Apakah Kalori Tahu Goreng Aman untuk Orang yang Sedang Diet?

Apabila Anda sedang melakukan diet penurunan berat badan untuk mengatasi overweight atau obesitas, perlu diperhatikan asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh. Gorengan dianggap menyumbang banyak kalori sehingga sering dihindari. Meskipun tahu goreng merupakan jenis gorengan yang banyak diincar karena kenikmatannya, beberapa orang yang sedang diet berusaha untuk menahan godaannya. Lalu, apakah benar tahu goreng tidak baik dikonsumsi saat sedang diet karena kalorinya yang tinggi? 

Jumlah kalori tahu goreng

Pada dasarnya, jumlah kalori tahu goreng yang Anda konsumsi mungkin akan berbeda, tergantung ukuran tahu serta penambahan komponen lain seperti tepung atau isian jika ada. Namun, berdasarkan perhitungan Data Komposisi Bahan Pangan, sebesar 50 gram tahu goreng atau setara satu potong sedang tahu goreng tanpa tepung dan tanpa isian mengandung:

  • Energi: 58 kkal
  • Protein: 4,9 gram
  • Lemak: 4,3 gram
  • Karbohidrat: 1,3 gram

Lemak pada tahu goreng menyumbang energi terbesar dibandingkan kandungan gizi lainnya. Anda harus menyesuaikan kalori lemak dengan kebutuhan energi harian Anda. Usahakan untuk membuat sendiri tahu goreng yang akan dikonsumsi untuk menghindari pengolahan tahu yang kurang sehat, seperti penggunaan minyak yang berulang-ulang. 

Bagaimana cara menghitung kebutuhan kaori?

Sebelum memilih makanan apa saja yang boleh masuk ke dalam tubuh, sebaiknya Anda mengetahui kebutuhan gzi harian terlebih dahulu. Berikut ini cara menentukan kebutuhan gizi harian:

  1. Hitung Indeks Massa Tubuh (IMT)

Fungsi IMT yaitu untuk mengetahui apakah tubuh Anda tergolong kurus, normal, overweight, atau obesitas. Anda hanya perlu mengukur tinggi badan dan berat badan. Jika hasil perhitungan terbukti overweight atau obesitas, maka Anda perlu menjalankan diet penurunan berat badan. Apabila normal, maka penurunan berat badan kurang disarankan. 

  1. Angka Metabolisme Basal (BMR)

Angka ini menunjukkan kebutuhan metabolisme dasar seperti bernafas, memompa jantung, mencerna makanan, dan sebagainya. BMR bisa dijadikan acuan dasar kebutuhan energi harian Anda. Cara menghitung BMR menurut Harris-Benedict:

BMR Pria = 66 + (13,7 x berat badan) + (5x tinggi badan) – (6,8 x usia)

BMR Wanita = 655 + (9,6 x berat badan) + (1,8x tinggi badan) – (4,7 x usia)

  1. Total Energi Ekspenditur Harian (TDEE)

Setelah menghitung BMR, maka Anda baru bisa mengukur TDEE yang berfungsi untuk mengetahui seluruh energi yang digunakan baik kebutuhan metabolisme dasar maupun energi aktivitas harian. Perhitungan TDEE akan membuat Anda mengetahui jumlah kalori harian yang dibutuhkan. Berikut ini cara perhitungannya:

TDEE: BMR x Faktor aktivitas

Faktor aktivitas bisa dinilai dari kebiasaan aktivitas Anda sehari-hari dan digolongkon berdasarkan berat atau tidaknya aktivitas tersebut. Anda bisa melihat nilai faktor aktivitas di bawah ini:

Pria

Sangat ringan: 1,3

RinganL 1,65

Sedang: 1,76

Berat: 2,1

Wanita

Sangat ringan: 1,3

Ringan: 1,55

Sedang: 1,7

Berat: 2

Setelah Anda mengetahui nilai TDEE, maka seluruh energi harian bisa diketahui dan dapat disesuaikan dengen konsumsi makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Bagi kebutuhan kalori tersebut untuk setiap waktu makan sehingga Anda dapat memperkirakan energi dalam satu piring makan yang akan disantap. 

Kalori tahu goreng bisa jadi aman atau tidak untuk diet penurunan berat badan tergantung dengan kebutuhan harian Anda. Sesuaikan kalori tahu dengan kalori makanan yang lain sehingga perhitungannya tidak akan melebihi TDEE. Konsultasikan keluhan Anda ke ahli gizi untuk mengetahui kebutuhan gizi harian terutama yang berkaitan dengan diet. 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>