11 Cara Alami untuk Mengobati Gejala Pilek dan Flu

cara alami mengobati gejala pilek flu

Hingga saat ini, masih belum ada obat untuk pilek atau flu. Vaksin sejauh ini hanya bisa membantu mencegah flu. Sedangkan obat dari dokter untuk meredakan gejalanya. Selain obat kimia, ada banyak pengobatan alami untuk pilek dan flu. Beberapa bahan alami ini mungkin cocok untuk Anda!

Echinacea

Suplemen herbal ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan melawan infeksi. Tetapi efeknya untuk pilek dan flu butuh penelitian lebih lanjut. Beberapa penelitian menemukan, sebagian orang lebih cepat sembuh jika mengonsumsinya. Sedangkan penelitian lain menunjukkan tak ada pengaruh signifikan. Jika ingin mencoba, konsumsi herbal ini selama 7-10 hari saat Anda sakit.

Zinc

Zinc membantu melawan virus, seperti pilek. Cara kerjanya dengan menghentikan pembentukan protein tertentu sebelum virus pilek menggunakannya untuk bereproduksi. Meski tak mencegah pilek, zinc mempercepat kesembuhan dan meredakan keparahannya.

Syaratnya, konsumsilah dalam 24 jam setelah gejala pertama dan meneruskannya hingga lima hari. Produk zinc yang dihirup hidung tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan hilangnya indra penciuman.

Vitamin C

Menurut penelitian, vitamin C bisa mempercepat gejala pilek hingga sehari. Selain itu, para pekerja keras yang tiap hari minum minimal 200 mg vitamin C jarang terkena pilek. Minum vitamin C di awal serangan pilek tak membantu.

Sup Ayam

Sup ayam panas bisa membantu meredakan hidung mampet, jika Anda menghirup uapnya. Sedangkan minum kuahnya membantu menggantikan cairan yang keluar. Kuah yang hangat dan bergaram itu juga meredakan sakit tenggorokan.

Teh Panas

Teh panas juga obat alami pilek dan flu. Menghirup uapnya membantu melegakan hidung mampet. Sementara cairannya meredakan sakit tenggorokan dan membantu tubuh terhidrasi. Teh hitam dan teh hijau mengandung antioksidan yang bekerja melawan penyakit apapun.

Bawang Putih

Bawang putih sudah lama dikenal sebagai pelawan kuman. Menurut sebuah penelitian, bawang putih juga membantu mencegah pilek jika dikonsumsi setiap hari. Tetapi butuh lebih banyak penelitian untuk membuktikannya.

Uap Air

Menghirup uap air bisa membantu melegakan hidung mampet. Anda bisa menggunakan pelembab ruangan yang diisi semangkuk air panas. Anda juga bisa menutup kamar mandi dan beristirahat di bawah shower air hangatnya. Alternatif lain adalah menggunakan botol.

Obat Tetes Hidung

Meneteskan air garam ke dalam hidung bisa membantu membersihkan kotoran dan melegakan pernapasan. Anda bisa membeli obat tetes hidung atau membuatnya.

Caranya, campur 8 ounce air steril hangat dengan ¼ sendok teh garam dan ¼ sendok teh baking soda. Teteskan pada satu lubang hidung (dengan alat tetes hidung), sementara lubang hidung lainnya ditutup. Ulang 2-3 kali, lalu lakukan pada lubang hidung lainnya.

Salep Menthol

Sering membersit ingus bisa bikin area sekitar lubang hidung iritasi. Oleskan sedikit salep mentol ke bawah hidung, tenggorokan atau dada. Aroma mentol akan melegakan pernapasan.

Kumur Air Garam

Kumur air garam membantu mengurangi pembengkakan tenggorokan dan membersihkannya dari kuman. Lakukan empat kali sehari untuk menyembuhkan tenggorokan yang gatal.

