Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Kebanyakan dari Anda tentu peduli dengan berat badan yang Anda miliki saat ini. Apakah Anda sudah memiliki berat badan ideal atau mungkin Anda sudah dapat dikategorikan sebagai obesitas?

Berat badan berlebih bukan hanya melihat bentuk badan saja, tetapi ada hitungan pasti.

Mengetahui apakah seseorang memiliki berat badan ideal atau tidak adalah dengan cara menghitung Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index atau BMI). Caranya dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter).

Bila angka yang didapatkan lebih dari 25, seseorang sudah dikategorikan sebagai obesitas.

Jika seseorang memiliki obesitas dan kelebihan berat badan, ini dapat meningkatkan risiko mengalami masalah kesehatan, termasuk sindrom metabolik, radang sendi, dan beberapa jenis kanker.

Bagaimana cara Anda menghitung berat badan ideal?

Cara menghitungnya adalah berat badan dibagi tinggi badan di pangkat dua. Contohnya, Anda memiliki berat badan 65 kg dengan tinggi badan 155 cm. Maka cara menghitung BMI adalah dengan membagi berat badan dengan tinggi badan (dalam meter) yang dikuadratkan).

65 : (1,55)2 = 27.1

Setelah menemukan angkanya, maka masukkan dalam indikator BMI untuk kawasan Asia yaitu:

  • Kurus: <18.5
  • Normal: 18.5-22.9
  • Overweight: 23-24.9
  • Obesitas: >25

Dengan mengetahui angka BMI, Anda dapat lebih waspada dengan kondisi kesehatan Anda. Saat angka BMI Anda dikatgeorikan overweight, Anda perlu melakukan diet dan olahraga agar tidak berkembang menjadi obesitas.

Obesitas bukan hanya perkara penampilan saja, tetapi merupakan kondisi medis yang memerlukan penanganan. Selain itu, ada risiko kesehatan yang mengintai saat seseorang mengalami obesitas seperti diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.

Anda dapat mencapai berat badan ideal dengan rutin melakukan olahraga ringan, memperbanyak makan sayur, minum air putih, dan menghindari makanan manis serta berlemak. Bila Anda malas berolahraga, Anda dapat menggantinya dengan aktivitas lain yang dapat membakar kalori seperti naik-turun tangga, berjalan kaki, maupun membersihkan rumah.

Kuncinya adalah tetap aktif bergerak serta memilih makanan yang bergizi.

Beberapa orang membutuhkan usaha lebih banyak untuk dapat mencapai berat badan ideal. Anda hanya perlu melakukan gaya hidup sehat secara konsisten. Memiliki berat badan ideal membutuhkan proses dan komitmen, tidak bisa dilakukan secara instan. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi agar pola diet Anda tidak sembarangan. Diet yang salah justru dapat membahayakan tubuh. Mencapai berat badan ideal bukanlah dengan membiarkan tubuh Anda kelaparan, melainkan dengan memperbaiki pola makan dan lebih aktif bergerak.

Read More

Menulis Merupakan Salah Satu Penangkal Kesepian

manfaat menulis

Terdengar aneh ketika seseorang menyarankan Anda untuk menulis agar hidup sehat. Namun kenyataannya, ada data ilmiah yang menyebutkan bahwa ketika seseorang menulis tentang apa yang mereka pikirkan dan rasakan, mereka akan merasa lebih baik dan semakin sehat.

Menulis memberikan manfaat untuk mengeksplorasi perasaan yang ada di dalam hati seseorang. Hal itu memungkinkan Anda untuk lebih mengerti tentang diri Anda sendiri dan bagaimana Anda memaknai dunia sekitar.

Dengan mempelajari diri lebih dalam, Anda memiliki hubungan yang kuat dengan diri Anda sendiri. Jenis hubungan ini dapat membuat Anda melewati emosi negatif, seperti, rasa bersalah atau malu, secara lebih cepat dan mengutamakan hal yang positif seperti optimisme dan empati, serta mendorong Anda melakukan hal yang sama kepada orang lain.

 

Bagaimana tulisan ekspresif dapat melawan kesepian

Menulis merupakan salah satu cara untuk seseorang yang merasa kesepian dan terisolasi untuk menuangkan perasaannya ke dalam kata-kata. Tulisan yang ekspresif, apalagi ketika dibagikan, dapat membantu sesama yang bisa saja mengalami hal serupa. Hal ini membuat tulisan Anda menjadi inspirasi dan penyemangat bagi mereka juga.

Ketika rasa kesepian sudah menjadi sebuah epidemik, menulis dan membagikan tulisan Anda dapat mengurangi beban kesepian orang lain yang kemungkinan besar merasa kesepian juga, termasuk para lansia, orang-orang yang mengidap penyakit kronis, orang-orang yang memiliki disabilitas, para veteran, komunitas minor, dan para imigran atau para pengungsi.

Menulis membantu kita mengatur masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang sekaligus. Ketika kita sedang menulis, kita ada dalam masa sekarang, walaupun otak kita bekerja mengingat-ingat masa lalu yang sudah terjadi, memilih kata dan membentuk kalimat. Tetapi, otak kita juga menjelajah ke masa depan, seperti membayangkan seseorang membaca tulisan yang sudah kita buat. Ketika Anda mengekspresikan diri Anda dalam tulisan, Anda telah membuat simbol dari banyak pemikiran dan perasaan yang Anda alami selama ini.

Orang-orang biasanya mulai menulis ketika mereka merasa sulit untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan melalui ucapan atau cerita, sehingga mereka mengeksplor secara lebih dalam lagi apa yang sebenarnya mereka rasakan. Proses pengungkapan melalui menulis ini bisa membangun rasa percaya dan ikatan dengan orang lain tanpa ada perasaan terancam. Proses ini juga membentuk cara hidup karena kita memaknai hidup lebih dalam lewat tulisan.

