Blog Archives

5 Tahapan yang Membentuk Tingkatan Depresi

Kesedihan merupakan hal yang wajar dialami oleh tiap orang, tidak terkecuali oleh Anda. Kesedihan umumnya timbul dikarenakan ada rasa kehilangan ataupun ketidakberterimaan terhadap suatu kondisi. Hanya saja jika terus berlanjut, kesedihan akan membuat Anda terkungkung dalam situasi depresi yang bisa mengganggu kehidupan Anda secara menyeluruh. Sampai saat ini berdasarkan waktu dan pengaruhnya, ada 9 tingkatan depresi yang mesti Anda waspadai.

Tiap tingkatan depresi memerlukan waktu dan cara pemulihan yang berbeda. Namun sejatinya untuk bisa mencapai suatu kepulihan dari suatu tingkatan depresi, Anda perlu merasakan lima tahapan. Di mana ketika sudah mencapai tahapan terakhir, rasa sedih tak berujung yang Anda alami berangsur akan menghilang dan Anda bisa menjalankan hidup secara normal kembali.

Berikut ini adalah lima tahapan yang ada dalam tiap tingkatan depresi. Ketika Anda sukses melalui lima tahapan ini, artinya Anda sudah bisa terbebas dari rasa sedih yang mengurung hari-hari Anda.

  1. Penolakan

Depresi pada awalnya dimulai dari rasa penolakan Anda terhadap suatu situasi maupun kondisi. Anda merasa tidak mampu menerima apa yang terjadi. Anda juga merasa sesuatu yang terjadi itu tidak benar adanya.

Normalnya ketika ada kondisi yang tidak sesuai dengan keinginan, orang akan merasa sedih. Namun pada tahapan penolakan, Anda bahkan menyangkal rasa sedih tersebut bahkan berpura-pura seperti biasa saja. Tanpa Anda sadari, penolakan terhadap rasa tersebut membuat  sedih kian berkepanjangan dan membentuk tingkatan depresi yang membahayakan.

  • Kemarahan

Tahapan kedua yang membentuk tingkatan depresi kian nyata adalah kemarahan. Setelah menyangkal rasa sedih yang Anda alami, Anda mulai sadar bahwa semua yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan Anda.

Pemberontakan pun terjadi dalam diri. Anda marah kepada diri sendiri karena tidak mampu melawan rasa sedih tersebut. Anda bahkan marah kepada dunia terutama pada sekeliling Anda dengan mempertanyakan mengapa situasi tersebut harus Anda alami.

  • Tawar-Menawar

Bisakah Anda menawar diri Anda sendiri? Jawabannya sangat bisa, khususnya terkait dalam pembentukan tingkatan depresi di dalam diri. Ketika akhirnya Anda sudah mampu meluapkan amarah Anda terhadap suatu kondisi yang tidak ingin diterima, Anda juga akan mulai menyadari bahwa Anda harus melewati kondisi tersebut.

Anda pun akan mencoba mengelola akal sehat Anda mengenai apa yang tengah terjadi. Rasa sedih hingga depresi yang Anda alami betul-betul Anda sadari. Karena itulah, Anda berusaha melepaskan diri. Pelepasan diri ini masuk dalam tahapan tawar-menawar di mana Anda mencoba menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang timbul akibat rasa sedih berkepanjangan tersebut.

  • Tingkatan Depresi

Walaupun sudah mencoba bernegosiasi dengan diri sendiri, nyatanya banyak orang gagal melewati tahap tawar-menawar. Mereka akhirnya berujung pada suatu kondisi tingkatan depresi yang bisa berbeda antara satu dengan orang lainnya. Jika sudah begini, Anda bahkan sudah masuk dalam tahapan krisis!

Pikiran-pikiran negatif akan semakin berkumandang dalam logika Anda. Anda juga akan merasa keputusasaan yang luar biasa hingga membuat Anda enggan untuk melanjutkan hidup, walaupun bukan juga memilih cara mengakhiri hidup. Jika sudah tahap ini, Anda sangat membutuhkan pertolongan orang lain. Dukungan dari orang terdekat bahkan bantuan profesional bisa membantu Anda melewati tahapan tingkatan depresi yang parah.

  • Penerimaan

Akhirnya Anda sadar bahwa keputusasaan yang Anda alami tidak boleh dilanjutkan. Anda menyadari membutuhkan bantuan dari orang lain, bahkan berkeinginan untuk menjumpai profesional guna membantu Anda lepas dari jeratan depresi.

Secara berangsur-angsur, Anda mencoba menerima kenyataan yang Anda alami, mulai dari penolakan terhadap situasi sedih sampai rasa depresi yang mengganggu kehidupan normal Anda. Ketika akhirnya Anda sudah merasa semua itu adalah bagian fase hidup yang mesti Anda lalui, bergembiralah karena Anda sudah berada di pintu gerbang kesembuhan!

***

Ketika Anda merasa dalam tingkatan depresi yang parah, ingatlah bahwa pada saat itu hanya tinggal melalui beberapa tahap guna bisa pulih. Tentu saja upaya riil diperlukan untuk bisa sembuh, yakni dengan mencari dukungan orang terdekat sampai mengunjungi profesional. Jadi, bersemangatlah karena situasi depresi tidak selamanya menghinggapi diri Anda!

Read More

Syarat Mendapatkan Surat Rujukan BPJS Kesehatan

Saat ingin menikmati layanan kesehatan dari BPJS Kesehatan, ada beberapa prosedur yang harus dilakukan. Salah satunya adalah adanya surat rujukan BPJS Kesehatan.

Surat rujukan adalah surat pengantar dari tenaga medis untuk petunjuk pengobatan dan pengobatan lanjutan ke dokter yang lebih kompeten.