Biarkan Demam Bekerja

Obat pilek alami dan obat flu alami adalah demam. Tingginya temperatur melawan pilek dan flu karena membuat kuman tak bisa hidup. Jika merasa tak nyaman, Anda bisa mengobatinya dengan pereda demam, dan minum banyak air. Hubungi dokter segera jika suhu mencapai 40, atau jika suhu anak 38 derajat Celcius.

Read More

10 Cara Mengurangi dan Mencegah Cedera Sepakbola

cara mengatasi cedera sepakbola

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Sports Medicine edisi Februari 2007, ada sekitar 120.000 kasus cedera yang cukup serius setiap tahunnya pada anak-anak dan remaja. Bahkan, sebagian di antaranya sampai memerlukan perawatan khusus di ruang gawat darurat rumah sakit.

Sedangkan, secara keseluruhan jumlah cedera yang berkaitan dengan sepak bola, termasuk yang dirawat di luar unit gawat darurat rumah sakit, diperkirakan hampir 500.000 per tahunnya. Jumlah ini tentu seharusnya dapat ditekan jika para orangtua, pelatih dan organisasi sepak bola mampu mengajarkan dan membiasakan langkah-langkah keamanan berikut.

1. Melakukan Latihan Pengondisian

Cedera seperti keseleo paling sering terjadi pada awal musim ketika para pemain, baik itu anak-anak atau orang dewasa, masih belum terbiasa dengan pola latihan. Sebenarnya, cedera semacam itu dapat dicegah jika sebelum memulai latihan para pemain konsisten mengikuti program latihan pengondisian yang dirancang khusus untuk sepak bola. Latihan pengondisian sendiri merupakan sebuah latihan pergerakan tubuh yang dilakukan dengan meningkatkan dan menantang kemampuan tubuh seseorang pada seluruh aspek kebugaran, seperti kekuatan, daya, fleksibilitas, kardiovaskular, bagian inti, kecepatan, dan lain sebagainya. Latihan ini ditujukan agar tubuh pemain berada dalam kondisi yang siap dalam menghadapi kondisi khusus saat bermain atau berlatih.

Latihan pengondisian yang tepat dilakukan dengan menguatkan otot paha belakang dan otot paha depan. Biasanya latihan ini dilakukan dengan gerakan-gerakan berputar, melompat, dan mendarat dengan lutut tertekuk. Gerakan-gerakan ini terbukti dapat mencegah terjadinya beberapa cedera olahraga saat bermain sepak bola.

2. Melakukan Peregangan, Pemanasan, dan Pendinginan

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga yang dilakukan tanpa pemanasan dan otot yang kaku akan lebih rentan mengalami cedera dengan lebih banyak rasa saki. Tidak seperti olahraga senam atau berenang, sepak bola tidak dapat mengembangkan fleksibilitas alami tubuh. Akibatnya, peregangan pada beberapa bagian tubuh seperti selangkangan, pinggul, paha belakang, tendon Achilles, dan paha depan menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko otot tegang dan keseleo.

Peregangan ini juga sangat penting untuk para pemain sepak bola dengan usia antara 10 dan 13 tahun yang memiliki kekurangan fleksibilitas alami karena tulang mereka tumbuh lebih cepat daripada otot. Selain itu, peregangan, pemanasan, dan pendinginan juga sangat penting untuk anak perempuan, yang perlu memperkuat dan meregangkan otot kaki untuk mengurangi risiko cedera ACL.

3. Memantau Kondisi Lapangan

Dari banyaknya kasus cedera olahraga saat bermain sepakbola, 25% dari semua kasus tersebut terjadi akibat kondisi lapangan yang buruk. Jangan andalkan para wasit dan pelatih untuk memeriksa kondisi lapangan yang berlubang, genangan, berlumpur, atau serpihan kaca dan batu di dalamnya. Cobalah untuk jeli dan fokus pada kondisi lapangan, saat bermain.

