijat leher bisa Anda lakukan sebagai salah satu cara untuk mengatasi leher kaku. Efeknya hanya bersifat sementara dan sebaiknya dilakukan oleh pemijat profesional.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah leher kaku:

  • Jangan terus menunduk.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Luangkan waktu untuk beristirahat, termasuk tidur.
  • Kurangi stres.
  • Hindari kebiasaan membawa benda yang berat.

Kesimpulan

Itulah informasi yang perlu Anda pahami tentang leher. Leher kaku sebenarnya terjadi karena kebiasaan buruk manusia seperti terlalu lama membungkuk. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gangguan leher dalam jangka lama, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter. Dokter akan memberikan pengobatan yang tepat untuk Anda.

Read More

Bibir Dower Tiba-tiba? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Anda memiliki bibir dower tiba-tiba dan tidak biasa? Hal ini mungkin disebabkan karena adanya pembengkakan yang disebabkan oleh peradangan atau penumpukan cairan di bawah kulit bibir. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan bibir dower atau bengkak, mulai dari kondisi kulit ringan hingga reaksi alergi yang parah. Artikel ini akan membahas kemungkinan-kemungkina penyebab bibir dower, gejala tambahan, serta kapan Anda harus mulai mencari bantuan medis.

Salah satu penyebab bibir dower adalah reaksi alergi parah yang disebut anaphylaxis. Semua jenis alergi dapat menyebabkan anaphylaxis, dan kondisi ini dapat terjadi hanya dalam waktu beberapa menit saja saat seseorang mendapatkan paparan terhadap alergen. Kondisi ini terkadang disebut dengan istilah syok anaphylactic karena dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh membanjiri tubuh dengan zat kimia yang dapat membuat Anda syok. Gejala lain dari anaphylaxis adalah tekanan darah yang rendah, saluran pernapasan yang menyempit, lidah dan tenggorokan yang bengkak, pingsan, dan denyut nadi cepat dan lemah. Anaphylaxis membutuhkan perawatan segera berupa suntikan epinephrine. Selain anaphylaxis, penyebab bibir dower lain di antaranya adalah:

  • Alergi

Alergi merupakan reaksi tubuh setelah mendapatkan paparan zat-zat tertentu. Saat Anda terkena sesuatu yang membuat alergi, tubuh akan memproduksi zat kimia bernama histamine. Pelepasan histamine ini dapat menyebabkan gejala alergi klasik, seperti bersin, kulit yang gatal, dan peradangan. Peradangan inilah yang dapat menyebabkan bibir dower. Ada beberapa jenis atau tipe alergi, dan semuanya berpotensi untuk membuat Anda memiliki bibir dower, seperti alergi lingkungan (serbuk sari, debu, dan bulu hewan) dan alergi makanan (telur, kacang, produk berbahan susu, dan makanan laut).

  • Angioedema

Angioedema adalah sebuah kondisi jangka pendek yang dapat menyebabkan pembengkakan jauh di bagian bawah kulit. Kondisi ini dapat disebabkan oleh alergi, reaksi obat non-alergi, atau kondisi turunan. Pembengkakan dapat memengaruhi bagian tubuh manapun, namun kasus yang paling umum dijumpai memiliki pembengkakan pada bagian bibir dan mata. Gejala lain dari angioedema adalah rasa gatal, rasa sakit, dan bisul.

Gejala angioedema biasanya akan bertahan selama 24 hingga 48 jam. Kondisi ini dapat dirawat menggunakan suntukan antihistamine, corticosteroid, dan atau suntikan epinephrine. Dokter Anda dapat membantu menentukan pengobatan yang tepat berdasarkan penyebab dan seberapa parah angioedema Anda. Angioedema yang disebabkan karena faktor keturunan dan bersifat non-alergi biasanya memberikan respon baik terhadap perawatan corticosteroid.

  • Cidera

Cidera pada wajah, terutama di sekitar mulut dan rahang, dapat menyebabkan bibir dower. Beberapa penyebab cidera wajah seperti tergores, bibir tergigit, luka bakar, dan trauma akibat pukulan benda tumpul. Tergantung jenis dan penyebab cidera, bibir dower dapat ditemani dengan gejala lain seperti lebam dan berdarah.

Untuk merawat bibir dower akibat cidera tergantung pada penyebab utamanya. Untuk cidera yang ringan, dengan menempatkan kompres es pada daerah yang meradang dapat mengatasi rasa sakit yang ditimbulkan. Anda juga dapat menggunakan panas untuk mengurangi pembengkakan. Apabila goresan luka terlalu dalam dan Anda tidak dapat menghentikan pendarahan, mintalah bantuan petugas medis. Perhatikan juga tanda-tanda infeksi seperti pembengkakan, rasa panas, tanda kemerahan. Beri tahu petugas medis apabila Anda menyadari ada tanda-tanda tersebut.

Beberapa hal tersebut di atas adalah penyebab bibir dower dengan tiba-tiba, mulai dari alergi umum hingga kondisi genetik langka. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui penyebab bibir dower dengan pasti agar bisa mendapatkan perawatan yang dibutuhkan segera.