Cara Mendapatkan Rujukan BPJS Kesehatan untuk Pasien

Surat rujukan dikeluarkan atau diberikan oleh dokter di Faskes Tingkat I agar pasien mendapatkan pengobatan di klinik yang lebih lengkap atau ke Faskes Tingkat II, seperti rumah sakit.

Umumnya, dokter akan langsung menerbitkan surat rujukan BPJS Kesehatan dari Faskes Tingkat I ke Faskes Tingkat II tanpa harus diminta. Namun, bila kondisi pasien bisa ditangani di Faskes Tingkat I, pasien akan diminta rawat jalan di sana hingga sembuh.

Ada syarat pasien yang diberikan rujukan ke Faskes Tingkat II ini, yaitu:

  • Pasien Membutuhkan pelayanan kesehatan yang spesialistik atau subspesialistik
  • Terdapat keterbatasan SDM, sarana dan prasarana di Faskes Tingkat I sehingga pasien harus dirujuk ke Faskes Tingkat II
  • Perujuk tidak bisa memberikan pelayanan kesehatan sesuai yang dibutuhkan oleh pasien. Hal ini bisa terjadi karena keterbatasan tenaga medis, fasilitas, dan peralatan

Jika syarat di atas tidak terpenuhi, maka pasien ataupun keluarga pasien tidak bisa memaksa untuk dirujuk. Jika ada pemaksaan, surat rujukan mungkin saja dikeluarkan, tetapi pada surat tersebut terdapat tulisan APS singkatan dari Atas Permintaan Sendiri. Sehingga biaya pengobatan akan ditanggung sendiri oleh pasien.

Nah, perlu diingat, bagi pasien yang pernah mendapat surat rujukan sebelumnya, dan sewaktu-waktu penyakitnya kambuh, jangan nekat langsung ke rumah sakit dengan membawa rujukan sebelumnya. Sebab, kemungkinan akan ditolak. Jadi tetap harus ke Faskes Tingkat I terlebih dahulu.

Kondisi yang Tidak Memerlukan Surat Rujukan BPJS Kesehatan

Ada juga kondisi yang tidak membutuhkan surat rujukan. Seperti pada kasus berikut ini:

  1. Adanya bencana
  2. Kondisi gawat darurat seperti kecelakaan atau penyakit lain yang membutuhkan penanganan UGD. Pada kondisi seperti ini, pasien tidak memerlukan surat rujukan dan bisa langsung mendapat penanganan dari dokter di Faskes Tingkat II
  3. Pasien yang memiliki masalah kesehatan khusus, isalnya harus melakukan terapi di faskes lanjutan
  4. Pertimbangan geografis saat kondisi mendesak
  5. Pertimbangan ketersediaan fasilitas

Syarat Mendapat Surat Rujukan BPJS Kesehatan dari Faskes Tingkat I

Mendapatkan surat rujukan dari Faskes Tingkat I juga memerlukan persyaratan berupa dokumen yang harus dilengkapi.

Fungsi dari surat rujukan ini adalah untuk berbagai keperluan, seperti pengobatan rawat inap, rawat jalan, pengobatan darurat, serta pengobatan di luar kota.

Apa saja persyaratan dokumen yang harus dilengkapi? Berikut detailnya:

  • Kartu peserta BPJS Kesehatan yang asli dan fotokopi
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi KTP
  • Surat rujukan dari dokter yang memeriksa di Faskes Tingkat I
  • Surat Eligibilitas Peserta
  • Kartu Berobat

Bagi pasien yang melakukan pengobatan di luar kota, peserta harus mengurus surat pengantar ke kantor BPJS di daerah asal. Surat ini nanti akan berguna agar pasien tidak ditolak oleh Faskes TIngkat I di daerah melakukan pengobatan.

Surat Rujukan BPJS Kesehatan Online

Di sebagian faskes, rujukan dalam bentuk online sudah mulai berjalan. Meskipun rujukan berbentuk kertas masih tetap berlaku. Adanya rujukan online tentu akan memudahkan pasien dan mendapat kepastian memperoleh layanan di rumah sakit rujukan.

Rujukan online ini sifatnya real time dari Faskes Tingkat I ke Faskes Tingkat II dan menggunakan dokumen digital. Jadi data peserta akan secara langsung akan terkoneksi. Data calon pasien pun bisa dengan mudah dianalisis.

Dengan adanya rujukan BPJS Kesehatan online akan meminimalisir kendala yang mungkin terjadi. Jadi tidak ada lagi masalah kartu rujukan ketinggalan dan kendala lainnya.

Read More

Polimiositis, Penyakit Otot Yang Membuat Sulit Bergerak

Polimiositis adalah penyakit yang menyerang otot rangka

Polimiositis adalah penyakit yang menyebabkan otot rangka, otot yang memungkinkan tubuh Anda bergerak menjadi teriritasi dan meradang.

Penyakit ini menyebabkan kelemahan otot yang mempengaruhi kedua sisi tubuh Anda.  Memiliki kondisi ini dapat membuat Anda sulit untuk naik tangga, bangkit dari posisi duduk, mengangkat benda atau mencapai atas kepala.

Polimiositis jarang menyerang orang yang berusia di bawah 18 tahun. Sebagian besar, kondisi ini mempengaruhi orang yang berusia 31 hingga 60 tahun.

Otot-otot yang paling dekat dengan pusat tubuh, yang dikenal sebagai otot proksimal, cenderung yang paling sering dipengaruhi oleh polimiositis. Kelemahan otot yang terkait dengan polimiositis melibatkan otot-otot yang paling dekat dengan batang tubuh, seperti yang ada di pinggul, paha, bahu, lengan atas, dan leher.

