Category Olahraga

Cek Dulu Bahaya Olahraga Malam sebelum Memutuskan untuk Beraktivitas Fisik

cek risiko alami bahaya olahraga malam

Berolahraga memang banyak direkomendasikan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Namun, apakah tiap waktu olahraga selalu memberikan manfaat yang baik bagi tubuh? Dan apakah Anda pernah mendengar bahaya olahraga malam?

Belakangan ini, banyak orang yang melakukan olahraga di malam hari tanpa mengetahui risiko di baliknya, terutama para pekerja kantoran yang waktu siang hari hingga sore digunakan untuk bekerja. Meskipun begitu, memilih untuk melakukan olahraga malam tidak sebaiknya Anda jadikan pilihan. 

Bahaya olahraga malam yang jarang orang tahu

Tidak direkomendasikannya olahraga malam bukan tanpa alasan. Pasalnya, bahaya olahraga malam bagi kesehatan tubuh tidaklah main-main. Penjelasan lebih detail dapat Anda simak di bawah ini.

  • Risiko terkena bahaya

Bahaya olahraga malam yang perlu Anda waspadai adalah tingginya risiko terkena bahaya. Ketika Anda memutuskan untuk berolahraga di malam hari, keselamatan Anda juga menjadi taruhannya, khususnya bagi Anda yang kerap kali berolahraga di luar ruangan, seperti bersepeda atau jogging.

Ketika malam hari, risiko bahaya yang muncul dapat mengancam keselamatan Anda, seperti menjadi target dari tindak kejahatan yang terjadi di jalanan atau menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Di samping itu, Anda juga perlu memerhatikan risiko terkena kram, dehidrasi, atau jatuh dari sepeda, yang cenderung lebih sulit mencari pertolongan ketika malam hari.

  • Memicu gangguan tidur

Kegiatan olahraga merupakan aktivitas yang dapat meningkatkan suhu tubuh, metabolisme, detak jantung, dan aliran darah manusia. Di satu sisi, manusia membutuhkan perlu berada dalam situasi dan kondisi serileks mungkin untuk dapat tertidur dengan tenang. Ketika seseorang melakukan olahraga di malam hari, kondisi ini akan menghambat orang tersebut dalam mendapatkan tidur yang berkualitas. Belum lagi, waktu tidur akan tertunda, jika olahraga dilakukan dekat jam tidur.

  • Rawan mengalami gangguan kesehatan serius

Bahaya olahraga malam baru akan dirasakan dampaknya ketika seseorang melakukan kebiasaan olahraga di malam hari dalam jangka waktu yang lama. Ketika seseorang berolahraga di malam hari, biasanya orang tidak akan memiliki aktivitas lain yang akan dilakukan selepas berolahraga dan sebelum tidur tersebut. Kondisi ini akan menghambat proses pembakaran kalori. Pada dasarnya, proses ini lebih efektif terjadi ketika seseorang melakukan olahraga di pagi atau sore hari. 

Selain itu, tubuh yang telah beraktivitas selama sehari penuh, tidak direkomendasikan untuk melakukan olahraga malam hari. Menurut Doktor Zubaidi Ahmad dari Pertubuhan Doktor-Doktor Islam Malaysia (PERDIM), mengatakan bahwa berolahraga malam hari membutuhkan lebih banyak energi. Kondisi ini akan memicu tekanan darah naik secara mendadak, bahkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada jantung di kemudian hari.

