Blog Archives

Waspada, Ini Dia Gejala Keracunan Makanan yang Harus Anda Ketahui

gejala keracunan makanan

Perlu dipahami bahwa keracunan makanan merupakan sebuah istilah dengan cakupan beragam kondisi yang banyak dan luas karena dapat mencakup banyak infeksi yang berbeda. Itulah sebabnya, keracunan makanan akan menimbulkan gejala dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Gejala dan variasi tingkat keparahan ini akan bergantung pada jenis bakteri, virus, atau parasit yang menginfeksi Anda. Selain itu, kuantitas dari kuman makanan ini juga akan berpengaruh diikuti dengan kemampuan dari sistem kekebalan tubuh Anda dalam melawannya.

Meskipun terdapat banyak jenis dari keracunan makanan, kebanyakan kasusnya akan menyebabkan beberapa gejala seperti:

  • Diare
  • Mual
  • Muntah

Jika Anda mengalami kasus keracunan yang ringan, mungkin Anda akan mengira bahwa Anda sedang menderita flu perut atau virus. Selanjutnya, Anda juga mungkin tidak akan membutuhkan obat atau perawatan khusus karena akan membaik perlahan dengan sendirinya. Akan tetapi, beberapa orang dengan keracunan makanan akan merasakan sederet gejala parah yang menyebabkan mereka perlu untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit. Itulah sebabnya, Anda perlu dengan baik memahami gejala keracunan makanan dan kapan harus menghubungi dokter.

Gejala Keracunan Makanan
Gejala keracunan makanan berupa kram di perut dan usus, diare, dan muntah dapat mulai dirasakan sejak 1 jam setelah memakan makanan yang tercemar dan selambat-lambatnya 10 hari atau lebih. Lama munculnya gejala keracunan makanan tergantung pada apa yang menyebabkan infeksi keracunan makanan. Selain diare, mual, dan muntah, beberapa gejala umum dari keracunan makanan dapat berupa:

  • Perut kembung dan bergas
  • Demam
  • Nyeri otot
  • Tubuh terasa lemah
  • Nyeri perut dan kram

Gejala Botulisme

Anda mungkin pernah mendengar tentang beberapa kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan, seperti:

  • Campylobacter
  • E. coli
  • Listeria
  • Salmonella
  • Shigella

Selain itu, Anda mungkin juga pernah mendengar salah satu yang paling parah, yaitu botulisme. Sebuah jenis keracunan makanan akibat bakteri yang jarang namun parah. Gejala botulisme dapat terjadi berupa:

  • Bicara cadel atau pandangan kabur
  • Otot terasa lemah
  • Sulit menelan
  • Mulut kering
  • Kelumpuhan otot mulai dari kepala hingga ke tubuh bawah
  • Muntah

Pastikan untuk segera menghubungi dokter jika Anda merasakan adanya gejala botulisme pada diri Anda atau orang yang di sekitar Anda.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter

Keracunan makanan ringan biasanya sembuh dengan sendirinya hanya dengan beristirahat dan mengonsumsi banyak cairan. Akan tetapi, Anda harus segera menghubungi dokter, jika Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan gejala, seperti:

  1. Tanda-tanda dehidrasi: mulut kering, sedikit atau tidak ada buang air kecil, pusing, atau mata cekung
  2. Tidak mampu untuk menelan cairan tanpa memuntahkannya
  3. Diare yang berlangsung lebih dari 2 hari (1 hari pada bayi dan balita)
  4. Nyeri perut yang hebat atau muntah
  5. Demam 38 C atau lebih tinggi
  6. Kotoran yang berwarna hitam atau berdarah
  7. Otot terasa lemah
  8. Kesemutan di tangan
  9. Pandangan kabur
  10. Kebingungan
  11. Diare atau penyakit seperti flu pada wanita hamil
  12. Penyakit kuning (kulit kuning), yang bisa menjadi tanda hepatitis A

Itulah beberapa gejala keracunan makanan yang harus Anda waspadai. Ingatlah untuk selalu menjadi higienitas dari makanan dan perlengkapan makan yang Anda konsumsi untuk menghindari risiko keracunan makanan.

Read More

Jangan Salah, Ini Dia Daftar Mitos Dan Fakta Seputar Diare

mitos fakta diare

Tahukah Anda jika banyak informasi salah yang tersebar di masyarakat mengenai penanganan diare? Mulai dari larangan makan makanan tertentu hingga anjuran mengonsumsi obat khusus ternyata belum tentu benar adanya. Untuk itu, pahami daftar mitos dan fakta seputar diare agar Anda tidak salah berikut ini.