Kelemahan memengaruhi sisi kiri dan kanan tubuh Anda, dan cenderung memburuk secara bertahap. Berikut adalah gejala umum dari polimiositis:Nyeri otot dan kekakuan

  • Kelemahan otot, terutama di daerah perut, bahu, lengan atas, dan pinggul
  • Nyeri dan kekakuan sendi
  • Kesulitan mengatur nafas Anda
  • Masalah dengan menelan
  • Irama jantung tidak teratur, yang dapat berkembang jika otot jantung meradang

Polimiositis tidak dapat disembuhkan, tetapi beberapa perawatan dapat mengurangi gejala Anda. Obat kortikosteroid adalah pengobatan utama untuk polimiositis. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat khusus yang menumpulkan sistem kekebalan tubuh dan membantu mengurangi peradangan Anda.

Terapi fisik dan olahraga teratur juga dapat membantu. Pendekatan-pendekatan ini dapat membantu menjaga otot Anda tidak menyusut, atau menjadi berhenti berkembang, dan dapat membantu mempertahankan kekuatan Anda.

Polimiositis dapat mempersulit Anda dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Anda disarankan untuk segera mencari pertolongan medis, jika Anda mengembangkan kelemahan otot yang tidak dapat dijelaskan.

Read More

Jenis-jenis Mikosis dan Cara Mencegahnya

Tahukah Anda bahwa jamur ternyata tidak hanya hidup di tanah, air, serta udara. Tapi jamur juga hidup secara alami di dalam tubuh manusia. Ada jamur baik, ada juga yang berbahaya. Jika jamur yang berbahaya menginfeksi tubuh, maka akan menyebabkan Mikosis.

Mikosis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh manusia sedang lemah dan terganggu. Jamur ini sulit dibunuh karena mereka dapat bertahan hidup dan akan menginfeksi lagi.

Gejala umum infeksi jamur alias mikosis ini yaitu adanya perubahan pada kulit, kulit merah atau mengelupas, serta gatal. Gejala ini sebenarnya bergantung pada jenis infeksi jamur yang menjangkiti.

Jenis-jenis Mikosis

Secara umum, ada beberapa jenis dari infeksi jamur yang terjadi, yaitu:

  • Kutu Air (Athlete’s Foot)

Infeksi jamur yang paling sering menyerang kaki adalah kutu air atau disebut juga tinea pedis atau Athlete’s foot. Jamur akan tumbuh sempurna pada lingkungan yang lembap dan hangat. Misalnya kaus kaki dan sepatu, ruang ganti, serta peralatan olahraga. Biasanya paling banyak ditemukan di daerah yang memiliki iklim yang hangat dan musim panas. Sebab, jamur akan  mudah dan cepat berkembang biak di tempat hangat.

Gejalanya dapat berupa:

  • Telapak kaki atau bagian pinggir kaki pecah-pecah
  • Kulit yang terinfeksi jamur akan lunak karena lapisannya sudah mulai rusak
  • Ada sensasi terbakar, perih, dan terasa gatal di daerah yang terinfeksi kutu air
  • Kulit akan kemerahan, terkelupas, dan lecet

Pengobatan dan pencegahan kutu air

Kutu air disebabkan oleh jamur yang berbeda-beda. Infeksi yang ditimbulkan juga akan berbeda tergantung pada jenis jamur yang menginfeksi kulit.

Kutu air dapat diobati dengan mengoleskan salep antijamur topikal yang mudah ditemukan di pasaran. Jika lebih parah bisa disertai obat minum.

Untuk menghindari dan mencegah terinfeksi jamur bisa dengan merawat dan menjaga agar kulit tetap kering agar jamur tidak berkembang biak. Pastikan kulit kaki terus kering, terkena udara, dan bersih. Jika berada di kamar mandi umum atau tempat yang lembap, usahakan menggunakan sendal.

  • Infeksi Ragi (Yeast Infection)

Infeksi jamur pada vagina merupakan bentuk dari perrtumbuhan candida yang berlebihan pada wanita, lebih spesifik lagi adalah jenis candida albicans. Adanya pertumbuhan candida yang berlebihan ini akan mengganggu keseimbangan bakteri dan ragi yang ada di vagina.

Selain itu, infeksi candida ini juga dapat menyebabkan infeksi kuku kaki dan juga ruam popok.

Gejala-gejala umum infeksi ragi ini adalah sebagai berikut:

  • Area sekitar vagina memerah dan terasa nyeri
  • Terasa gatal dan terjadi pembengkakan di sekitar vagina
  • Keputihan bisa berupa cairan abu-abu dan biasanya berbau amis
  • Saat buang air kecil akan terasa perih, ada sensasi terbakar, dan sakit. Hal ini juga akan terasa saat melakukan hubungan seksual
  • Ruam pada kulit

Pengobatan dan pencegahan infeksi ragi

Terganggunya keseimbangan bakteri dan ragi di vagina dapat disebabkan oleh stres, antibiotik, ataupun hormon yang tidak seimbang, serta pola makan yang tidak sehat.

Infeksi jamur ini cukup mudah didiagnosis oleh dokter. Setelah bertanya mengenai riwayat medis, pasien, dokter akan memeriksa dinding vagina dan leher rahim untuk melihat tanda-tanda infeksi. Hal ini dilakukan agar mendapat diagnosis yang tepat.

Pengobatan standar yang bisa dilakukan dengan krim, obat tablet yang didapat melalui resep dokter. Bila infeksinya sudah lebih lanjut, akan memerlukan perawatan yang lebih kompleks.

Infeksi ragi ini bisa dihindari dengan memulai pola hidup sehat dan menjaga kebersihan dengan baik. Mengenakan pakaian yang longgar dan dibuat dari serat alami, serta menjaga kebersihan celana dalam ,akan membantu mencegah infeksi.

