Bukan Diare Biasa, Waspadai Gejala Serangan Disentri Amoeba

disentri amoeba

Buang-buang air besar secara berlebihan tidak selalu menunjukkan Anda dalam kondisi diare. Bisa jadi Anda justru sedang mengalami disentri. Disentri sendiri dibagi menjadi dua, yaitu disentri basiler yang disebabkan oleh bakteri Shigella dan disentri amoeba yang dipicu oleh infeksi yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica.

Disentri amoeba menjadi jenis disentri yang mirip dengan diare. Pasalnya, feses yang dihasilkan dari infeksi amoeba yang menyerang usus besar tersebut juga tergolong cair. Meskipun demikian, feses cair akibat disentri amoeba lebih disebabkan adanya cairan berupa lendir dan darah yang merupakan luka dari dinding usus besar.

Di luar feses yang mengeluarkan darah dan lendir, sebenarnya banyak ciri lain dari disentri amoeba yang membedakannya dengan penyakit diare biasa. Berikut ini adalah tanda-tanda Anda sedang mengalami serangan disentri amoeba.

Kram Perut

Ketika Anda mengalami disentri amoeba, perut Anda akan terasa sangat sakit. Dalam beberapa waktu, Anda juga akan lebih mudah terserang kram perut. Kram terjadi karena adanya perlawanan tubuh terhadap infeksi yang disebabkan Entamoeba histolytica dalam usus besar.

Kondisi inilah berbeda dengan gejala diare yang biasanya tidak diikuti oleh kram perut. Anda bisa sedikit meringankan gejala disentri ini dengan menaruh bantal hangat di bagian perut. Namun, jangan terlalu berharap hasilnya akan memulihkan. Gejala kram mungkin bisa berkurang, tapi usus besar Anda tetap terinfeksi sehingga kram bisa saja timbul di sembarang waktu.

Kelelahan Parah

Disentri amoeba akan menguras isi perut Anda. Anda akan mengalami buang air besar berkali-kali yang disertai darah dan lendir. Kondisi ini pun tak ayal bisa memengaruhi kondisi tubuh Anda.

Buang air berkali-kali akan membuat Anda lemas. Anda pun mungkin akan merasa kelelahan parah yang belum pernah Anda rasakan. Ketika sudah mencoba beristirahat, rasa lelah tersebut tak kunjung hilang. Cobalah untuk tetap terhidrasi dan menjaga asupan makanan guna mengurangi rasa lelah yang berlebih akibat disentri amoeba tersebut.

Mual dan Muntah

Ketika Anda mengalami diare, intensitas buang air besar Anda memang akan meningkat. Namun di luar itu, tidak ada gejala lain yang mengarah pada rasa mual. Berbeda jika Anda mengalami disentri amoeba. Selain buang air besar secara sering, Anda sangat mungkin merasakan mual yang diiringi dengan muntah.

Mual dan muntah yang berlebihan nyatanya akan ikut menguras energi Anda. Kondisi ini juga akan menyulitkan Anda untuk mengonsumsi cairan dan makanan yang cukup karena banyak mengeluarkan feses cair. Alhasil, kondisi Anda bisa semakin lemah karena memasuki tahap dehidrasi.

Sembelit Terputus

Tidak melulu mengeluarkan buang air besar yang diserta darah dan lendir, ketika mengalami disentri amoeba ada suatu masa Anda justru akan mengalami sembelit. Sembelit intermittent atau terputus menjadi ciri khas dari disentri amoeba.

Ketika Anda mengalami kondisi sembelit setelah buang air besar dengan frekeunsi tinggi, artinya tubuh Anda mulai kekurangan asupan cairan maupun makanan. Ini sama sekali tidak menunjukkan kondisi Anda membaik, melainkan mesti semakin waspada untuk menanganinya.

Demam Tinggi

Demam merupakan respons umum yang dilakukan tubuh ketika terjadi infeksi yang disebabkan virus, bakteri, maupun amuba di dalam tubuh. Karena itu ketika Entamoeba histolytica menyerang usus besar Anda, reaksi demam juga sangat mungkin Anda alami.

Demam pada penderita disentri amoeba bisa sangat tinggi. Demam Anda bahkan bisa mencapai 40 derajat Celsius. Jika sudah demikian, jangan ragu untuk sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter guna mendapat penanganan medis yang tepat.

***

Penanganan ketika mengalami disentri amoeba mesti segera dilakukan. Jika tidak, risiko lebih parah siap menanti Anda. Asal tahu saja, ada 120 juta kasus disentri amoeba tiap tahunnya. Di mana sebanyak 1% di antaranya berujung pada kematian. Tidak ingin hal buruk tersebut terjadi pada diri Anda ataupun orang-orang yang Anda sayangi, bukan? Tindakan cepat dan tepat mesti segera Anda lakukan!

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>