Ketika orang-orang menceritakan cerita pribadi mereka melalui menulis, melalui surat untuk teman-teman mereka atau keluarga, ataupun jurnal untuk mereka sendiri atau bisa juga melalui unggahan di blog – mereka akan terbiasa memahami pemikiran dan pengalaman pribadi mereka masing-masing. Menulis dapat membantu mengungkapkan rasa tidak pernah disadari sebelumnya dan mengurangi rasa takut.

Menulislah untuk kesehatan Anda

Membuat tulisan yang ekspresif juga memiliki manfaat positif untuk kesehatan terlebih jika pengalaman tersebut Anda bagikan kepada orang lain – ada rasa kelegaan di dalam hati Anda karena mengetahui bahwa ada bayak orang yang pernah mengalami apa yang Anda rasakan.

Menurut penelitian terhadap lebih dari 100 kasus, hasilnya menunjukkan bahwa mengekspresikan emosi dengan cara yang kreatif dapat meningkatkan kesehatan dan menurunkan depresi atau stres, serta meningkatkan kesehatan emosional. Jadi, mulailah menulis karena ini adalah salah satu resep hidup sehat.

Read More

Menari Ternyata Memiliki Manfaat Untuk Kesehatan Mental

manfaat menari

Menari merupakan bentuk ekspresi kebahagiaan, perayaan peristiwa dalam hidup, serta bentuk dari ritual kultur dan agama. Menari juga memiliki manfaat untuk fisik dan kognitif yang melebihi bentuk olahraga lainnya.

Manfaat menari untuk kesehatan

Bukti kesehatan yang didapat dari olahraga memang tak terbantahkan. Penelitian psikologis menunjukan aktivitas yang dilakukan secara teratur bisa membentuk otot dan tulang, mengurangi lemak, menurunkan tekanan darah dan meningkatkan jumlah lemak baik pada tubuh. Semua manfaat diatas dari berbagai jenis aktivitas bisa didapat sekaligus dari menari. Jika dilakukan secara berkelanjutan, menari dapat memberikan efek positif bagi kebugaran tubuh dan bagian kognitif otak kita. Selain menyenangkan, banyak sekali manfaat kesehatan yang bisa kita dapatkan dari menari.

Menari merupakan gabungan aktivitas fisik, ekspresi kreatif dari gerakan dan emosional, serta interaksi sosial. Apalagi, jika menggabungkan tarian dengan musik, bisa memberikan manfaat lebih dari jenis olahraga apapun. Musik dapat menstimulasi otak dan mengaktifkan saraf sensori. Menari juga bisa meningkatkan keseimbangan dan kualitas hidup orang-orang yang mengidap Parkinson atau kelainan terkait gerakan tubuh lainnya.

Beberapa penelitian mengindikasi bahwa menguasai gerakan tari dapat meningkatkan memori dan cara pemecahan masalah. Hasil penelitian lain juga menunjukan bahwa menari dapat memberikan peningkatan terhadap kesehatan mental yang memberikan dorongan untuk merasa lebih bahagia.

Dr. Lauren Elson, mantan penari profesional yang memiliki spesialisasi pada olahraga dan rehabilitasi di Harvard-affiliated Spaulding Rehabilitation Network, menyebutkan bahwa menari itu mudah di lakukan oleh siapa pun. Menari merupakan salah satu cara untuk berhubungan dengan tubuh kalian sendiri, musik, dan orang lain. Seperti yang kita tau, menari memiliki banyak manfaat untuk fisik, kognitif dan sosial.

Cara memulainya

Bagi Anda sudah pernah menari sebelumnya, atau memang memiliki hobi menari, Anda pasti sangat tahu bagaimana sensasi menari itu.Tetapi, jika Anda adalah tipikal orang yang pemalu dan merasa tidak begitu ahli untuk menari atau belum pernah menari sama sekali dan ingin mencobanya, berikut ini beberapa tips untuk memulainya!

  • Ambil kelas tari.  Ada beberapa jenis kelas menari yang bisa Anda ikuti, seperti tai chi atau kelas meditasi yang menyuguhkan musik-musik relaksasi. Ada pula kelas zumba, olahraga aerobik yang merupakan kombinasi langkah dan pergerakan dari beberapa musik tradisional, atau paling sering musik Latin.

Tari balet dapat menguatkan otot dan meningkatkan keseimbangan, atau kelas tari tap untuk lebih membentuk dan menguatkan tulang. Banyak pula beberapa jenis tarian lain yang membuka kelas latihan bagi pemula, diantaranya ballroom, belly dance, hip-hop, jazz, pole dance, dan lain sebagainya.

  • Menarilah dirumah. Internet memiliki jangkauan luas untuk mencari video tutorial atau instruksi menari, seperti “Dance for Dummies” yang mendemonstrasikan langkah-langkah tari dalam slow motion atau gerakan lambat agar lebih mudah diikuti dan Anda bisa juga mengatur sendiri kecepatan tarian yang Anda inginkan. Anda hanya perlu menyiapkan baju dan sepatu yang nyaman serta tempat yang cukup luas untuk bebas bergerak.
Read More

Cara mempererat hubungan dengan mempelajari ilmu pengetahuan otak

ilmu pengetahuan otak

Otak kita merupakan tempat dimana Anda memahami, mengerti, mengingat, mengevaluasi, berkeinginan dan merespon orang-orang. Ada fakta yang sedikit aneh namun ini kenyataan: orang-orang yang ada disekitar kita adalah produk dari siapa diri mereka dan kita pikirkan terhadap mereka. Kalau kita mengerti bahwa sebuah hubungan dapat mempengaruhi otak kita, mungkin kita bisa mengubah cara otak kita berinteraksi dengan orang lain.