Jika Anda memang tidak memiliki pilihan lain, selain melakukan olahraga malam, maka Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini terlebih dulu:

  • Pilihlah aktivitas olahraga di dalam ruang. Jika memang tidak ada pilihan lain, ajaklah seseorang untuk berolahraga malam dan kenakan pakaian dengan warna kontras agar lebih terlihat oleh orang-orang sekitar.
  • Pilihlah jenis olahraga dengan efek menenangkan, seperti yoga agar dapat membantu Anda mendapatkan kualitas tidur lebih baik.
  • Tidak langsung berolahraga selepas beraktivitas sepanjang hari.
  • Lakukan olahraga beberapa jam sebelum tidur.
  • Cobalah lakukan olahraga angkat berat. Dalam sebuah penelitian, dikatakan bahwa olahraga angkat berat dapat membantu Anda untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas tidur.
Read More

10 Cara Mengurangi dan Mencegah Cedera Sepakbola

cara mengatasi cedera sepakbola

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Sports Medicine edisi Februari 2007, ada sekitar 120.000 kasus cedera yang cukup serius setiap tahunnya pada anak-anak dan remaja. Bahkan, sebagian di antaranya sampai memerlukan perawatan khusus di ruang gawat darurat rumah sakit.

Sedangkan, secara keseluruhan jumlah cedera yang berkaitan dengan sepak bola, termasuk yang dirawat di luar unit gawat darurat rumah sakit, diperkirakan hampir 500.000 per tahunnya. Jumlah ini tentu seharusnya dapat ditekan jika para orangtua, pelatih dan organisasi sepak bola mampu mengajarkan dan membiasakan langkah-langkah keamanan berikut.

1. Melakukan Latihan Pengondisian

Cedera seperti keseleo paling sering terjadi pada awal musim ketika para pemain, baik itu anak-anak atau orang dewasa, masih belum terbiasa dengan pola latihan. Sebenarnya, cedera semacam itu dapat dicegah jika sebelum memulai latihan para pemain konsisten mengikuti program latihan pengondisian yang dirancang khusus untuk sepak bola. Latihan pengondisian sendiri merupakan sebuah latihan pergerakan tubuh yang dilakukan dengan meningkatkan dan menantang kemampuan tubuh seseorang pada seluruh aspek kebugaran, seperti kekuatan, daya, fleksibilitas, kardiovaskular, bagian inti, kecepatan, dan lain sebagainya. Latihan ini ditujukan agar tubuh pemain berada dalam kondisi yang siap dalam menghadapi kondisi khusus saat bermain atau berlatih.

Latihan pengondisian yang tepat dilakukan dengan menguatkan otot paha belakang dan otot paha depan. Biasanya latihan ini dilakukan dengan gerakan-gerakan berputar, melompat, dan mendarat dengan lutut tertekuk. Gerakan-gerakan ini terbukti dapat mencegah terjadinya beberapa cedera olahraga saat bermain sepak bola.

2. Melakukan Peregangan, Pemanasan, dan Pendinginan

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga yang dilakukan tanpa pemanasan dan otot yang kaku akan lebih rentan mengalami cedera dengan lebih banyak rasa saki. Tidak seperti olahraga senam atau berenang, sepak bola tidak dapat mengembangkan fleksibilitas alami tubuh. Akibatnya, peregangan pada beberapa bagian tubuh seperti selangkangan, pinggul, paha belakang, tendon Achilles, dan paha depan menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko otot tegang dan keseleo.

Peregangan ini juga sangat penting untuk para pemain sepak bola dengan usia antara 10 dan 13 tahun yang memiliki kekurangan fleksibilitas alami karena tulang mereka tumbuh lebih cepat daripada otot. Selain itu, peregangan, pemanasan, dan pendinginan juga sangat penting untuk anak perempuan, yang perlu memperkuat dan meregangkan otot kaki untuk mengurangi risiko cedera ACL.

3. Memantau Kondisi Lapangan

Dari banyaknya kasus cedera olahraga saat bermain sepakbola, 25% dari semua kasus tersebut terjadi akibat kondisi lapangan yang buruk. Jangan andalkan para wasit dan pelatih untuk memeriksa kondisi lapangan yang berlubang, genangan, berlumpur, atau serpihan kaca dan batu di dalamnya. Cobalah untuk jeli dan fokus pada kondisi lapangan, saat bermain.