Read More

Seberapa Amankah Aktivitas Donor ASI?

Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, salah satunya dengan memberikan asupan ASI secara intensif sejak si kecil lahir. Namun, produksi ASI setiap ibu berbeda-beda dengan berbagai faktor yang mendasarinya. Donor ASI mungkin jadi satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut.

Donor ASI dilakukan oleh ibu menyusui yang mengalami kelebihan persedian ASI. Pemberian Donor ASI harus melalui beberapa prosedur mengingat memiliki risiko terjadinya penyebaran penyakit. Dengan demikian sistem donor ASI harus melalui informasi, keterampilan dan konseling untuk memberikan bantuan praktis.

Keamanan Donor ASI bagi Si Kecil

Pada dasarnya, pemberian donor air susu ibu untuk bayi terbilang aman. Dengan catatan, pemberian donor tersebut telah melalui serangkaian proses pemeriksaan (screening) untuk memastikan kebersihan dan keamanannya. ASI yang telah didonorkan biasanya juga dipasteurisasi untuk menghilangkan organisme penyebab infeksi yang bisa hadir di dalamnya.

Ibu menyusui yang memberikan donor ASI  biasanya akan melewati tahap tes penyakit terlebih dahulu. Donor ASI bisa dikatakan aman ketika sudah melalui serangkaian proses pemeriksaan. Sementara untuk donor ASI yang tidak melalui tahap pemeriksaan alias diberikan langsung begitu saja tidak dianjurkan oleh Food and Drug Administration (FDA). Ini karena ASI yang didapatkan langsung tanpa melalui pemeriksaan memiliki risiko kesehatan bagi bayi yang menerimanya.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memberikan Donor ASI

Bagi orang tua yang sedang mencari pendonor ASI, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian:

  • Pertimbangkan kemungkinan risiko kesehatan

Ingatlah bahwa praktik berbagi ASI juga memiliki risiko bagi kesehatan bayi, tergantung pada siapa pendonor ASI dan bagaimana mekanisme donor itu dilakukan. Risiko kesehatan untuk bayi yang mendapatkan donor ASI antara lain:

  • Terpapar penyakit menular, termasuk HIV; dan/atau
  • Terkontaminasi zat-zat kimia dari obat-obatan yang dikonsumsi oleh ibu pendonor.

ASI yang tidak disimpan dengan benar dapat terkontaminasi dan tidak aman untuk diminum oleh bayi. Jadi, pastikan ASI yang didonorkan kepada Anda juga disimpan dengan baik. Saat akan memberikannya kepada bayi, perhatikan dan pastikan kondisi ASI tersebut, seperti basi atau tidak, dan sebagainya.

Perlu dicatat bahwa kebutuhan gizi tiap bayi berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh usia dan kondisi kesehatannya. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk memberi donor ASI kepada bayi.

  • Pastikan Pendonor ASI telah Menjalani Tes Kesehatan

Apabila keputusan untuk memberikan donor ASI kepada buah hati Anda sudah bulat, pastikan pendonor sudah melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui keamanan susunya.

Siapa Saja yang Berhak Menerima Donasi ASI?

Penerima ASI hasil donor adalah bayi yang mengalami kondisi seperti:

  • Bayi yang mengalami kelainan metabolisme bawaan dengan kata lain menderita galaktosemi, penyakit urip sirup mapel dan fenikotenouria.;
  • Bayi yang lahir dengan berat badan yang sangat rendah kurang dari 1500 gram atau bayi yang lahir prematur di bawah usia kehamilan 32 minggu;
  • Bayi yang mengalami gangguan peningkatan kebutuhan glukosa sehingga berisiko mengalami hipoglikemia, apabila kadar gula darah mengalami respon pemberian ASI;
  • Bayi yang sedang mengalami hilangnya cairan akut sehingga membutuhkan ASI yang lebih banyak;
  • Bayi mengalami penurunan berat badan 7-10% setelah 3-5 hari karena mengalami laktogenesis II ketika bayi yang berupa mekonium di hari ke 5 setelah persalinan.

Atau karena alasan si bayi tak bisa mendapatkan ASI secara eksklusif lantaran ibunya mengalami kondisi:

  • Ibu dengan HIV positif;
  • Ibu mengalami sakit berat sehingga terjadi gangguan psikologis dan juga adanya infeksi virus herpes dan/atau infeksi varicella zoster sebelum dan sesudah melahirkan;
  • Ibu yang mendapat sitostatika dan/atau ibu yang sedang mengkonsumsi jenis obat antitirois selain daro propylthiouracil.
  • Ibu yang mengalami kelainan pada jaringan payudara sehingga tidak berkembang dan mengalami kelainan pada payudara. Dengan demikian pemberian ASI menjadi terhambat dan membuat bayi membutuhkan donasi ASI.

Donor ASI dapat sangat membantu para bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI dari ibunya. Manfaat ASI dari donor sama saja dengan ASI dari ibu kandung. Apabila berniat memberikan donor ASI kepada bayi Anda, akan lebih mudah jika Anda bergabung dengan komunitas-komunitas pemerhati donor ASI, untuk mendapatkan informasi yang lerngkap dan bermanfaat.

Read More