Transference

Transference (pemindahan)merupakan fenomena psikologis dimana seseorang mengaktifkan atau teringat dengan kejadian yang pernah terjadi sebelumnya. Akhirnya, kita bisa secara tidak sadar mengulang konflik yang telah terjadi pada masa lalu, yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan hubungan yang sedang jalani saat ini.

Contohnya, Anda sedang liburan bersama teman kantor dan menjadi bete kepada rekan Anda karena berbicara dengan nada tinggi kepada Anda dan diluar proporsi yang seharusnya dikatakan. Ketahuilah bahwa mungkin rekan Anda teringat oleh konflik masa lalu yang terjadi kepada mereka sehingga konflik ini terekam dan menjadi dasar prediksi di otak mereka tanpa mereka sadari.

Lalu apa yang bisa Anda lakukan?

Untuk menghindari situasi seperti itu, lakukan refleksi diri. Tanya kepada diri sendiri “apakah ini benar-benar tanggapan untuk hal tersebut atau saya telah mencampurnya dengan konflik di masa lalu?” Hal ini juga dapat dijadikan sebuah diskusi yang menarik ketika Anda ingin menyelesaikan konflik.

Emosi yang menular

Emosi kita bisa ditularkan dengan mudah kepada orang lain tanpa kita sadari. Hal ini juga bisa terjadi dalam ranah jejaring sosial tanpa interaksi dalam dunia nyata atau isyarat non-verbal.

Berinteraksi dengan grup yang negatif misalnya, maka ada kemungkinan Anda ikut merasa negatif pula.

Sebaliknya, jika Anda berinteraksi dengan grup yang positif, maka Anda akan dapat merasakan sisi positif itu juga. Namun permasalahannya, emosi negatif lebih cepat ditularkan ketimbang emosi positif. Hal ini harusnya menjadi salah satu keuntungan kita, tetapi terkadang bisa menganggu dinamika hubungan dengan pasangan. Hal ini membawa keuntungan bagi kita karena kita dengan mudah menangkap emosi seseorang, namun sayangnya emosi ini dapat merusak sebuah hubungan.

Semua ini disebabkan oleh mirror neurons atau saraf cermin yang tugasnya menangkap emosi dari orang lain.

Apa yang bisa  Anda lakukan?

Ketika Anda sedang berinteraksi secara online, pastikan bahwa Anda tahu apakah konten yang dilihat akan berpengaruh ke mood Anda. Jangan terburu-buru ikut arus dan bijaksana dalam menyikapi sebuah kalimat di dalam percakapan secara online.

Dalam berinteraksi dengan teman-teman atau pasangan, hati-hati dalam menangkap emosi mereka karena dapat membuat Anda terbawa suasana, bahkan ketika sebenarnya Anda tidak sedang merasakan hal yang negatif.

Empati kognitif

Ketika Anda bernegosiasi dengan orang lain, mungkin Anda merasa akan terbantu jika merefleksikan emosi mereka. Namun dalam berbagai kesempatan, menggunakan empati kognitif terbukti lebih efektif dalam bercakapan karena lawan bicara Anda merasa didengarkan dan tidak menjadi defensif.

Apa yang bisa Anda lakukan?

Ketika Anda mencoba untuk menyelesaikan konflik, cobalah untuk menggunakan empati kognitif daripada empati emosional. Empati kognitif memungkinkan Anda untuk berinteraksi dan merefleksikan permasalahan yang terjadi sehingga Anda memahami apa yang mereka katakan namun secara emosional, Anda tidak terpengaruh.

Empati secara kognitif membuat Anda dapat mengulang kalimat mereka sesuai dengan pemahaman tanpa mengubah artinya sehingga tidak terjadi salah paham.

Hal ini menimbulkan rasa saling mengerti satu sama lain dan mengurangi kemarahan. Begitulah bentuk dari empati kognitif, yaitu mengindikasikan rasa saling memahami dan mengerti keadaan yang sedang mereka jalani.

Read More

Obesitas Bayi dan Balita Dapat Pula Disebabkan oleh Antibiotik

antibiotik obesitas bayi

Antibiotik bisa menjadi penyelamat yang juga mempunyai sisi buruk —termasuk meningkatkan resiko obesitas ketika diberikan di umur yang dini menurut penelitian terkini.

Antibiotik membunuh bakteri yang dapat menyebabkan infeksi serius. Tetapi, antibiotik tidak membatasi diri mereka untuk membunuh infeksi yang disebabkan bakteri. Antibiotik membunuh bakteri lainnya juga. Hal tersebut bisa jadi sangat buruk untuk tubuh.

Tubuh kita dipenuhi oleh bakteri. Tidak semuanya bakteri buruk, dan pastinya terkandung bakteri baik yang diperlukan juga, yang disebut microbiome. Bersama dengan mikro-organisme lain ditubuh, mereka memiliki peran penting untuk sistem imun kita atau pencernaan. Ketika kita mengonsumsi antibiotik, secara tidak sengaja membunuh bakteri baik juga, meski target utamanya adalah bakteri buruk. Microbiome yang ada dalam tubuh kita merupakan bakteri yang dikumpulkan dan dan tumbuh sejak usia kita masih dini, mereka sangat penting dan bisa memberikan efek sepanjang hidup.

Penelitian menunjukan bahwa bayi yang dilahirkan sesar memiliki kemungkinan lebih besar mengidap obesitas ketika mereka tumbuh dewasa, alasannya karena mereka tidak lahir melalui “jalur” kelahiran yang memberikan mereka bakteri seperti pada kelahiran normal.

