Category Uncategorized

Jenis-jenis Mikosis dan Cara Mencegahnya

Tahukah Anda bahwa jamur ternyata tidak hanya hidup di tanah, air, serta udara. Tapi jamur juga hidup secara alami di dalam tubuh manusia. Ada jamur baik, ada juga yang berbahaya. Jika jamur yang berbahaya menginfeksi tubuh, maka akan menyebabkan Mikosis.

Mikosis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh manusia sedang lemah dan terganggu. Jamur ini sulit dibunuh karena mereka dapat bertahan hidup dan akan menginfeksi lagi.

Gejala umum infeksi jamur alias mikosis ini yaitu adanya perubahan pada kulit, kulit merah atau mengelupas, serta gatal. Gejala ini sebenarnya bergantung pada jenis infeksi jamur yang menjangkiti.

Jenis-jenis Mikosis

Secara umum, ada beberapa jenis dari infeksi jamur yang terjadi, yaitu:

  • Kutu Air (Athlete’s Foot)

Infeksi jamur yang paling sering menyerang kaki adalah kutu air atau disebut juga tinea pedis atau Athlete’s foot. Jamur akan tumbuh sempurna pada lingkungan yang lembap dan hangat. Misalnya kaus kaki dan sepatu, ruang ganti, serta peralatan olahraga. Biasanya paling banyak ditemukan di daerah yang memiliki iklim yang hangat dan musim panas. Sebab, jamur akan  mudah dan cepat berkembang biak di tempat hangat.

Gejalanya dapat berupa:

  • Telapak kaki atau bagian pinggir kaki pecah-pecah
  • Kulit yang terinfeksi jamur akan lunak karena lapisannya sudah mulai rusak
  • Ada sensasi terbakar, perih, dan terasa gatal di daerah yang terinfeksi kutu air
  • Kulit akan kemerahan, terkelupas, dan lecet

Pengobatan dan pencegahan kutu air

Kutu air disebabkan oleh jamur yang berbeda-beda. Infeksi yang ditimbulkan juga akan berbeda tergantung pada jenis jamur yang menginfeksi kulit.

Kutu air dapat diobati dengan mengoleskan salep antijamur topikal yang mudah ditemukan di pasaran. Jika lebih parah bisa disertai obat minum.

Untuk menghindari dan mencegah terinfeksi jamur bisa dengan merawat dan menjaga agar kulit tetap kering agar jamur tidak berkembang biak. Pastikan kulit kaki terus kering, terkena udara, dan bersih. Jika berada di kamar mandi umum atau tempat yang lembap, usahakan menggunakan sendal.

  • Infeksi Ragi (Yeast Infection)

Infeksi jamur pada vagina merupakan bentuk dari perrtumbuhan candida yang berlebihan pada wanita, lebih spesifik lagi adalah jenis candida albicans. Adanya pertumbuhan candida yang berlebihan ini akan mengganggu keseimbangan bakteri dan ragi yang ada di vagina.

Selain itu, infeksi candida ini juga dapat menyebabkan infeksi kuku kaki dan juga ruam popok.

Gejala-gejala umum infeksi ragi ini adalah sebagai berikut:

  • Area sekitar vagina memerah dan terasa nyeri
  • Terasa gatal dan terjadi pembengkakan di sekitar vagina
  • Keputihan bisa berupa cairan abu-abu dan biasanya berbau amis
  • Saat buang air kecil akan terasa perih, ada sensasi terbakar, dan sakit. Hal ini juga akan terasa saat melakukan hubungan seksual
  • Ruam pada kulit

Pengobatan dan pencegahan infeksi ragi

Terganggunya keseimbangan bakteri dan ragi di vagina dapat disebabkan oleh stres, antibiotik, ataupun hormon yang tidak seimbang, serta pola makan yang tidak sehat.

Infeksi jamur ini cukup mudah didiagnosis oleh dokter. Setelah bertanya mengenai riwayat medis, pasien, dokter akan memeriksa dinding vagina dan leher rahim untuk melihat tanda-tanda infeksi. Hal ini dilakukan agar mendapat diagnosis yang tepat.

Pengobatan standar yang bisa dilakukan dengan krim, obat tablet yang didapat melalui resep dokter. Bila infeksinya sudah lebih lanjut, akan memerlukan perawatan yang lebih kompleks.

Infeksi ragi ini bisa dihindari dengan memulai pola hidup sehat dan menjaga kebersihan dengan baik. Mengenakan pakaian yang longgar dan dibuat dari serat alami, serta menjaga kebersihan celana dalam ,akan membantu mencegah infeksi.

  • Jock Itch

Jock Itch adalah infeksi jamur yang sering muncul di daerah yang lembap, misalnya lipatan bokong atau lipatan paha. Gejalanya dapat berupa:

  • Iritasi, terasa gatal, dan ada sensasi terbakar di area yang terinfeksi jamur
  • Adanya ruam merah yang berbentuk lingkaran dan di bagian tepinya terlihat timbul
  • Terdapat kemerahan pada bokong, lipatan paha, dan bagian-bagian yang terinfeksi
  • Bagian yang terkena infeksi akan terkelupas dan kering

Pengobatan dan pencegahan Jock Itch

Mengobati Jock itch bisa dilakukan dengan salep antijamur topikal dan menjaga kebersihan dengan baik. Rajin membersihkan daerah yang terinfeksi dan membuatnya tetap kering akan membantu membunuh jamur.

Infeksi jamur ini dapat dicegah dengan memperhatikan pakaian yang digunakan. Pilihlah yang longgar dengan serat alami, misalnya menggunakan celana dalam katun. Tidak melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi Jock itch juga dapat menghindari diri dari infeksi jamur tersebut.