  • Jock Itch

Jock Itch adalah infeksi jamur yang sering muncul di daerah yang lembap, misalnya lipatan bokong atau lipatan paha. Gejalanya dapat berupa:

  • Iritasi, terasa gatal, dan ada sensasi terbakar di area yang terinfeksi jamur
  • Adanya ruam merah yang berbentuk lingkaran dan di bagian tepinya terlihat timbul
  • Terdapat kemerahan pada bokong, lipatan paha, dan bagian-bagian yang terinfeksi
  • Bagian yang terkena infeksi akan terkelupas dan kering

Pengobatan dan pencegahan Jock Itch

Mengobati Jock itch bisa dilakukan dengan salep antijamur topikal dan menjaga kebersihan dengan baik. Rajin membersihkan daerah yang terinfeksi dan membuatnya tetap kering akan membantu membunuh jamur.

Infeksi jamur ini dapat dicegah dengan memperhatikan pakaian yang digunakan. Pilihlah yang longgar dengan serat alami, misalnya menggunakan celana dalam katun. Tidak melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi Jock itch juga dapat menghindari diri dari infeksi jamur tersebut.

  • Ringworm (Kurap)

RIngworm atau tinea corporis atau nama tenarnya kurap. Kurap biasanya terdapat pada area yang banyak sel kulit mati, misalnya kulit, kuku, dan juga rambut. Kurap atau ringworm ini dengan mudah menyebar ke berbagai bagian tubuh serta mudah juga ditularkan dari dan ke orang lain atau hewan.

Gejalanya antara lain:

  • Bercak merah atau ruam bersisik bentuknya berupa lingkaran, bagian tepi terasa timbul
  • Bagian tengah kurap bisa bersih atau bersisik

Pengobatan dan Pencegahan Kurap

Biasanya, kurap cukup diobati dengan krim dan salep. Namun, kurap yang parah bisa diobati dengan penanganan dokter.

Kurap dapat dicegah dengan menjaga kebersihan. Usahakan agar kulit selalu kering dan bersih sehingga terhindar dari segala jenis mikosis. Selain itu, gunakan alas kaki saat ke kamar mandi umum, serta hindari menggunakan barang atau handuk bersama.

Read More

Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Kanker Laring

Kanker laring adalah satu jenis kanker langka di mana sel-sel ganas tumbuh di laring atau kotak suara. Merokok dan minum alkohol merupakan faktor risiko utama penyakit kanker laring. Menurut Lembaga Kanker Amerika, diperkirakan ada sekitar lebih dari 12 ribu kasus kanker laring baru dengan 3500 kematian. Mereka juga menyatakan bahwa jumlah orang yang menderita kanker laring kian menurun sekitar 2 hingga 3 persen setiap tahunnya karena jumlah orang yang merokok juga turut menurun. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang perlu Anda ketahui seputar kanker laring.

Apa itu kanker laring dan apa saja gejalanya?

Kanker laring terjadi di laring atau kotak suara. Laring merupakan sebuah lorong segitiga pendek yang terletak di bawah faring di leher. Laring memiliki lebar sekitar 5 cm. Laring memiliki tiga bagian utama, yaitu:

  • Glotis, bagian di tengah laring yang berisi pita suara
  • Supraglotis, jaringan di atas glottis
  • Subglostis, jaringan di bawah glottis yang tersambung dengan trakea, yang berfungsi membawa udara ke paru-paru

Kanker dapat terbentuk di bagian manapun di laring. Namun, umumnya kanker akan berawal di glottis. Apabila kanker laring menyebar, kondisi ini dapat memengaruhi kelenjar getah bening di dekatnya, terutama di bagian leher. Sel-sel kanker tersebut juga dapat menyebar ke bagian belakang lidah, bagian tenggorokan dan leher lain, paru-paru, dan bagain manapun di tubuh. Saat hal ini terjadi, dan tumor tumbuh di daerah baru, tumor tersebut akan mengandung sel tidak normal yang sama dengan tumor asal di laring. Dokter akan mendiagnosa kondisi tersebut sebagai kanker laring metastatik.

Anda perlu mewaspadai kemungkinan adanya kanker laring apabila Anda memiliki gejala seperti batuk yang tidak kunjung reda, tenggorokan yang meradang, suara serak, benjolan tidak normal di leher atau tenggorokan, kesulitan atau adanya rasa sakit saat menelan, sering tersedak makanan, kesulitan bernapas, rasa sakit pada telinga dan sensasi tidak biasa pada daerah sekitar telinga, turunnya berat badan secara drastis, dan bau mulut yang tidak sedap.

Faktor risiko kanker laring

Merokok merupakan faktor risiko utama terjadinya kanker laring. Kematian akibat kanker laring lebih sering dijumpai pada orang-orang yang merokok dibandingkan dengan yang tidak. Para perokok pasif juga memiliki faktor riisko yang tinggi menderita kanker laring. Selain itu, konsumsi alkohol dalam jumlah yang sedang atau tinggi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Lembaga Kanker Amerika menyatakan bahwa mereka yang minum satu atau lebih alkohol setiap harinya, terutama apabila mereka juga turut merokok, memiliki risiko yang lebih tinggi dalam menderita kanker jenis ini. Faktor risiko lain termasuk kurangnya asupan nutrisi tertentu dan defisiensi vitamin, virus HPV, berusia lebih dari 40 tahun, riwayat kesehatan dengan kanker leher atau kepala, sistem kekebalan tubuh yang lemah, paparan terhadap zat-zat kimia tertentu, dan berjenis kelamin laki-laki (laki-laki empat kali lebih berisiko untuk menderita kanker laring dibandingkan dengan wanita).