Penelitian pada 300,000 lebih bayi yang lahir di sistem kesehatan militer, dilakukan untuk mengetahui apakah mereka diberikan antibiotik selama dua tahun pertama. Mereka juga melihat apakah bayi-bayi tersebut diberi dua pengobatan yang digunakan untuk mengurangi asam lambung, yang diresepkan pada umumnya untuk mengobati reflux pada bayi. Memberikan antasida dapat mengubah struktur bakteri. Bakteri yang masuk lewat mulut dan hidung akan mati oleh asam lambung namun antacid tetap membuatnya hidup hingga sampai ke usus dan membunuh bakteri-bakteri didalamnya.

Anak-anak yang mendapatkan antibiotik memiliki 26% kemungkinan lebih tinggi untuk mengidap obesitas. Bukan hanya obesitas, memberikan antibiotik dan antasida pada usia dini meningatkan risiko alergi makanan atau jenis penyakit alergi lainnya seperti asma. Kesimpulannya, kita harus berhati-hati sebelum melakukan sesuatu yang berkaitan dengan bakteri-bakteri di tubuh kita.

Bahkan para petani pun menggunakan antibiotic untuk hewan ternak mereka. Hal ini memberikan banyak keuntungan untuk mereka seperti membuat hewan ternak jadi lebih gemuk. Penggunaan antibiotik pada hewan ternak ini dapat menjadi penyebab utama pengonsumsinya mengidap resistensi atau kebal terhadap antibiotik.

Penggunaan antibiotik untuk demam sebetulnya tidak diperlukan. Bahkan infeksi seperti infeksi kuping, sebenarnya bisa sembuh tanpa antibiotik dengan pengobatan yang tepat. Hal ini dikarenakan kecenderungan dalam menggunakan antibiotik yang terlalu lama dari seharusnya, bisa berbahaya bagi kesehatan.

Ketika kita berkunjung ke dokter dan diresepkan antibiotik, konsultasikan terlebih dahulu apakah benar-benar harus mengonsumsi atau tidak? Kalau memang dokter bilang harus, maka tetap harus mengonsumsinya, dengan catatan mungkin orang tua bisa minta diresepkan antibiotik dengan periode konsumsi yang pendek agar tidak terlalu lama mengonsumsi antibiotik.

Ketika kita hidup di masa banyak kasus obesitas, kita harus berjuang dengan berbagi cara untuk melawannya.

Read More

Mitos vs. Fakta pada Anak Penyandang Autisme

mitos fakta anak penyandang autisme

Jumlah penyandang autisme di Indonesia terus mengalami peningkatan. Meskipun belum ada angka pasti jumlah penyandang autisme di Indonesia namun pemerintah merilis data jumlah anak penyandang autisme di kisaran 112 ribu jiwa pada tahun 2010 lalu.

Maka dari itu, Anda pasti sudah banyak mendengar banyak informasi mengenai autisme dari berbagai sumber (termasuk keluarga, teman, kerabat, dan sebagainya), tetapi apakah Anda bisa membedakan mana informasi yang benar dan yang salah? Berikut kami daftarkan beberapa mitos yang seringkali salah dimengerti orangtua dari anak penyandang autisme dan orang-orang di sekitarnya.

  1. Autisme Disebabkan Cara Pengasuhan yang Salah

Kondisi autisme pada umumnya muncul saat anak masih kanak-kanak dan ditandai oleh gangguan kemampuan sosial, masalah komunikasi, dan perilaku yang berulang. Dari usia 1 hingga 2 tahun, anak-anak penyandang autisme cenderung mengalami gangguan saat berinteraksi dengan orang lain dan seringkali lebih senang bermain dengan objek. Tapi apakah ini dapat menjadi penanda adanya kesalahan pada pola pengasuhan anak?

Fakta penelitian menunjukkan bahwa autisme terjadi karena perubahan lebih dari 1.000 gen. Peneliti menemukan bahwa saat perkembangan otak, beberapa anak autisme memiliki jumlah neuron lebih dari normal dan terdapat perkembangan berlebih di bagian luar permukaan otak (korteks otak).

Maka dari itu, autisme bukanlah disebabkan oleh kesalahan pola asuh orangtua, melainkan karena adanya kelainan pada gen sang anak.

  1. Anak Penyandang Autisme Harus Diberikan Terapi A, B, dan C

Karena autisme terjadi karena gangguan pada gen anak, akan sangat sulit untuk memperbaiki semua gejala pada anak autisme. Selain itu, patut disadari bahwa tidak ada anak yang membutuhkan jenis terapi yang sama karena jenis terapi akan sangat bergantung pada kebutuhan setiap anak – setiap anak autisme adalah unik.

Terapi yang diberikan akan meliputi berbagai jenis terapi untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan bertingkah laku, dan terkadang juga diberikan obat untuk membantu mengatasi beberapa kondisi medis yang berhubungan dengan autisme.

Meskipun demikian, terapi diberikan berdasarkan situasi dan kebutuhan sang anak, dengan tujuan yang sama, yaitu menurunkan gejala dan meningkatkan kemampuan belajar dan berkembang.

  1. Anak Penyandang Autisme Tidak Dapat Merasakan dan Menyalurkan Emosi, Kecuali Marah dan Senang

Manusia pada umumnya memiliki enam emosi dasar, yaitu senang, terkejut, sedih, marah, takut, dan jijik. Dan kemampuan untuk memahami dan mengekspresikan emosi mulai berkembang sejak baru dilahirkan.

Meskipun demikian, karena kecenderungan anak autisme untuk lebih banyak diam dan tidak berekspresi, banyak yang menganggap anak autisme tidak memiliki emosi – di samping memiliki kemampuan analitik dan logika yang baik. Akan tetapi, peneliti menemukan bahwa anak penyandang autisme bukannya tidak memiliki emosi, tetapi mereka mengekspresikan emosi dengan cara yang berbeda.