  • Ringworm (Kurap)

RIngworm atau tinea corporis atau nama tenarnya kurap. Kurap biasanya terdapat pada area yang banyak sel kulit mati, misalnya kulit, kuku, dan juga rambut. Kurap atau ringworm ini dengan mudah menyebar ke berbagai bagian tubuh serta mudah juga ditularkan dari dan ke orang lain atau hewan.

Gejalanya antara lain:

  • Bercak merah atau ruam bersisik bentuknya berupa lingkaran, bagian tepi terasa timbul
  • Bagian tengah kurap bisa bersih atau bersisik

Pengobatan dan Pencegahan Kurap

Biasanya, kurap cukup diobati dengan krim dan salep. Namun, kurap yang parah bisa diobati dengan penanganan dokter.

Kurap dapat dicegah dengan menjaga kebersihan. Usahakan agar kulit selalu kering dan bersih sehingga terhindar dari segala jenis mikosis. Selain itu, gunakan alas kaki saat ke kamar mandi umum, serta hindari menggunakan barang atau handuk bersama.

Read More

Keracunan, Gejala, dan Bahaya Merkuri

Bahaya merkuri yang mengintai kesehatan, mulai dari mual dan muntah hingga merusak saraf.

Keracunan merkuri adalah bentuk keracunan akibat konsumsi merkuri. Bahaya merkuri harus diwaspadai. Merkuri merupakan sebuah tipe logam beracun yang banyak ditemukan di lingkungan. Penyebab paling umum dari keracunan merkuri adalah konsumsi terlalu banyak metil merkuri atau merkuri organik, yang banyak ditemukan di makanan laut. Pada dasarnya, merkuri (dalam jumlah kecil) ada di setiap makanan dan produk. Namun, karena jumlahnya yang sangat kecil, merkuri tersebut tidak akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Akan tetapi, terlalu banyak mengonsumsi merkuri sangatlah berbahaya. Merkuri timbul secara alami. Namun, jumlahnya di lingkungan setiap hari semakin bertambah akibat industrialisasi. Logam ini dapat menyebar ke tanah dan air, dan akhirnya menyebar ke hewan seperti ikan. 

Gejala keracunan merkuri

Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung merkuri merupakan penyebab utama keracunan jenis ini. Bahaya merkuri terutama sangat tampak bagi anak-anak dan bayi yang baru lahir. Merkuri dikenal dengan dampak neurologisnya. Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat menyebutkan terlalu banyak mengonsumsi merkuri dapat menyebabkan kegelisahan, depresi, sifat mudah marah, gangguan ingatan, tremor, dan lain-lain. Sering keracunan merkuri terjadi dari waktu ke waktu. Namun, terjadinya gejala-gejala tersebut di atas dapat menjadi tanda adanya keracunan akut. Apabila Anda mencurigai adanya keracunan merkuri tersebut, segera hubungi dokter. 

Pada orang dewasa, keracunan merkuri dapat menyebabkan kesulitan mendengar dan berbicara, kurangnya koordinasi, otot terasa lemah, kehilangan saraf muka dan tangan, kesulitan berjalan, dan perubahan pandangan. Sementara itu, pada anak-anak, keracunan merkuri dapat mengganggu perkembangan pertumbuhan anak. Anak dan bayi yang terpapar bahaya merkuri dalam jumlah yang tinggi dapat memiliki keterlambatan kognisi, keterampilan motorik halus, perkembangan bicara dan bahasa, serta kesadaran visual-spasial.

Komplikasi akibat keracunan merkuri

Kandungan merkuri yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan neurologis jangka panjang dan terkadang permanen. Bahaya merkuri ini biasanya terjadi pada anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang. Paparan terhadap merkuri dapat menyebabkan masalah perkembangan otak yang dapat mempengaruhi fungsi fisik seperti keterampilan motorik. Sementara itu bagi orang dewasa keracunan merkuri dapat menyebabkan kerusakan otak dan ginjal permanen. Kegagalan sirkulasi juga salah satu jenis komplikasi yang mungkin terjadi.

Penyebab keracunan merkuri

Keracunan merkuri (metil merkuri) biasanya dihubungkan dengan konsumsi makanan laut seperti ikan. Keracunan akibat ikan dapat disebabkan oleh makan ikan jenis tertentu yang mengandung merkuri dan terlalu banyak makan ikan. Ikan mengandung merkuri disebabkan karena kondisi air tempat mereka hidup. Semua jenis ikan mengandung merkuri dalam jumlah yang berbeda-beda. Ikan berukuran besar memiliki jumlah merkuri yang lebih tinggi karena mereka memangsa ikan berukuran kecil yang juga mengandung merkuri. Beberapa jenis ikan yang mengandung merkuri di antaranya adalah ikan hiu, ikan pedang, ikan mackerel, ikan marlin, dan ikan tuna. Apabila Anda sedang hamil, sangat direkomendasikan untuk makan ikan tuna tidak lebih dari 170 gram setiap minggunya. Hal ini akan mengurangi risiko paparan merkuri terhadap janin. Anda juga harus memperhatikan takaran konsumsi ikan ketika Anda sedang menyusui, karena merkuri dapat disalurkan lewat air susu ibu (ASI). 

Bahaya merkuri juga dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti paparan terhadap semua bentuk logam yang ada di lingkungan Anda, misalnya termometer demam yang rusak, beberapa jenis perhiasan, produk-produk perawatan kulit, hingga paparan terhadap udara yang beracun yang ada di lingkungan industri.

Read More