Faktor genetik juga memiliki peran tertentu dalam perkembangan kanker laring. Apabila salah satu anggota keluarga memiliki kanker laring, Anda juga memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita penyakit serupa. Mereka yang memiliki anemia Fanconi, yang mana merupakan sebuah kondisi yang menyebabkan gangguan darah pada anak-anak, dan dyskeratosis congenita, sebuah sindrom yang memengaruhi kulit, kuku, dan darah, memmiliki risiko lebih tinggi untuk menderita berbagai jenis kanker leher dan kepala.

Read More

Treatment untuk Penderita Dispareunia

Anda sering merasa nyeri ketika sedang berhubungan seksual dengan suami? Mungkin saja Anda mengalami dispareunia. Kondisi ini mengakibatkan Anda mengalami rasa nyeri yang luar biasa di sekitar area vagina baik sebelum, selama, atau sesudah melakukan hubungan seksual.

Dispareunia dapat terjadi baik pada wanita maupun pria, namun kondisi seperti ini lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria dengan area yang terasa sakit meliputi labia, klitoris, dan vagina. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor medis atau psikologis. Lalu, bagiamana cara agar kita terhindar dari dispareunia?

Pengobatan Dispareunia

Apabila hasil diagnosa dokter positif bahwa penderita menderita dispareunia, langkah selanjutnya dokter akan memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi yang mendasari. Pengobatan dispareunia dapat dilakukan dengan mengatasi penyebabnya. Beberapa treatment yang dapat diberikan dokter, antara lain:

  • Jika pemicu nyeri saat berhubungan intim adalah kurangnya pelumas akibat rendahnya hormon estrogen, dokter memberikan obat-obatan yang berfungsi untuk meningkatkan produksi hormon estrogen dalam tubuh.
  • Dokter juga akan memberikan obat antijamur, antibiotik, dan krim steroid untuk mengobati area yang terinfeksi

Selain obat-obatan, prosedur operasi dan terapi mungkin dilakukan untuk mengobati dispareunia, di antaranya:

  • Ketika obat sudah tidak mampu untuk mengobati dispareunia maka melakukan operasi adalah hal yang tepat. Operasi ini merupakan langkah yang paling tepat bagi pasien yang memiliki kondisi rahim terbalik atau jaringan parut, begitu juga sebagai pengangkat massa di panggul.
  • Terapi atau konseling seks. Tujuannya membicarakan pengalaman emosional yang menjadi pemicu rasa sakit saat berhubungan intim. Terapi ini untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan mengembalikan intimasi seksual antar pengidap dispareunia dengan pasangannya.
  • Terapi perilaku kognitif untuk membantu mengubah pola perilaku dan pikiran negatif.
  • Terapi desensitisasi untuk mengurangi rasa sakit. Caranya dengan mempelajari teknik relaksasi vagina dan latihan khusus tulang panggul atau kegel.

Pengidap dispareunia dan pasangan bisa mengubah beberapa rutinitas seksual untuk mengurangi rasa sakit ketika berhubungan intim untuk mendukung terapi yang dilakukan, di antaranya dengan:

  • Membuka diri dalam membicarakan perasaan masing-masing saat berhubungan intim. Misalnya posisi apa yang cocok dengan kondisi kamu dan pasangan.
  • Tidak terburu-buru saat berhubungan intim. Cara ini bisa merangsang produksi pelumas alami dan gairah yang berperan dalam mengurangi rasa sakit ketika penetrasi.
  • Pilih merek pelumas yang cocok agar tetap nyaman dan tidak menyakitkan saat berhubungan intim.

Penanganan untuk Mencegah Dispareunia

Berikut cara mencegah dispareunia yang bisa dicoba:

  • Gunakan pelumas untuk mencegah vagina kering. Anda juga bisa melakukan tindakan pengobatan lain jika keringnya vagina disebabkan oleh kondisi atrophic vaginitis.
  • Seka area kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air untuk mencegah infeksi saluran kemih. Pastikan juga untuk selalu berkemih setelah berhubungan intim.
  • Hindari seks bebas dan berganti-ganti pasangan seksual. Bagi pria, pastikan selalu gunakan kondom tiap berhubungan intim.
  • Kenakan pakaian berbahan katun dan tidak terlalu ketat untuk mengurangi risiko infeksi jamur. Kamu dianjurkan untuk menjaga kebersihan dengan rutin mengganti pakaian saat berkeringat.
  • Hindari penetrasi dalam atau dengan melakukan hubungan intim tiap dua minggu sebelum menstruasi untuk mengurangi rasa nyeri, bagi pengidap endometriosis.
  • Menjaga kebersihan dengan sering mengganti pakaian ketika berkeringat atau berenang, serta mandi secara rutin.

Segera hubungi dokter apabila Anda mersakan gejala-gejala dispreunia yang terus menerus dan tak kunjung mereda. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

Read More

Inversio Uteri, Komplikasi Persalinan Yang Mengancam Nyawa

Inversio uteri merupakan sebuah komplikasi pasca melahirkan yang berpotensi untuk mengancam nyawa. Biasanya, plasenta terlepas dari uterus dan keluar lewat vagina sekitar setengah jam setelah bayi lahir. Dalam kasus inversi uteri, plasenta tetap menempel dan saat keluar membuat rahim menjadi tertarik dan terbalik. Umumnya, dokter secara manual akan melepas plasenta dan mendorong rahim ke posisi semula. Terkadang, operasi perut dibutuhkan untuk memposisikan ulang rahim. Inversio uteri diperkirakan dapat terjadi pada 1 hingga 2 ribu dari beberapa ratus ribu persalinan. Tingkat kelangsungan hidup untuk mereka yang menderita kondisi ini adalah 85 persen, dengan kasus kematian disebabkan oleh pendarahan masif (haemorrhage) dan syok.