Anak penyandang autisme mungkin kesulitan memahami emosi orang lain karena cara mereka memindai wajah. Mereka memindai wajah dengan cara yang lebih acak daripada anak normal. Anak autisme cenderung hanya melihat mata dalam periode waktu lebih sedikit dan lebih banyak berfokus pada mulut. Inilah mengapa informasi yang mereka kumpulkan dari wajah orang lain berbeda dari apa yang anak normal lihat pada umumnya.

  1. Setiap Penyandang Autisme Memiliki Kemampuan Khusus

Meskipun banyak penelitian telah membuktikan kemampuan khusus pada penyandang autisme, namun tidak semua anak autisme memiliki kemampuan luar biasa. Mereka berkembang seperti anak pada umumnya, dengan kecerdasan yang bervariasi, bakat yang berbeda, dan kesempatan yang tidak sama.

Akan tetapi, karena kecenderungan anak autisme untuk lebih berfokus pada satu hal, ini mungkin membuat mereka terobsesi pada satu hal itu dan menjadi ahli dalam bidang tersebut.

Namun, bukan berarti ini adalah suatu hal yang dapat dibiarkan. Obsesi juga harus diatasi dan diterapi karena mungkin akan berkembang menjadi suatu masalah yang mengganggu kehidupannya.

Read More

10 Mitos Seputar Pencernaan Yang Banyak Beredar

mitos fakta pencernaan manusia

Salah satu gangguan kesehatan yang kerap membatasi aktivitas harian adalah masalah pencernaan. Jangan heran jika ada banyak teori dan informasi seputar penyebab dan cara mengatasi masalah pencernaan ini di masyarakat. Namun, Anda tetap harus waspadai karena banyak pula mitos yang tersebar di antara informasi-informasi tersebut.

1. Pencernaan Permen Karet Membutuhkan Waktu Bertahun-Tahun
Bagi Anda yang pernah mendengar informasi bahwa permen karet dapat dicerna dalam waktu yang lama, hal ini jelas perlu diluruskan. Faktanya, kandungan karet pada permen memiliki sifat yang kebal terhadap enzim pencernaan. Dengan kata lain, permen karet tidak dapat dipecah dan dicerna oleh organ-organ pencernaan dalam waktu lama sekalipun. Bahkan, asam lambung pun tidak mampu untuk memecah serta mencerna permen karet.

2. Makanan Pedas Menyebabkan Maag
Para pecinta makanan pedas seharusnya lega karena anggapan mengenai makanan pedas yang berbahaya untuk lambung hanyalah sebuah mitos. Pasalnya, luka atau iritasi pada lapisan perut dapat terjadi karena adanya infeksi bakteri yang disebut Helicobacter pylori (H. pylori). Selain itu, penyebab lain yang juga kerap diacuhkan adalah asupan obat penghilang rasa sakit, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Mungkin makanan pedas dapat memperparah kondisi ini. Akan tetapi, makanan pedas bukanlah penyebabnya.

3. Mengangkat Beban Berat Mengakibatkan Hernia
Hernia atau yang juga populer dengan sebutan ‘turun berok’ banyak dikaitkan dengan kebiasaan mengangkat beban berat. Mungkin ini merupakan salah satu penyebabnya, tetapi perlu diingat bahwa penyebab hernia bukan hanya kebiasaan mengangkat beban berat. Hernia juga bisa terjadi akibat konstipasi kronis atau batuk.


4. Hanya Pecandu Alkohol yang Mengalami Sirosis
Memang benar bahwa terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan sirosis, atau suatu kondisi di mana sel-sel hati rusak dan digantikan oleh jaringan parut. Meskipun begitu, masih ada penyebab lain yang harus Anda waspadai, seperti hepatitis B dan C. Walaupun minum terlalu banyak hampir selalu menyebabkan masalah pada kerusakan hati, masalah ini tidak selalu mengarah pada sirosis.

5. Kacang-kacangan Menyebabkan Divertikulitis
Dulu, kebanyakan dokter akan menganjurkan pasien dengan kondisi divertikulitis, di mana kantong-kantong di dinding usus besar meradang dan terinfeksi, untuk menghindari mengonsumsi kacang-kacangan, jagung, popcorn, dan makanan dengan biji-biji kecil, seperti stroberi atau kiwi. Hal ini disebabkan rasa takut jika potongan-potongan makanan ini akan menempel di kantong dan menyebabkan rasa sakit. Namun, studi terbaru menunjukkan sebaliknya. Asupan kacang-kacangan dan buah-buahan berserat tinggi akan membantu seseorang terhindari dari masalah pencernaan ini.

6. Kacang Menyebabkan Perut Bergas
Jika Anda sering menghindari kacang untuk mengatasi perut yang bergas, hal itu akan percuma. Sebab, kacang bukanlah penyebab perut Anda menjadi bergas. Sebaliknya, beragam produk susu terbukti menyebabkan lebih banyak gas daripada makanan lain, terutama seiring bertambahnya usia dan berkurangnya kemampuan tubuh dalam menyerap gula dalam susu (laktosa). Untuk meredakan masalah, carilah produk yang bebas laktosa atau minum obat laktase yang dijual bebas sebelum Anda mengonsumsi makanan dengan kandungan susu.

7. Merokok Meredakan Mulas
Banyak orang menganggap bahwa merokok dapat meredakan rasa mulas. Padahal, merokok sebenarnya dapat menambah gejolak di perut dan meningkatkan rasa mulas. Nikotin dapat merilekskan otot di bagian atas perut Anda yang menjaga percikan asam (refluks) kembali ke kerongkongan Anda. Semakin banyak refluks asam akan meningkatkan rasa mulas.

