4 Risiko dan Bahaya Vaginal Douching bagi Kesehatan Reproduksi

4 Risiko dan Bahaya Vaginal Douching bagi Kesehatan Reproduksi

Teknik perawatan dan pembersihan miss V dengan vaginal douching memang sudah lama dikenal. Banyak yang percaya bahwa alat ini bisa membuat organ intim wanita jadi lebih wangi dan segar. 

Vaginal douching juga dipercaya bisa menghindarkan wanita dari penyakit menular seksual dan mencegah wanita dari kehamilan setelah melakukan hubungan seksual.

Apakah benar vaginal douching ini bermanfaat dan aman digunakan?

Mengenal Vaginal Douching dan Cara Kerjanya

Douching berarti membersihkan organ intim dengan cairan khusus yang mengandung air, baking soda, pewangi, antiseptik, dan cuka. Cairan ini akan dimasukkan di dalam sebuah douche atau kantong yang memiliki selang atau semprotan. Fungsi selang ini untuk menyemprotkan cairan kimia tersebut di area kewanitaan. 

Vaginal douching ini biasanya dijual di apotek atau supermarket. Cara penggunaannya juga dengan menyemprotkan cairan dari douche sehingga masuk ke bagian dalam vagina selama beberapa saat dan kembali keluar.

Sebenarnya, vagina tidak perlu dibersihkan dengan menggunakan vaginal douching ini. Sebab, vagina tersebut sudah didesain untuk bisa membersihkan diri sendiri dan mencegah dari berbagai bakteri. 

Sebenarnya praktik ini ditentang dalam dunia kesehatan karena bisa memicu risiko kesehatan. Penggunaan vaginal douching justru akan mengganggu keseimbangan pH dna ekosistem bakteri dalam vagina. Akibatnya miss V akan lebih rentan mengalami infeksi, iritasi, dan gangguan lainnya.

Risiko dan Bahaya Melakukan Vaginal Douching

Sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang menyebut vaginal douching ini aman bagi kesehatan reproduksi wanita. Justru vaginal douching menimbulkan risiko dan bahaya bagi bagian intim. Berikut beberapa risiko dan bahaya melakukan douching vagina.

  1. Infeksi Bakteri Vagina

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa douching hanya merusak keseimbangan bakteri yang ada di vagina. Jika jumlah bakteri jahat lebih banyak dibanding bakteri baik di vagina, maka akan berisiko terkena infeksi. Menurut penelitian, wanita yang sering melakukan douching bahkan lima kali lebih rentan terkena infeksi bakteri vagina dibanding orang yang tidak melakukan douching sama sekali.

  1. Mengalami Masalah Kehamilan

Wanita yang sering melakukan vaginal douching disebut lebih sulit hamil. Melakukan douching juga berisiko menyebabkan beberapa komplikasi kehamilan seperti kehamilan ektopik, melahirkan bayi di bawah berat badan normal, prematur, hingga terjadinya keguguran.

  1. Penyakit Radang Panggul

Ketika di vagina bakteri jahat tumbuh lebih banyak, douching akan membuat bakteri tersebut terdorong masuk ke organ bagian dalam. Bakteri jahat ini akan masuk ke rahim, indung telur, dan juga saluran tuba falopi. Sehingga bisa memicu terjadinya penyakit radang panggul, bahkan peluangnya hingga 73%.

  1. Kanker Serviks

Ditemukan juga bahwa wanita yang sering melakukan vaginal douching, setidaknya lebih dari sekali seminggu, empat kali lebih rentan terkena penyakit kanker serviks. Hal ini karena douching akan meningkatkan risiko terjadi infeksi HPV genital di vagina, yang merupakan salah satu pemicu kanker leher rahim (serviks).

Membersihkan area kewanitaan cukup dengan membilas bagian luarnya saja dengan air atau air hangat ketika Anda sedang mandi. Bahkan Anda tidak memerlukan sabun yang khusus pembersih vagina yang mengandung pewangi dan deterjen. 

Vaginal douching dipercaya bisa membuat miss V lebih wangi dan segar. Namun, nyatanya risiko yang disebabkan oleh penggunaan penyakit ini lebih banyak dan tidak sebanding dengan rasa segar yang dirasakan setelah douching. Vagina sebenarnya cukup dibersihkan dengan air saja. Namun, bila masih belum cukup, berkonsultasilah dengan dokter agar perawatannya lebih tepat.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>