Faktor risiko dan jenis inversio uteri

Beberapa faktor yang diasosiasikan dapat meningkatkan risiko inversio uteri di antaranya adalah persalinan yang buruk dan memakai waktu lama (lebih dari 24 jam), penggunaan magnesium sulfat relaksan otot saat proses persalinan, tali pusar yang pendek, menarik tali pusar dengan terlalu keras guna mempercepat keluarnya plasenta (terutama apabila plasenta menempel pada fundus), dan kelainan bawaan atau kelemahan rahim. Sementara itu, inversion uteri dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:

  • Inversio tidak komplit, adalah kondisi di mana atas rahim (fundus) telah kolaps, namun rahim tidak keluar dari serviks
  • Inversio komplit, adalah kondisi di mana rahim terbalik dan keluar dari serviks
  • Inversio prolaps, kondisi di mana fundus rahim keluar dari vagina
  • Inversio total, baik rahim dan vagina menonjol dengan terbalik (hal ini lebih sering terjadi pada kasus kanker dibandingkan dengan persalinan)

Penyebab dan gejala inversio uteri

Para ilmuwan masih belum paham betul penyebab inversio uteri, namun faktor risiko seperti rahim yang tidak normal dan lemah serta tali pusar yang pendek dihubungkan dapat meningkatkan risiko kondisi ini. Apabila dokter menarik tali pusar guna mengambil plasenta dengan keras, hal ini dapat menyebabkan inversio uteri. Tali pusar tidak boleh ditarik dengan paksa, dan plasenta harus diurus dengan perlahan dan hati-hati. Dalam kasus plasenta yang belum keluar dalam 30 menit setelah persalinan, pengangkatan manual dengan paksa ada baiknya dihindari, karena dapat menyebabkan pendarahan ataupun infeksi pada ibu. Saat inversio uteri terjadi, ibu dapat merasakan beberapa gejala seperti pusing, sakit kepala, tubuh terasa lelah, dan sesak napas.

Pelepasan plasenta dan naiknya risiko kehamilan berikutnya

Baik plasenta perlu dilepas sebelum atau sesudah memposisikan ulang rahim tergantung pada kondisi ibu dan preferensi petugas medis rumah sakit. Misalnya, plasenta dapat membengkak oleh darah sehingga berukuran terlalu besar untuk dapat didorong lewat serviks. Hal ini berarti plasenta perlu dilepas secara manual, atau rahim (dan plasenta yang menempel) harus diposisikan ulang lewat operasi. Beberapa dokter percaya bahwa melepas plasenta sebelum memposisikan ulang uterus dapat meningkatkan risiko pendarahan atau haemorrhage. Dalam kasus ini, pilihan perawatan yang terbaik adalah dengan melakukan operasi.

Seorang wanita yang pernah mengalami inversio uteri memiliki risiko lebih tinggi kondisi ini akan terulang terjadi pada kehamilan berikutnya. Apabila Anda memiliki dokter baru (berbeda dengan dokter yang menangani kasus inversio uteri pertama Anda), beritahu tentang komplikasi yang Anda miliki, sehingga mereka dapat memasukkan tindakan pencegahan di ruang persalinan, misalnya dokter akan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, seperti anestesi. Inversio uteri merupakan sebuah komplikasi persalinan yang fatal dan berbahaya, sehingga sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan bantuan ahli pada proses melahirkan buah hati.

Read More

Bukan Diare Biasa, Waspadai Gejala Serangan Disentri Amoeba

disentri amoeba

Buang-buang air besar secara berlebihan tidak selalu menunjukkan Anda dalam kondisi diare. Bisa jadi Anda justru sedang mengalami disentri. Disentri sendiri dibagi menjadi dua, yaitu disentri basiler yang disebabkan oleh bakteri Shigella dan disentri amoeba yang dipicu oleh infeksi yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica.

Disentri amoeba menjadi jenis disentri yang mirip dengan diare. Pasalnya, feses yang dihasilkan dari infeksi amoeba yang menyerang usus besar tersebut juga tergolong cair. Meskipun demikian, feses cair akibat disentri amoeba lebih disebabkan adanya cairan berupa lendir dan darah yang merupakan luka dari dinding usus besar.

Di luar feses yang mengeluarkan darah dan lendir, sebenarnya banyak ciri lain dari disentri amoeba yang membedakannya dengan penyakit diare biasa. Berikut ini adalah tanda-tanda Anda sedang mengalami serangan disentri amoeba.

Kram Perut

Ketika Anda mengalami disentri amoeba, perut Anda akan terasa sangat sakit. Dalam beberapa waktu, Anda juga akan lebih mudah terserang kram perut. Kram terjadi karena adanya perlawanan tubuh terhadap infeksi yang disebabkan Entamoeba histolytica dalam usus besar.

Kondisi inilah berbeda dengan gejala diare yang biasanya tidak diikuti oleh kram perut. Anda bisa sedikit meringankan gejala disentri ini dengan menaruh bantal hangat di bagian perut. Namun, jangan terlalu berharap hasilnya akan memulihkan. Gejala kram mungkin bisa berkurang, tapi usus besar Anda tetap terinfeksi sehingga kram bisa saja timbul di sembarang waktu.

Kelelahan Parah

Disentri amoeba akan menguras isi perut Anda. Anda akan mengalami buang air besar berkali-kali yang disertai darah dan lendir. Kondisi ini pun tak ayal bisa memengaruhi kondisi tubuh Anda.

Buang air berkali-kali akan membuat Anda lemas. Anda pun mungkin akan merasa kelelahan parah yang belum pernah Anda rasakan. Ketika sudah mencoba beristirahat, rasa lelah tersebut tak kunjung hilang. Cobalah untuk tetap terhidrasi dan menjaga asupan makanan guna mengurangi rasa lelah yang berlebih akibat disentri amoeba tersebut.