Mitos Diare

1. Melakukan Diet Makanan Hambar untuk Meredakan Diare
Mengonsumsi beberapa makanan hambar, seperti pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang, memang kerap direkomendasikan untuk mengobati diare. Namun, makanan tersebut ternyata tidak memiliki cukup nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh, seperti protein dan lemak. Dengan kata lain, Anda dapat mengonsumsi makanan-makanan tersebut di hari-hari pertama, tetapi Anda harus kembali ke asupan makanan normal yang bergizi sesegera mungkin.
 
2. Obat Flu Dapat Mencegah Flu Perut
Flu musiman dapat menyebabkan timbulnya gejala demam, nyeri tubuh, dan berbagai rasa sakit dan tidak nyaman di tubuh seperti tenggorokan dan kepala. Namun, flu sangat jarang menyebabkan diare. Influenza umumnya merupakan penyakit pada saluran udara dan paru-paru. Akan tetapi, ada pula penyakit yang biasa disebut “flu perut” dan dapat menyebabkan diare. Akan tetapi, virus penyebab flu perut ini berbeda dengan flu yang menyebabkan flu pada umumnya. Pasalnya, flu perut hanyalah nama umum untuk gastroenteritis virus, yang disebabkan oleh beberapa kuman berbeda.

3. Menghindari Makanan Berlemak
Makanan yang berminyak dan digoreng seringkali memperburuk diare karena sulit untuk dicerna. Meskipun begitu, makan dengan sedikit lemak juga bisa membantu meredakan diare. Pencernaan lemak yang lambat dapat mengurangi gejala diare. Selama tubuh Anda tidak memiliki masalah dalam penyerapan lemak, tambahkan satu sendok teh mayonaise, sedikit mentega, atau sedikit daging tanpa lemak ke makanan Anda. Makanan ini akan dapat membantu mengurangi gejala Anda.

4. Tumbuh Gigi Penyebab Diare
Banyak orangtua percaya bahwa tumbuh gigi dapat memicu diare pada bayi. Sayangnya, para dokter anak mengatakan bahwa hal itu tidak benar. Bayi Anda mungkin rewel atau mudah marah selama tumbuh gigi. Tetapi jika ia juga mengalami diare atau demam, bicarakan dengan dokter Anda karena mungkin memang ada masalah dalam pencernaannya
 
5. Minumlah Obat Saat Anda Merasa Sakit
Diare biasanya dapat hilang dengan sendirinya. Itu sebabnya pengobatan biasanya tidak diperlukan. Meskipun begitu, obat-obat diare yang dijual bebas dapat meredakan beberapa gejala yang mengganggu. Namun, jika Anda demam atau mendapatkan gejala lain, seperti tinja berdarah, sebaiknya hindari asupan obat dan segera kunjungi dokter. Jangan berikan obat diare kepada bayi atau anak-anak, kecuali dokter anak yang merekomendasikannya.


Fakta Diare

1. Dehidrasi Merupakan Sebuah Kondisi Serius
Diare menyebabkan Anda kehilangan cairan. Kehilangan terlalu banyak cairan dapat menyebabkan dehidrasi, khususnya pada anak-anak dan lansia. Pastikan untuk dengan segera menghubungi dokter jika Anda melihat tanda-tanda dehidrasi pada diri Anda, anak, atau orangtua Anda. Dokter mungkin akan merekomendasikan untuk segera meminum larutan rehidrasi, air, minuman energi tanpa kafein, rendah gula, jus buah cair, dan sup kaldu.
 
2. Obat-obatan Dapat Menyebabkan Diare
Efek samping dari sebagian obat-obatan dapat berupa masalah pada pencernaan, seperti diare. Sebut saja, antibiotik dan beberapa obat untuk kanker, depresi, diabetes, dan tekanan darah tinggi dapat menyebabkan efek samping berupa diare. Jika Anda mengalami diare setelah memulai obat baru, segera hubungi dokter Anda.
 
3. Makanan Manis Membuat Diare Lebih Buruk
Beberapa orang mencari minuman energi atau soda untuk mengisi kembali cairan yang hilang ketika sedang diare. Sayangnya, makanan dan minuman yang memiliki kandungan gula tinggi dapat memperburuk gejala diare. Selama proses pencernaan, gula menyerap cairan ke dalam usus dan menipiskan tinja. Beberapa pengganti gula, seperti sorbitol, mungkin memiliki risiko yang sama.
 