8. Pertambahan Usia Menyebabkan Sembelit
Orang-orang memang cenderung mengalami sembelit seiring bertambahnya usia, tetapi tubuh yang menua itu sendiri tidak bisa dianggap menjadi penyebab. Orang dewasa yang lebih tua sering menggunakan obat-obatan yang dapat membuat saluran pencernaan lamban. Mereka juga cenderung kurang berolahraga, tidak lagi menjaga makan dengan baik, dan kurang minum cairan, yang semuanya dapat berisiko mengakibatkan sembelit.

9. Serat Tidak Berpengaruh pada Keluhan Diare
Pada awalnya, memang terdengar tidak masuk akal bahwa serat, yang sangat terkenal untuk memperbaiki sembelit, juga dapat membantu diare dengan masalah pencernaan yang bertolak belakang. Sayangnya, hal ini adalah fakta yang tidak bisa dibantahkan. Nutrisi serat dapat membantu menjaga tinja agar tidak terlalu keras atau terlalu longgar. Ia bekerja dengan cara menarik lebih banyak air dari usus besar untuk melonggarkan tinja (pada sembelit) atau menyerap sebagian cairan di usus untuk mengencangkannya (pada diare).

10. Kanker Usus Memiliki Gejala yang Jelas
Anggapan ini merupakan sebuah mitos. Faktanya, kanker usus besar seringkali tidak menampakkan gejala hingga benar-benar berada di tahap yang serius. Itulah sebabnya deteksi dini untuk kanker usus sangat penting. Secara umum, kebanyakan orang berisiko harus mulai melakukan pengujian pada usia 50. Pemeriksaan kolorektal rutin akan mencakup tes feses setiap tahun, sigmoidoskopi fleksibel setiap 5 tahun, CT scan usus besar setiap 5 tahun, atau kolonoskopi setiap 10 tahun. Bicaralah dengan dokter Anda tentang mana yang tepat untuk Anda.

Read More

Waspada, Ini Dia Gejala Keracunan Makanan yang Harus Anda Ketahui

gejala keracunan makanan

Perlu dipahami bahwa keracunan makanan merupakan sebuah istilah dengan cakupan beragam kondisi yang banyak dan luas karena dapat mencakup banyak infeksi yang berbeda. Itulah sebabnya, keracunan makanan akan menimbulkan gejala dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Gejala dan variasi tingkat keparahan ini akan bergantung pada jenis bakteri, virus, atau parasit yang menginfeksi Anda. Selain itu, kuantitas dari kuman makanan ini juga akan berpengaruh diikuti dengan kemampuan dari sistem kekebalan tubuh Anda dalam melawannya.

Meskipun terdapat banyak jenis dari keracunan makanan, kebanyakan kasusnya akan menyebabkan beberapa gejala seperti:

  • Diare
  • Mual
  • Muntah

Jika Anda mengalami kasus keracunan yang ringan, mungkin Anda akan mengira bahwa Anda sedang menderita flu perut atau virus. Selanjutnya, Anda juga mungkin tidak akan membutuhkan obat atau perawatan khusus karena akan membaik perlahan dengan sendirinya. Akan tetapi, beberapa orang dengan keracunan makanan akan merasakan sederet gejala parah yang menyebabkan mereka perlu untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit. Itulah sebabnya, Anda perlu dengan baik memahami gejala keracunan makanan dan kapan harus menghubungi dokter.

Gejala Keracunan Makanan
Gejala keracunan makanan berupa kram di perut dan usus, diare, dan muntah dapat mulai dirasakan sejak 1 jam setelah memakan makanan yang tercemar dan selambat-lambatnya 10 hari atau lebih. Lama munculnya gejala keracunan makanan tergantung pada apa yang menyebabkan infeksi keracunan makanan. Selain diare, mual, dan muntah, beberapa gejala umum dari keracunan makanan dapat berupa:

  • Perut kembung dan bergas
  • Demam
  • Nyeri otot
  • Tubuh terasa lemah
  • Nyeri perut dan kram

Gejala Botulisme

Anda mungkin pernah mendengar tentang beberapa kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan, seperti:

  • Campylobacter
  • E. coli
  • Listeria
  • Salmonella
  • Shigella

Selain itu, Anda mungkin juga pernah mendengar salah satu yang paling parah, yaitu botulisme. Sebuah jenis keracunan makanan akibat bakteri yang jarang namun parah. Gejala botulisme dapat terjadi berupa:

  • Bicara cadel atau pandangan kabur
  • Otot terasa lemah
  • Sulit menelan
  • Mulut kering
  • Kelumpuhan otot mulai dari kepala hingga ke tubuh bawah
  • Muntah

Pastikan untuk segera menghubungi dokter jika Anda merasakan adanya gejala botulisme pada diri Anda atau orang yang di sekitar Anda.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter

Keracunan makanan ringan biasanya sembuh dengan sendirinya hanya dengan beristirahat dan mengonsumsi banyak cairan. Akan tetapi, Anda harus segera menghubungi dokter, jika Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan gejala, seperti:

  1. Tanda-tanda dehidrasi: mulut kering, sedikit atau tidak ada buang air kecil, pusing, atau mata cekung
  2. Tidak mampu untuk menelan cairan tanpa memuntahkannya
  3. Diare yang berlangsung lebih dari 2 hari (1 hari pada bayi dan balita)
  4. Nyeri perut yang hebat atau muntah
  5. Demam 38 C atau lebih tinggi
  6. Kotoran yang berwarna hitam atau berdarah
  7. Otot terasa lemah
  8. Kesemutan di tangan
  9. Pandangan kabur
  10. Kebingungan
  11. Diare atau penyakit seperti flu pada wanita hamil
  12. Penyakit kuning (kulit kuning), yang bisa menjadi tanda hepatitis A

Itulah beberapa gejala keracunan makanan yang harus Anda waspadai. Ingatlah untuk selalu menjadi higienitas dari makanan dan perlengkapan makan yang Anda konsumsi untuk menghindari risiko keracunan makanan.