Mual dan Muntah

Ketika Anda mengalami diare, intensitas buang air besar Anda memang akan meningkat. Namun di luar itu, tidak ada gejala lain yang mengarah pada rasa mual. Berbeda jika Anda mengalami disentri amoeba. Selain buang air besar secara sering, Anda sangat mungkin merasakan mual yang diiringi dengan muntah.

Mual dan muntah yang berlebihan nyatanya akan ikut menguras energi Anda. Kondisi ini juga akan menyulitkan Anda untuk mengonsumsi cairan dan makanan yang cukup karena banyak mengeluarkan feses cair. Alhasil, kondisi Anda bisa semakin lemah karena memasuki tahap dehidrasi.

Sembelit Terputus

Tidak melulu mengeluarkan buang air besar yang diserta darah dan lendir, ketika mengalami disentri amoeba ada suatu masa Anda justru akan mengalami sembelit. Sembelit intermittent atau terputus menjadi ciri khas dari disentri amoeba.

Ketika Anda mengalami kondisi sembelit setelah buang air besar dengan frekeunsi tinggi, artinya tubuh Anda mulai kekurangan asupan cairan maupun makanan. Ini sama sekali tidak menunjukkan kondisi Anda membaik, melainkan mesti semakin waspada untuk menanganinya.

Demam Tinggi

Demam merupakan respons umum yang dilakukan tubuh ketika terjadi infeksi yang disebabkan virus, bakteri, maupun amuba di dalam tubuh. Karena itu ketika Entamoeba histolytica menyerang usus besar Anda, reaksi demam juga sangat mungkin Anda alami.

Demam pada penderita disentri amoeba bisa sangat tinggi. Demam Anda bahkan bisa mencapai 40 derajat Celsius. Jika sudah demikian, jangan ragu untuk sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter guna mendapat penanganan medis yang tepat.

***

Penanganan ketika mengalami disentri amoeba mesti segera dilakukan. Jika tidak, risiko lebih parah siap menanti Anda. Asal tahu saja, ada 120 juta kasus disentri amoeba tiap tahunnya. Di mana sebanyak 1% di antaranya berujung pada kematian. Tidak ingin hal buruk tersebut terjadi pada diri Anda ataupun orang-orang yang Anda sayangi, bukan? Tindakan cepat dan tepat mesti segera Anda lakukan!

Read More

Mungkinkah Anak-Anak Mengalami Kista Dermoid?

Kista dikenal sebagai pertumbuhan daging secara abnormal di tubuh manusia. Ia berisi cairan atau zat setengah padat. Kendati hampir-hampir mirip, kista bukan tumor ganas atau kanker. Ada satu jenis kista yang terbilang cukup unik lantaran struktur dan pola pertumbuhannya. Ia adalah kista dermoid.

Kista dermoid biasanya mudah terdeteksi lantaran tumbuh di permukaan kulit dan berbagai bagian tubuh lainnya yang memiliki folikel rambut, jaringan kulit, dan kelenjar lainnya yang memproduksi keringat.

Kista jenis ini mengandung struktur dengan karakteristik seperti kulit normal. Sehingga meski ia berada di tempat yang tidak seharusnya, kelenjar-kelenjar ini tetap aktif, sehingga mendorong pertumbuhan daging berisi cairan yang abnormal tersebut.

Siapa saja bisa mengalami kista dermoid, termasuk anak-anak, lantaran kista jenis ini telah berkembang sejak di dalam janin, dalam kata lain, ini adalah kondisi bawaan lahir.

Kondisi ini sangat umum terjadi dan beruntungnya, kista dermoid ini tidak membahayakan. Namun, bukan berarti keadaan tersebut bisa dibiarkan lantaran tak bisa hilang dengan sendirinya. Lagi pula, kista yang biasa tumbuh di kepala, leher, dan wajah, terutama di sisi alis ini cenderung mengganggu.

  • Gejala Kista Dermoid yang Dialami Anak

Sebenarnya, untuk dapat memahami gejala kista dermoid, kita baru bisa mengenali tergantung di mana kista itu tumbuh. Namun, secara umum gejala kista dermoid mirip benjolan di leher atau masalah medis lain, seperti:

  • Kista tampak seperti benjolan kecil di bawah kulit yang tidak sakit
  • Kista dermoid bisa terjadi di bagian tubuh mana saja namun biasanya muncul di leher, kulit kepala, dahi, hidung, atau di sekitar mata
  • Benjolan tersebut bisa berwarna seperti kulit atau agak kuning atau biru
  • Ada lubang kecil di kista. Lubang tersebut bisa ditumbuhi rambut atau mengeluarkan zat yang bertekstur seperti keju

Kista yang tumbuh di bagian permukaan kulit biasanya juga akan membengkak dan menyebabkan ketidaknyamanan jika terinfeksi. Hat-hati dan mulai waspada jika menyadari kondisi seperti di atas. Sebab, jika kista ini pecah, infeksi bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya, yaitu mata dan wajah.

  • Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua saat Menyadari Ada Kista Dermoid di Tubuh Anak?

Seperti yang sudah disinggung di atas, kista dermoid tak bisa sembuh dengan sendirinya. Seseorang harus mendapat bantuan medis untuk mengatasi masalah ini. Adapun metode penanganan kista dermoid yang paling bisa diandalkan adalah pengangkatan melalui prosedur operasi.

Jangan pernah sekali-kali menusuk kista dengan jarum agar isinya keluar, seperti yang biasa dilakukan bisul. Pasalnya, alih-alih menyembuhkan, aktivitas itu berisiko memicu kondisi kesehatan lain. Sebab menusuk kista dermoid dengan jarum sama sekali tidak akan mengurangi masalah karena zat di dalamnya tebal.