4. Serat Makanan Dapat Membantu
Kebanyakan dari makanan berserat memang sebaiknya dihindari saat diare. Namun, itu tergantung pada jenis makanan serat apa yang Anda makan. Serat larut, yang biasa ditemukan dalam kacang-kacangan, kacang polong, dedak gandum, dan buah-buahan yang dikupas dan sayuran yang dimasak, dapat menyerap air di usus dan membuat kotoran lebih padat. Tetapi serat yang tidak larut, seperti yang ditemukan di kulit buah-buahan dan sayuran mentah, biji-bijian, dan dedak gandum, dapat mempercepat tinja saat mereka melewati usus.
 
5. Kopi Bisa Membuatnya Lebih Buruk
Kafein dalam kopi, teh, minuman ringan, dan cokelat bisa membuat usus Anda bekerja lebih cepat. Kafein bekerja sebagai stimulan di usus, yang dapat membuat pencernaan lebih cepat dan menyebabkan usus Anda lebih cepat kosong. Hal ini juga berlaku pada kopi tanpa kafein yang memiliki kafein lebih sedikit dari biasanya, tetapi masih memiliki cukup kafein untuk merangsang usus Anda.
 
6. Cuci Tangan Dapat Menjaga Anda Tetap Sehat
Menurut para ahli kesehatan masyarakat, mencuci tangan masih merupakan cara terbaik untuk melawan kuman penyebab diare. Sebuah penelitian menemukan bahwa mencuci tangan yang baik dapat mengurangi transmisi infeksi diare hingga hampir 40%. Gunakan sabun dan air, seta gosok tangan Anda selama setidaknya 20 detik.
 
7. Yogurt Dapat Membantu Mengurangi Diare
Yoghurt dapat membantu orang pulih dari diare lebih cepat. Bakteri hidup, alami, dan “ramah”, seperti Lactobacillus acidophilus, yang terkandung dalam beberapa yogurt dapat membantu meningkatkan pencernaan yang sehat. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa yogurt dengan kandungan bakteri aktif dapat membantu mencegah diare yang disebabkan oleh antibiotik.

Read More

11 Cara Alami untuk Mengobati Gejala Pilek dan Flu

cara alami mengobati gejala pilek flu

Hingga saat ini, masih belum ada obat untuk pilek atau flu. Vaksin sejauh ini hanya bisa membantu mencegah flu. Sedangkan obat dari dokter untuk meredakan gejalanya. Selain obat kimia, ada banyak pengobatan alami untuk pilek dan flu. Beberapa bahan alami ini mungkin cocok untuk Anda!

Echinacea

Suplemen herbal ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan melawan infeksi. Tetapi efeknya untuk pilek dan flu butuh penelitian lebih lanjut. Beberapa penelitian menemukan, sebagian orang lebih cepat sembuh jika mengonsumsinya. Sedangkan penelitian lain menunjukkan tak ada pengaruh signifikan. Jika ingin mencoba, konsumsi herbal ini selama 7-10 hari saat Anda sakit.

Zinc

Zinc membantu melawan virus, seperti pilek. Cara kerjanya dengan menghentikan pembentukan protein tertentu sebelum virus pilek menggunakannya untuk bereproduksi. Meski tak mencegah pilek, zinc mempercepat kesembuhan dan meredakan keparahannya.

Syaratnya, konsumsilah dalam 24 jam setelah gejala pertama dan meneruskannya hingga lima hari. Produk zinc yang dihirup hidung tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan hilangnya indra penciuman.

Vitamin C

Menurut penelitian, vitamin C bisa mempercepat gejala pilek hingga sehari. Selain itu, para pekerja keras yang tiap hari minum minimal 200 mg vitamin C jarang terkena pilek. Minum vitamin C di awal serangan pilek tak membantu.

Sup Ayam

Sup ayam panas bisa membantu meredakan hidung mampet, jika Anda menghirup uapnya. Sedangkan minum kuahnya membantu menggantikan cairan yang keluar. Kuah yang hangat dan bergaram itu juga meredakan sakit tenggorokan.

Teh Panas

Teh panas juga obat alami pilek dan flu. Menghirup uapnya membantu melegakan hidung mampet. Sementara cairannya meredakan sakit tenggorokan dan membantu tubuh terhidrasi. Teh hitam dan teh hijau mengandung antioksidan yang bekerja melawan penyakit apapun.

Bawang Putih

Bawang putih sudah lama dikenal sebagai pelawan kuman. Menurut sebuah penelitian, bawang putih juga membantu mencegah pilek jika dikonsumsi setiap hari. Tetapi butuh lebih banyak penelitian untuk membuktikannya.