Read More

Jangan Salah, Ini Dia Daftar Mitos Dan Fakta Seputar Diare

mitos fakta diare

Tahukah Anda jika banyak informasi salah yang tersebar di masyarakat mengenai penanganan diare? Mulai dari larangan makan makanan tertentu hingga anjuran mengonsumsi obat khusus ternyata belum tentu benar adanya. Untuk itu, pahami daftar mitos dan fakta seputar diare agar Anda tidak salah berikut ini.

Mitos Diare

1. Melakukan Diet Makanan Hambar untuk Meredakan Diare
Mengonsumsi beberapa makanan hambar, seperti pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang, memang kerap direkomendasikan untuk mengobati diare. Namun, makanan tersebut ternyata tidak memiliki cukup nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh, seperti protein dan lemak. Dengan kata lain, Anda dapat mengonsumsi makanan-makanan tersebut di hari-hari pertama, tetapi Anda harus kembali ke asupan makanan normal yang bergizi sesegera mungkin.
 
2. Obat Flu Dapat Mencegah Flu Perut
Flu musiman dapat menyebabkan timbulnya gejala demam, nyeri tubuh, dan berbagai rasa sakit dan tidak nyaman di tubuh seperti tenggorokan dan kepala. Namun, flu sangat jarang menyebabkan diare. Influenza umumnya merupakan penyakit pada saluran udara dan paru-paru. Akan tetapi, ada pula penyakit yang biasa disebut “flu perut” dan dapat menyebabkan diare. Akan tetapi, virus penyebab flu perut ini berbeda dengan flu yang menyebabkan flu pada umumnya. Pasalnya, flu perut hanyalah nama umum untuk gastroenteritis virus, yang disebabkan oleh beberapa kuman berbeda.

3. Menghindari Makanan Berlemak
Makanan yang berminyak dan digoreng seringkali memperburuk diare karena sulit untuk dicerna. Meskipun begitu, makan dengan sedikit lemak juga bisa membantu meredakan diare. Pencernaan lemak yang lambat dapat mengurangi gejala diare. Selama tubuh Anda tidak memiliki masalah dalam penyerapan lemak, tambahkan satu sendok teh mayonaise, sedikit mentega, atau sedikit daging tanpa lemak ke makanan Anda. Makanan ini akan dapat membantu mengurangi gejala Anda.

4. Tumbuh Gigi Penyebab Diare
Banyak orangtua percaya bahwa tumbuh gigi dapat memicu diare pada bayi. Sayangnya, para dokter anak mengatakan bahwa hal itu tidak benar. Bayi Anda mungkin rewel atau mudah marah selama tumbuh gigi. Tetapi jika ia juga mengalami diare atau demam, bicarakan dengan dokter Anda karena mungkin memang ada masalah dalam pencernaannya
 
5. Minumlah Obat Saat Anda Merasa Sakit
Diare biasanya dapat hilang dengan sendirinya. Itu sebabnya pengobatan biasanya tidak diperlukan. Meskipun begitu, obat-obat diare yang dijual bebas dapat meredakan beberapa gejala yang mengganggu. Namun, jika Anda demam atau mendapatkan gejala lain, seperti tinja berdarah, sebaiknya hindari asupan obat dan segera kunjungi dokter. Jangan berikan obat diare kepada bayi atau anak-anak, kecuali dokter anak yang merekomendasikannya.


Fakta Diare

1. Dehidrasi Merupakan Sebuah Kondisi Serius
Diare menyebabkan Anda kehilangan cairan. Kehilangan terlalu banyak cairan dapat menyebabkan dehidrasi, khususnya pada anak-anak dan lansia. Pastikan untuk dengan segera menghubungi dokter jika Anda melihat tanda-tanda dehidrasi pada diri Anda, anak, atau orangtua Anda. Dokter mungkin akan merekomendasikan untuk segera meminum larutan rehidrasi, air, minuman energi tanpa kafein, rendah gula, jus buah cair, dan sup kaldu.
 
2. Obat-obatan Dapat Menyebabkan Diare
Efek samping dari sebagian obat-obatan dapat berupa masalah pada pencernaan, seperti diare. Sebut saja, antibiotik dan beberapa obat untuk kanker, depresi, diabetes, dan tekanan darah tinggi dapat menyebabkan efek samping berupa diare. Jika Anda mengalami diare setelah memulai obat baru, segera hubungi dokter Anda.
 
3. Makanan Manis Membuat Diare Lebih Buruk
Beberapa orang mencari minuman energi atau soda untuk mengisi kembali cairan yang hilang ketika sedang diare. Sayangnya, makanan dan minuman yang memiliki kandungan gula tinggi dapat memperburuk gejala diare. Selama proses pencernaan, gula menyerap cairan ke dalam usus dan menipiskan tinja. Beberapa pengganti gula, seperti sorbitol, mungkin memiliki risiko yang sama.
 
4. Serat Makanan Dapat Membantu
Kebanyakan dari makanan berserat memang sebaiknya dihindari saat diare. Namun, itu tergantung pada jenis makanan serat apa yang Anda makan. Serat larut, yang biasa ditemukan dalam kacang-kacangan, kacang polong, dedak gandum, dan buah-buahan yang dikupas dan sayuran yang dimasak, dapat menyerap air di usus dan membuat kotoran lebih padat. Tetapi serat yang tidak larut, seperti yang ditemukan di kulit buah-buahan dan sayuran mentah, biji-bijian, dan dedak gandum, dapat mempercepat tinja saat mereka melewati usus.
 
