Mungkinkah Anak-Anak Mengalami Kista Dermoid?

Kista dikenal sebagai pertumbuhan daging secara abnormal di tubuh manusia. Ia berisi cairan atau zat setengah padat. Kendati hampir-hampir mirip, kista bukan tumor ganas atau kanker. Ada satu jenis kista yang terbilang cukup unik lantaran struktur dan pola pertumbuhannya. Ia adalah kista dermoid.

Kista dermoid biasanya mudah terdeteksi lantaran tumbuh di permukaan kulit dan berbagai bagian tubuh lainnya yang memiliki folikel rambut, jaringan kulit, dan kelenjar lainnya yang memproduksi keringat.

Kista jenis ini mengandung struktur dengan karakteristik seperti kulit normal. Sehingga meski ia berada di tempat yang tidak seharusnya, kelenjar-kelenjar ini tetap aktif, sehingga mendorong pertumbuhan daging berisi cairan yang abnormal tersebut.

Siapa saja bisa mengalami kista dermoid, termasuk anak-anak, lantaran kista jenis ini telah berkembang sejak di dalam janin, dalam kata lain, ini adalah kondisi bawaan lahir.

Kondisi ini sangat umum terjadi dan beruntungnya, kista dermoid ini tidak membahayakan. Namun, bukan berarti keadaan tersebut bisa dibiarkan lantaran tak bisa hilang dengan sendirinya. Lagi pula, kista yang biasa tumbuh di kepala, leher, dan wajah, terutama di sisi alis ini cenderung mengganggu.

  • Gejala Kista Dermoid yang Dialami Anak

Sebenarnya, untuk dapat memahami gejala kista dermoid, kita baru bisa mengenali tergantung di mana kista itu tumbuh. Namun, secara umum gejala kista dermoid mirip benjolan di leher atau masalah medis lain, seperti:

  • Kista tampak seperti benjolan kecil di bawah kulit yang tidak sakit
  • Kista dermoid bisa terjadi di bagian tubuh mana saja namun biasanya muncul di leher, kulit kepala, dahi, hidung, atau di sekitar mata
  • Benjolan tersebut bisa berwarna seperti kulit atau agak kuning atau biru
  • Ada lubang kecil di kista. Lubang tersebut bisa ditumbuhi rambut atau mengeluarkan zat yang bertekstur seperti keju

Kista yang tumbuh di bagian permukaan kulit biasanya juga akan membengkak dan menyebabkan ketidaknyamanan jika terinfeksi. Hat-hati dan mulai waspada jika menyadari kondisi seperti di atas. Sebab, jika kista ini pecah, infeksi bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya, yaitu mata dan wajah.

  • Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua saat Menyadari Ada Kista Dermoid di Tubuh Anak?

Seperti yang sudah disinggung di atas, kista dermoid tak bisa sembuh dengan sendirinya. Seseorang harus mendapat bantuan medis untuk mengatasi masalah ini. Adapun metode penanganan kista dermoid yang paling bisa diandalkan adalah pengangkatan melalui prosedur operasi.

Jangan pernah sekali-kali menusuk kista dengan jarum agar isinya keluar, seperti yang biasa dilakukan bisul. Pasalnya, alih-alih menyembuhkan, aktivitas itu berisiko memicu kondisi kesehatan lain. Sebab menusuk kista dermoid dengan jarum sama sekali tidak akan mengurangi masalah karena zat di dalamnya tebal.

Operasi diperlukan untuk membuang semua komponen kista, mulai dari dinding kista hingga isinya yang seperti keju, agar pada masa yang akan datang kista tidak dapat tumbuh lagi.

Jika kista dermoid tumbuh di luar tengkorak, kista dapat dengan mudah diangkat. Namun, kista bisa jadi masuk terlalu dalam atau berhubungan dengan jaringan lain. Untuk mengetahuinya, diperlukan diagnosis menggunakan CT scan dan MRI.

Tindakan bedah pun dapat melibatkan dokter spesialis lain, seperti ahli bedah saraf dan dokter bedah THT. Oleh karena itu, jika Anda menyadari ada kista dermoid yang tumbuh di tubuh anak, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Tenaga medis itu akan mencarikan dan memberikan jalan terbaik untuk mengatasi masalah kista dermoid yang terjadi pada anak Anda.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>