Uap Air

Menghirup uap air bisa membantu melegakan hidung mampet. Anda bisa menggunakan pelembab ruangan yang diisi semangkuk air panas. Anda juga bisa menutup kamar mandi dan beristirahat di bawah shower air hangatnya. Alternatif lain adalah menggunakan botol.

Obat Tetes Hidung

Meneteskan air garam ke dalam hidung bisa membantu membersihkan kotoran dan melegakan pernapasan. Anda bisa membeli obat tetes hidung atau membuatnya.

Caranya, campur 8 ounce air steril hangat dengan ¼ sendok teh garam dan ¼ sendok teh baking soda. Teteskan pada satu lubang hidung (dengan alat tetes hidung), sementara lubang hidung lainnya ditutup. Ulang 2-3 kali, lalu lakukan pada lubang hidung lainnya.

Salep Menthol

Sering membersit ingus bisa bikin area sekitar lubang hidung iritasi. Oleskan sedikit salep mentol ke bawah hidung, tenggorokan atau dada. Aroma mentol akan melegakan pernapasan.

Kumur Air Garam

Kumur air garam membantu mengurangi pembengkakan tenggorokan dan membersihkannya dari kuman. Lakukan empat kali sehari untuk menyembuhkan tenggorokan yang gatal.

Biarkan Demam Bekerja

Obat pilek alami dan obat flu alami adalah demam. Tingginya temperatur melawan pilek dan flu karena membuat kuman tak bisa hidup. Jika merasa tak nyaman, Anda bisa mengobatinya dengan pereda demam, dan minum banyak air. Hubungi dokter segera jika suhu mencapai 40, atau jika suhu anak 38 derajat Celcius.

Read More

10 Cara Mengurangi dan Mencegah Cedera Sepakbola

cara mengatasi cedera sepakbola

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Sports Medicine edisi Februari 2007, ada sekitar 120.000 kasus cedera yang cukup serius setiap tahunnya pada anak-anak dan remaja. Bahkan, sebagian di antaranya sampai memerlukan perawatan khusus di ruang gawat darurat rumah sakit.

Sedangkan, secara keseluruhan jumlah cedera yang berkaitan dengan sepak bola, termasuk yang dirawat di luar unit gawat darurat rumah sakit, diperkirakan hampir 500.000 per tahunnya. Jumlah ini tentu seharusnya dapat ditekan jika para orangtua, pelatih dan organisasi sepak bola mampu mengajarkan dan membiasakan langkah-langkah keamanan berikut.

1. Melakukan Latihan Pengondisian

Cedera seperti keseleo paling sering terjadi pada awal musim ketika para pemain, baik itu anak-anak atau orang dewasa, masih belum terbiasa dengan pola latihan. Sebenarnya, cedera semacam itu dapat dicegah jika sebelum memulai latihan para pemain konsisten mengikuti program latihan pengondisian yang dirancang khusus untuk sepak bola. Latihan pengondisian sendiri merupakan sebuah latihan pergerakan tubuh yang dilakukan dengan meningkatkan dan menantang kemampuan tubuh seseorang pada seluruh aspek kebugaran, seperti kekuatan, daya, fleksibilitas, kardiovaskular, bagian inti, kecepatan, dan lain sebagainya. Latihan ini ditujukan agar tubuh pemain berada dalam kondisi yang siap dalam menghadapi kondisi khusus saat bermain atau berlatih.

Latihan pengondisian yang tepat dilakukan dengan menguatkan otot paha belakang dan otot paha depan. Biasanya latihan ini dilakukan dengan gerakan-gerakan berputar, melompat, dan mendarat dengan lutut tertekuk. Gerakan-gerakan ini terbukti dapat mencegah terjadinya beberapa cedera olahraga saat bermain sepak bola.

2. Melakukan Peregangan, Pemanasan, dan Pendinginan

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga yang dilakukan tanpa pemanasan dan otot yang kaku akan lebih rentan mengalami cedera dengan lebih banyak rasa saki. Tidak seperti olahraga senam atau berenang, sepak bola tidak dapat mengembangkan fleksibilitas alami tubuh. Akibatnya, peregangan pada beberapa bagian tubuh seperti selangkangan, pinggul, paha belakang, tendon Achilles, dan paha depan menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko otot tegang dan keseleo.

Peregangan ini juga sangat penting untuk para pemain sepak bola dengan usia antara 10 dan 13 tahun yang memiliki kekurangan fleksibilitas alami karena tulang mereka tumbuh lebih cepat daripada otot. Selain itu, peregangan, pemanasan, dan pendinginan juga sangat penting untuk anak perempuan, yang perlu memperkuat dan meregangkan otot kaki untuk mengurangi risiko cedera ACL.