Operasi diperlukan untuk membuang semua komponen kista, mulai dari dinding kista hingga isinya yang seperti keju, agar pada masa yang akan datang kista tidak dapat tumbuh lagi.

Jika kista dermoid tumbuh di luar tengkorak, kista dapat dengan mudah diangkat. Namun, kista bisa jadi masuk terlalu dalam atau berhubungan dengan jaringan lain. Untuk mengetahuinya, diperlukan diagnosis menggunakan CT scan dan MRI.

Tindakan bedah pun dapat melibatkan dokter spesialis lain, seperti ahli bedah saraf dan dokter bedah THT. Oleh karena itu, jika Anda menyadari ada kista dermoid yang tumbuh di tubuh anak, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Tenaga medis itu akan mencarikan dan memberikan jalan terbaik untuk mengatasi masalah kista dermoid yang terjadi pada anak Anda.

Read More

Deteksi Bahaya, Ini Langkah Pemeriksaan Jantung Sendiri

Penyakit jantung begitu ditakuti lantaran masih menjadi penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Data yang dimiliki organisasi kesehatan dunia, WHO, menunjukkan bahwa lebih dari 17 juta orang meninggal lantaran gangguan kardiovaskular tersebut. Oleh karenanya, pemeriksaan jantung menjadi begitu penting untuk dilakukan oleh setiap orang.

Penyakit atau gangguan kesehatan yang terjadi pada jantung ini bisa menyerang siapa saja, walau mereka cenderung tidak memiliki risiko itu. Pemeriksaan jantung sedini mungkin dan secara berkala berfungsi untuk menghindari kematian mendadak lantaran terjadi serangan jantung.

Pemeriksaan jantung sebaiknya mulai dilakukan oleh pria dewasa berusia yang telah memasuki usia 30-an. Apalagi kalau mereka memiliki faktor risiko seperti riwayat penyakit jantung keluarga, hipertensi, dan kelebihan berat badan.

Kemudian, saat memasuki usia 40 tahun, frekuensi pemeriksaan jantung harus semakin ditingkatkan dan dilakukan secara rutin terutama Sementara itu, bagi perempuan, risiko baru meningkat setelah mengalami menopause.

Di luar kondisi tersebut, apabila seseorang sudah memiliki gejala seperti kerap sesak napas dan sakit di sekitar dada, kalangan medis bersepakat menyarankan orang tersebut untuk segera melakukan pemeriksaan jantung.

American Heart Association merekomendasikan pemeriksaan jantung dilakukan secara rutin setiap tiga tahun sekali. Pengecekan juga bisa lebih sering jika faktor risiko meningkat. Pemeriksaan kondisi jantung dan pembuluh darah dapat dilakukan sendiri ataupun dengan bantuan dokter.

Cara memeriksa kesehatan jantung sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan kalkulator estimasi risiko penyakit kardiovaskular atau ASCVD (Atherosclerotic Cardiovascular Disease). Aplikasi kalkulator ini bisa diunduh di penyedia layanan ponsel pintar Anda

Untuk dapat bekerja, penggunaan kalkulator ini membutuhkan sejumlah informasi, seperti:

  • usia
  • jenis kelamin
  • ras
  • tekanan darah sistolik
  • kolesterol total
  • kolesterol HDL
  • riwayat diabetes
  • status merokok
  • perawatan hipertensi

Informasi seperti tekanan darah diastolik, kolesterol LDL, penggunaan statin, dan terapi aspirin juga bisa ditambahkan. Pengukuran kolesterol dapat dilakukan dengan pengecekan darah di laboratorium.

Informasi-informasi tersebut bisa langsung dimasukkan ke kalkulator. Lalu, kalkulator akan menghitung dan mengeluarkan sejumlah angka dalam satuan persen.

Indikator yang ditunjukkan angka tersebut memiliki arti:

  • kecil dari 5 persen berisiko kecil
  • antara 5-7,4 persen ada di batas risiko
  • antara 7,5-19,9 persen berisiko sedang
  • besar dari 20 persen berisiko tinggi.

Hasil tersebut bisa digunakan sebagai pertanda atau penentu langkah Anda selanjutnya. Orang dengan kategori risiko kecil, sebenarnya tidak membutuhkan perawatan maupun pengobatan. Namun, kelompok ini harus selalu menjalankan gaya hidup sehat untuk tetap mempertahankan kondisi jantungnya.

Sedangkan pada kelompok batas risiko, sedang, dan tinggi dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Biasanya, dokter akan melakukan CT Scan jantung tanpa kontras untuk melihat kondisi plak aterosklerosis di jantung dan pembuluh darah. Plak yang menumpuk akan sangat berbahaya bagi kesehatan jantung manusia.

Selain bisa mendapatkan gambaran mengenai kondisi jantung dan kemungkinan risiko yang mungkin terjadi, pemeriksaan jantung ini juga digunakan dokter untuk menentukan apakah orang tersebut perlu mengonsumsi obat statin untuk mencegah terjadinya serangan jantung.

Saat Anda mengetahui telah masuk ke dalam kelompok berisiko, segeralah melakukan upaya-upaya untuk memperbaiki kondisi Anda. Jangan sampai kondisi itu terus bergulir sehingga meningkatkan risiko serangan jantung secara tiba-tiba.

Sementara mereka yang masih dalam kelompok aman setelah melakukan pemeriksaan jantung, disarankan agar mengubah atau tetap menjaga pola hidup sehat, seperti mengurangi asupan lemak jenuh, mengonsumsi kalori seimbang, makanan bernutrisi tinggi, dan berolahraga minimal 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu. Pola hidup sehat ini termasuk menjaga istirahat dan tidur yang cukup serta tidak merokok.

Read More