Cara Mengukur Lingkar Kepala Bayi untuk Pasien Virus Zika

Virus Zika merupakan jenis penyakit yang penyebabnya mirip dengan deman berdarah, namun mengakibatkan sakit yang berbeda. Virus Zika menyerang ibu hamil dan bayinya. Sejauh ini belum ada kasus virus Zika yang terjadi di Indonesia, kasus terakhir menyebutkan kejadiannya di Amerika Serikat.

lingkar kepala bayi

Virus Zika menyebabkan kelahiran bayi dengan kelainan mikrosefali. Hal ini bisa dilihat dari hasil pengukuran lingkar kepala bayi ketika masih dalam kandungan maupun setelah lahir. Berikut merupkan fakta-fakta mengenai virus Zika dan cara mengukur lingkar bayi agar mampu mendeteksi infeksi virus ini sejak dini.  

Zika dan mikrosefali

Virus zika disebabkan karena gigitan nyamuk jenis Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Biasanya jenis nyamuk ini menggigit saat siang atau malam hari. Jika nyamuk menggigit ibu hamil, maka akan menyebabkan infeksi dan membahayakan janin. Bayi yang dilahirkan kemungkinan mengalami kelainan. Sampai saat ini belum ada vaksin maupun obat bagi pasien virus Zika.

Tidak ada tanda dan gejala jika seseorang terinfeksi virus Zika saat hamil. Meskipun terdapat tanda dan gejala, bentuknya sangat umum dan ringan seperti demam, ruam, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, mata merah. Satu-satunya cara mendeteksi virus Zika yaitu dengan tes darah atau tes urin. 

Dampak terbesar dari virus Zika yaitu kelainan mikrosefali pada bayi yang dilahirkan ibu terinfeksi virus Zika. Mikrosefali yaitu kelainan dimana ukuran kepala bayi lebih kecil dibandingkan bayi normal di tingkat umur dan jenis kelamin yang sama. Otak bayi pun memiliki ukuran lebih kecil sehingga kemungkinan tidak bisa berkembang dengan baik.

Ada dua kemungkinan terkait proses perkembangan otak bayi pada kelainan ini, yaitu otak bayi tidak berkembang dengan baik saat kehamilan atau berhenti tumbuh setelah kelahiran.  

Cara mengukur lingkar kepala sebelum lahir

Saat ibu mengandung, kejadian mikrosefali bisa didiagnosa menggunakan tes USG. Tes ini dilakukan setidaknya saat kandungan menginjak akhir trimester kedua atau awal trimester ketiga. Tes USG mampu menunjukkan bentuk bayi secara utuh dan mendeteksi jika terdapat kelainan pada bayi.  

Cara mengukur lingkar kepala setelah lahir

Berikut merupakan cara mengukur lingkar kepala bayi penderita virus zika:

  1. Pastikan pita pengukur kepala tidak elastis atau bisa gunakan pita ukur jahit
  2. Lingkarkan pita pengukur secara hati-hati ke kepala bayi. Anda bisa letakkan di bagian dahi terluas di atas alis dan telinga serta di bagian kepala belakang paling menonjol 
  3. Ulangi pengukuran sebanyak 3 kali dan pilih ukuran paling besar dengan tingkat ketelitian kurang lebih 0,1 cm
  4. Ukur lingkar kepala bayi pada hari pertama kelahiran bayi sebab grafik lingkar kepala berdasarkan umur dan jenis kelamin hanya bisa digunakan pada bayi berusia kurang dari 24 jam

Lingar kepala bayi laki-laki cukup bulan sekitar 32-38 cm, sedangkan lingkar kepala bayi perempuan cukup bulan sekitar 31-37 cm. Jika kurang dari itu ada kemungkinan bayi mengalami mikrosefali. 

Apabila bayi tidak sempat diukur lingkar kepalanya sesaat setelah dilahirkan, maka pengukuran harus diukur secepatnya pada hari selanjutnya. Jika bayi terindikasi mikrosefali, petugas medis harus meminta tes lanjutan untuk mengkonfirmasi diagnosa, salah satu jenis tesnya yakni magnetic resonance imaging yang mampu memberikan informasi mengenai gambaran struktur otak bayi. 

Pengukuran lingkar kepala bayi tidak hanya mendeteksi penyakit virus Zika, tapi beberapa kelainan pada bayi lainnya seperti atrofi otak, hidrosefalus, maupun malformasi struktur otak lainnya. 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>