5. Kopi Bisa Membuatnya Lebih Buruk
Kafein dalam kopi, teh, minuman ringan, dan cokelat bisa membuat usus Anda bekerja lebih cepat. Kafein bekerja sebagai stimulan di usus, yang dapat membuat pencernaan lebih cepat dan menyebabkan usus Anda lebih cepat kosong. Hal ini juga berlaku pada kopi tanpa kafein yang memiliki kafein lebih sedikit dari biasanya, tetapi masih memiliki cukup kafein untuk merangsang usus Anda.
 
6. Cuci Tangan Dapat Menjaga Anda Tetap Sehat
Menurut para ahli kesehatan masyarakat, mencuci tangan masih merupakan cara terbaik untuk melawan kuman penyebab diare. Sebuah penelitian menemukan bahwa mencuci tangan yang baik dapat mengurangi transmisi infeksi diare hingga hampir 40%. Gunakan sabun dan air, seta gosok tangan Anda selama setidaknya 20 detik.
 
7. Yogurt Dapat Membantu Mengurangi Diare
Yoghurt dapat membantu orang pulih dari diare lebih cepat. Bakteri hidup, alami, dan “ramah”, seperti Lactobacillus acidophilus, yang terkandung dalam beberapa yogurt dapat membantu meningkatkan pencernaan yang sehat. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa yogurt dengan kandungan bakteri aktif dapat membantu mencegah diare yang disebabkan oleh antibiotik.

Read More

11 Cara Alami untuk Mengobati Gejala Pilek dan Flu

cara alami mengobati gejala pilek flu

Hingga saat ini, masih belum ada obat untuk pilek atau flu. Vaksin sejauh ini hanya bisa membantu mencegah flu. Sedangkan obat dari dokter untuk meredakan gejalanya. Selain obat kimia, ada banyak pengobatan alami untuk pilek dan flu. Beberapa bahan alami ini mungkin cocok untuk Anda!

Echinacea

Suplemen herbal ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan melawan infeksi. Tetapi efeknya untuk pilek dan flu butuh penelitian lebih lanjut. Beberapa penelitian menemukan, sebagian orang lebih cepat sembuh jika mengonsumsinya. Sedangkan penelitian lain menunjukkan tak ada pengaruh signifikan. Jika ingin mencoba, konsumsi herbal ini selama 7-10 hari saat Anda sakit.

Zinc

Zinc membantu melawan virus, seperti pilek. Cara kerjanya dengan menghentikan pembentukan protein tertentu sebelum virus pilek menggunakannya untuk bereproduksi. Meski tak mencegah pilek, zinc mempercepat kesembuhan dan meredakan keparahannya.

Syaratnya, konsumsilah dalam 24 jam setelah gejala pertama dan meneruskannya hingga lima hari. Produk zinc yang dihirup hidung tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan hilangnya indra penciuman.

Vitamin C

Menurut penelitian, vitamin C bisa mempercepat gejala pilek hingga sehari. Selain itu, para pekerja keras yang tiap hari minum minimal 200 mg vitamin C jarang terkena pilek. Minum vitamin C di awal serangan pilek tak membantu.

Sup Ayam

Sup ayam panas bisa membantu meredakan hidung mampet, jika Anda menghirup uapnya. Sedangkan minum kuahnya membantu menggantikan cairan yang keluar. Kuah yang hangat dan bergaram itu juga meredakan sakit tenggorokan.

Teh Panas

Teh panas juga obat alami pilek dan flu. Menghirup uapnya membantu melegakan hidung mampet. Sementara cairannya meredakan sakit tenggorokan dan membantu tubuh terhidrasi. Teh hitam dan teh hijau mengandung antioksidan yang bekerja melawan penyakit apapun.

Bawang Putih

Bawang putih sudah lama dikenal sebagai pelawan kuman. Menurut sebuah penelitian, bawang putih juga membantu mencegah pilek jika dikonsumsi setiap hari. Tetapi butuh lebih banyak penelitian untuk membuktikannya.

Uap Air

Menghirup uap air bisa membantu melegakan hidung mampet. Anda bisa menggunakan pelembab ruangan yang diisi semangkuk air panas. Anda juga bisa menutup kamar mandi dan beristirahat di bawah shower air hangatnya. Alternatif lain adalah menggunakan botol.

Obat Tetes Hidung

Meneteskan air garam ke dalam hidung bisa membantu membersihkan kotoran dan melegakan pernapasan. Anda bisa membeli obat tetes hidung atau membuatnya.

Caranya, campur 8 ounce air steril hangat dengan ¼ sendok teh garam dan ¼ sendok teh baking soda. Teteskan pada satu lubang hidung (dengan alat tetes hidung), sementara lubang hidung lainnya ditutup. Ulang 2-3 kali, lalu lakukan pada lubang hidung lainnya.

Salep Menthol

Sering membersit ingus bisa bikin area sekitar lubang hidung iritasi. Oleskan sedikit salep mentol ke bawah hidung, tenggorokan atau dada. Aroma mentol akan melegakan pernapasan.

Kumur Air Garam

Kumur air garam membantu mengurangi pembengkakan tenggorokan dan membersihkannya dari kuman. Lakukan empat kali sehari untuk menyembuhkan tenggorokan yang gatal.

Biarkan Demam Bekerja

Obat pilek alami dan obat flu alami adalah demam. Tingginya temperatur melawan pilek dan flu karena membuat kuman tak bisa hidup. Jika merasa tak nyaman, Anda bisa mengobatinya dengan pereda demam, dan minum banyak air. Hubungi dokter segera jika suhu mencapai 40, atau jika suhu anak 38 derajat Celcius.

Read More