4. Menggunakan Pelindung Tulang Kering

Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa dalam satu liga sepak bola remaja, tulang kering merupakan bagian tubuh ketiga yang paling mungkin untuk mengalami cedera. Dalam penelitian itu, dari 17 patah tulang, 4 di antaranya terjadi pada tulang kering. Studi ini menegaskan bahwa pelindung tulang kering secara signifikan dapat membantu menahan benturan pada tulang kering. Akan tetapi, pastikan untuk memilih pelindung tulang kering yang sesuai dengan standar.

5. Menghindari Benturan dengan Gawang

Sepak bola memang tidak membutuhkan perlengkapan atau peralatan khusus yang dapat melukai para pemain. Namun, gawang yang terbuat dari besi kerap menjadi penyebab pemain mengalami cedera akibat benturan yang keras. Itulah sebabnya, para kiper dan pemain penyerang harus lebih waspada saat akan melakukan gerakan di area sekitar gawang. Biasanya semakin mendekat ke gawang, pergerakan yang dilakukan pemain cenderung semakin agresif. Tidak heran jika banyak kecelakaan terjadi di area tersebut.

6. Memperhatikan Keamanan Gawang Bola

Menurut Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat, setidaknya sudah tercatat 29 korban jiwa dan 49 cedera serius sejak tahun 1979 hingga 2004 terjadi akibat gawang bola yang tidak aman, seperti gawang bola portable yang relatif mudah jatuh menimpa pemain.

7. Menggunakan Pelindung Mulut untuk Cedera Orofasial

Sebanyak 30% dari semua cedera sepak bola terjadi di area orofasial, termasuk avulsi gigi, fraktur gigi, gegar otak, dan laserasi mulut. Sebenarnya, cedera seperti itu dapat dicegah jika pemain itu mengenakan pelindung mulut. Namun hanya sekitar 7% dari pemain sepak bola muda yang memakai pelindung mulut selama bermain dalam sebuah pertandingan. Padahal penggunaan pengaman ini sangatlah dianjurkan.


8. Menghindari Risiko Gegar Otak dan Cedera Kepala Lain

Penelitian yang belakangan ini dilakukan menunjukkan bahwa cedera kepala dan gegar otak mengakibatkan dampak jangka pendek dalam kinerja mental menjadi lebih lemah, termasuk di dalamnya penurunan fungsi kognitif, kesulitan dalam pembelajaran verbal, perencanaan, kesulitan mempertahankan fokus dan perhatian, serta mengurangi kecepatan dalam memproses dan menerima informasi. Untuk mengatasinya, Asosiasi Pelatih Sepakbola Nasional Amerika merekomendasikan untuk tidak menekankan latihan kepala di antara anak-anak 10 atau lebih muda. Pemain, pelatih, orangtua, wasit, dan para profesional kesehatan perlu diedukasi tentang potensi cedera kepala yang terjadi pada permainan sepakbola. Dengan begitu, mereka akan cenderung dapat menghindari dan bersama-sama peka dalam penanganan cedera kepala itu sendiri.

9. Mengatur Jadwal Bermain dan Istirahat

Cedera ringan kerap dianggap remeh dan sepele oleh para pemain dan pelatih, apalagi di saat-saat pertandingan penting. Sayangnya, hal ini tidak seharusnya dilakukan sebab memperhatikan kesehatan dan kondisi fisik para pemain tetap yang utama. Cedera ringan jika terus dipaksakan akan bertambah parah menjadi cedera serius. Batasilah waktu bermain dan berikan tubuh periode untuk beristirahat dan memulihkan otot-otot yang terluka saat berolahraga.

10. Mempersiapkan Segala Kondisi Darurat Medis

Perlengkapan pertolongan pertama harus tersedia dalam semua pertandingan sepak bola. Para pemain dan pelatih harus peka pada setiap kecelakaan latihan yang menyebabkan cedera, baik itu cedera ringan ataupun cedera serius. Untuk itulah segala persiapan dan kebutuhan kondisi darurat medis harus selalu tersedia.

Read More