3. Memantau Kondisi Lapangan

Dari banyaknya kasus cedera olahraga saat bermain sepakbola, 25% dari semua kasus tersebut terjadi akibat kondisi lapangan yang buruk. Jangan andalkan para wasit dan pelatih untuk memeriksa kondisi lapangan yang berlubang, genangan, berlumpur, atau serpihan kaca dan batu di dalamnya. Cobalah untuk jeli dan fokus pada kondisi lapangan, saat bermain.

4. Menggunakan Pelindung Tulang Kering

Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa dalam satu liga sepak bola remaja, tulang kering merupakan bagian tubuh ketiga yang paling mungkin untuk mengalami cedera. Dalam penelitian itu, dari 17 patah tulang, 4 di antaranya terjadi pada tulang kering. Studi ini menegaskan bahwa pelindung tulang kering secara signifikan dapat membantu menahan benturan pada tulang kering. Akan tetapi, pastikan untuk memilih pelindung tulang kering yang sesuai dengan standar.

5. Menghindari Benturan dengan Gawang

Sepak bola memang tidak membutuhkan perlengkapan atau peralatan khusus yang dapat melukai para pemain. Namun, gawang yang terbuat dari besi kerap menjadi penyebab pemain mengalami cedera akibat benturan yang keras. Itulah sebabnya, para kiper dan pemain penyerang harus lebih waspada saat akan melakukan gerakan di area sekitar gawang. Biasanya semakin mendekat ke gawang, pergerakan yang dilakukan pemain cenderung semakin agresif. Tidak heran jika banyak kecelakaan terjadi di area tersebut.

6. Memperhatikan Keamanan Gawang Bola

Menurut Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat, setidaknya sudah tercatat 29 korban jiwa dan 49 cedera serius sejak tahun 1979 hingga 2004 terjadi akibat gawang bola yang tidak aman, seperti gawang bola portable yang relatif mudah jatuh menimpa pemain.

7. Menggunakan Pelindung Mulut untuk Cedera Orofasial

Sebanyak 30% dari semua cedera sepak bola terjadi di area orofasial, termasuk avulsi gigi, fraktur gigi, gegar otak, dan laserasi mulut. Sebenarnya, cedera seperti itu dapat dicegah jika pemain itu mengenakan pelindung mulut. Namun hanya sekitar 7% dari pemain sepak bola muda yang memakai pelindung mulut selama bermain dalam sebuah pertandingan. Padahal penggunaan pengaman ini sangatlah dianjurkan.


8. Menghindari Risiko Gegar Otak dan Cedera Kepala Lain

Penelitian yang belakangan ini dilakukan menunjukkan bahwa cedera kepala dan gegar otak mengakibatkan dampak jangka pendek dalam kinerja mental menjadi lebih lemah, termasuk di dalamnya penurunan fungsi kognitif, kesulitan dalam pembelajaran verbal, perencanaan, kesulitan mempertahankan fokus dan perhatian, serta mengurangi kecepatan dalam memproses dan menerima informasi. Untuk mengatasinya, Asosiasi Pelatih Sepakbola Nasional Amerika merekomendasikan untuk tidak menekankan latihan kepala di antara anak-anak 10 atau lebih muda. Pemain, pelatih, orangtua, wasit, dan para profesional kesehatan perlu diedukasi tentang potensi cedera kepala yang terjadi pada permainan sepakbola. Dengan begitu, mereka akan cenderung dapat menghindari dan bersama-sama peka dalam penanganan cedera kepala itu sendiri.

9. Mengatur Jadwal Bermain dan Istirahat

Cedera ringan kerap dianggap remeh dan sepele oleh para pemain dan pelatih, apalagi di saat-saat pertandingan penting. Sayangnya, hal ini tidak seharusnya dilakukan sebab memperhatikan kesehatan dan kondisi fisik para pemain tetap yang utama. Cedera ringan jika terus dipaksakan akan bertambah parah menjadi cedera serius. Batasilah waktu bermain dan berikan tubuh periode untuk beristirahat dan memulihkan otot-otot yang terluka saat berolahraga.

10. Mempersiapkan Segala Kondisi Darurat Medis

Perlengkapan pertolongan pertama harus tersedia dalam semua pertandingan sepak bola. Para pemain dan pelatih harus peka pada setiap kecelakaan latihan yang menyebabkan cedera, baik itu cedera ringan ataupun cedera serius. Untuk itulah segala persiapan dan kebutuhan kondisi darurat medis harus selalu tersedia.

Read More