4. Menggunakan Pelindung Tulang Kering

Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa dalam satu liga sepak bola remaja, tulang kering merupakan bagian tubuh ketiga yang paling mungkin untuk mengalami cedera. Dalam penelitian itu, dari 17 patah tulang, 4 di antaranya terjadi pada tulang kering. Studi ini menegaskan bahwa pelindung tulang kering secara signifikan dapat membantu menahan benturan pada tulang kering. Akan tetapi, pastikan untuk memilih pelindung tulang kering yang sesuai dengan standar.

5. Menghindari Benturan dengan Gawang

Sepak bola memang tidak membutuhkan perlengkapan atau peralatan khusus yang dapat melukai para pemain. Namun, gawang yang terbuat dari besi kerap menjadi penyebab pemain mengalami cedera akibat benturan yang keras. Itulah sebabnya, para kiper dan pemain penyerang harus lebih waspada saat akan melakukan gerakan di area sekitar gawang. Biasanya semakin mendekat ke gawang, pergerakan yang dilakukan pemain cenderung semakin agresif. Tidak heran jika banyak kecelakaan terjadi di area tersebut.

6. Memperhatikan Keamanan Gawang Bola

Menurut Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat, setidaknya sudah tercatat 29 korban jiwa dan 49 cedera serius sejak tahun 1979 hingga 2004 terjadi akibat gawang bola yang tidak aman, seperti gawang bola portable yang relatif mudah jatuh menimpa pemain.

7. Menggunakan Pelindung Mulut untuk Cedera Orofasial

Sebanyak 30% dari semua cedera sepak bola terjadi di area orofasial, termasuk avulsi gigi, fraktur gigi, gegar otak, dan laserasi mulut. Sebenarnya, cedera seperti itu dapat dicegah jika pemain itu mengenakan pelindung mulut. Namun hanya sekitar 7% dari pemain sepak bola muda yang memakai pelindung mulut selama bermain dalam sebuah pertandingan. Padahal penggunaan pengaman ini sangatlah dianjurkan.


8. Menghindari Risiko Gegar Otak dan Cedera Kepala Lain

Penelitian yang belakangan ini dilakukan menunjukkan bahwa cedera kepala dan gegar otak mengakibatkan dampak jangka pendek dalam kinerja mental menjadi lebih lemah, termasuk di dalamnya penurunan fungsi kognitif, kesulitan dalam pembelajaran verbal, perencanaan, kesulitan mempertahankan fokus dan perhatian, serta mengurangi kecepatan dalam memproses dan menerima informasi. Untuk mengatasinya, Asosiasi Pelatih Sepakbola Nasional Amerika merekomendasikan untuk tidak menekankan latihan kepala di antara anak-anak 10 atau lebih muda. Pemain, pelatih, orangtua, wasit, dan para profesional kesehatan perlu diedukasi tentang potensi cedera kepala yang terjadi pada permainan sepakbola. Dengan begitu, mereka akan cenderung dapat menghindari dan bersama-sama peka dalam penanganan cedera kepala itu sendiri.

9. Mengatur Jadwal Bermain dan Istirahat

Cedera ringan kerap dianggap remeh dan sepele oleh para pemain dan pelatih, apalagi di saat-saat pertandingan penting. Sayangnya, hal ini tidak seharusnya dilakukan sebab memperhatikan kesehatan dan kondisi fisik para pemain tetap yang utama. Cedera ringan jika terus dipaksakan akan bertambah parah menjadi cedera serius. Batasilah waktu bermain dan berikan tubuh periode untuk beristirahat dan memulihkan otot-otot yang terluka saat berolahraga.

10. Mempersiapkan Segala Kondisi Darurat Medis

Perlengkapan pertolongan pertama harus tersedia dalam semua pertandingan sepak bola. Para pemain dan pelatih harus peka pada setiap kecelakaan latihan yang menyebabkan cedera, baik itu cedera ringan ataupun cedera serius. Untuk itulah segala persiapan dan kebutuhan kondisi darurat medis harus selalu tersedia.

Read More